<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453</id><updated>2011-10-03T00:43:51.579-07:00</updated><title type='text'>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08 BLOG'S</title><subtitle type='html'>SALAH SATU BLOG TERKENAL DI INDONESISA
ONE OF EDUCATION'S BLOG IN INDONESIA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-6479504199947911824</id><published>2010-05-30T07:34:00.001-07:00</published><updated>2010-05-30T07:34:50.144-07:00</updated><title type='text'>Standar SDM</title><content type='html'>PENGEMBANGAN KOMPETENSI SDM KEPENDIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut UU no 14 tahun 2005 (UU dosen dan Guru), Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan”. Tenaga kependidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 pasal 1 dan pasal 39 adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Tenaga pendidikan bertugas melaksanakan pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Pendidik merupakan tenagan professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembibingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutam bagi pendidik pada perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, perlu diadakan pengembangan SDM untuk meningkatkan mutu pendidikan, dengan cara meningkatkan kompetensi dari SDM Kependidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dimensi-dimensi Kompetensi Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru Dan Dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.&lt;br /&gt;Kompetensi Pedagogik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”. Depdiknas(2004;9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran”. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar-mengajar, kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar dan kemampuan melakukan penilaian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kompetensi Menyusun Rencana PembelajaranMenurut Joni (1984:12), kemampuan merencanakan program belajar mengajar mencakup kemampuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) merencanakan pengorganisasian bahan-bahan pengajaran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) merencanakan pengelolaan kelas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) merencanakan penggunaan media dan sumber pengajaran; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) merencanakan penilaian prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penyusunan rencana pembelajaran meliputi&lt;br /&gt;(1) mampu mendeskripsikan tujuan,&lt;br /&gt;(2) mampu memilih materi,&lt;br /&gt;(3) mampu mengorganisir materi,&lt;br /&gt;(4) mampu menentukan metode/strategi pembelajaran,&lt;br /&gt;(5) mampu menentukan sumber belajar/media/alat peraga pembelajaran,&lt;br /&gt;(6) mampu menyusun perangkat penilaian,&lt;br /&gt;(7) mampu menentukan teknik penilaian, dan&lt;br /&gt;(8) mampu mengalokasikan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kompetensi Melaksanakan Proses Belajar Mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yutmini (1992:13) mengemukakan, persyaratan kemampuan yang harus di miliki guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar meliputi kemampuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) menggunakan metode belajar, media pelajaran, dan bahan latihan yang sesuai dengan tujuan pelajaran,&lt;br /&gt;(2) mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan perlengkapan pengajaran,&lt;br /&gt;(3) berkomunikasi dengan siswa,&lt;br /&gt;(4) mendemonstrasikan berbagai metode mengajar, dan&lt;br /&gt;(5) melaksanakan evaluasi proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Kompetensi Melaksanakan Penilaian Proses Belajar Mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan penilaian proses belajar mengajar merupakan bagian tugas guru yang harus dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran, sehingga dapat diupayakan tindak lanjut hasil belajar siswa.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penilaian belajar peserta didik, meliputi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) mampu memilih soal berdasarkan tingkat kesukaran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) mampu memilih soal berdasarkan tingkat pembeda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) mampu memperbaiki soal yang tidak valid,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) mampu memeriksa jawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) mampu mengklasifikasi hasil-hasil penilaian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) mampu mengolah dan menganalisis hasil penilaian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) mampu membuat interpretasi kecenderungan hasil penilaian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(8) mampu menentukan korelasi soal berdasarkan hasil penilaian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(9) mampu mengidentifikasi tingkat variasi hasil penilaian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(10) mampu menyimpulkan dari hasil penilaian secara jelas dan logis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(11) mampu menyusun program tindak lanjut hasil penilaian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(12) mengklasifikasi kemampuan siswa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(13) mampu mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(14) mampu melaksanakan tindak lanjut,&lt;br /&gt;(15) mampu mengevaluasi hasil tindak lanjut, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(16) mampu menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian.&lt;br /&gt;Kompetensi Pribadi&lt;br /&gt;Diposkan oleh blog untuk tugas profesi pendidikan di 21:57 0 komentar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-6479504199947911824?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/6479504199947911824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=6479504199947911824' title='37 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/6479504199947911824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/6479504199947911824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/standar-sdm.html' title='Standar SDM'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>37</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-664471951120026716</id><published>2010-05-30T07:33:00.001-07:00</published><updated>2010-05-30T07:33:15.328-07:00</updated><title type='text'>Standar Penilaian</title><content type='html'>tandar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian dapat berupa ulangan dan ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan atau ujian adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Ulangan terdiri atas ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Sedangkan ujian terbagi menjadi ujian sekolah atau madrasah dan ujian nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan oleh: Pendidik, Satuan Pendidikan, Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk ujian nasional (UN) yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prosedur dari penilaian pendidikan :&lt;br /&gt;• Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana peiaksanaan pembelajaran (RPP);&lt;br /&gt;• Ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan;&lt;br /&gt;• Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ditentukan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik;&lt;br /&gt;• Penilaian akhir hasil belajar peserta didik&lt;br /&gt;• Kegiatan ujian sekolah atau madrasah dilakukan dengan langkah-langkah:&lt;br /&gt;a. menyusun kisi-kisi ujian,&lt;br /&gt;b. mengembangkan instrumen,&lt;br /&gt;c. melaksanakan ujian,&lt;br /&gt;d. mengolah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah atau madrasah, dan&lt;br /&gt;e. melaporkan serta memanfaatkan hasil penilaian;&lt;br /&gt;• Penilaian kepribadian adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian oleh guru pendidikan kewarganegaraan dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan;&lt;br /&gt;• Penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian kelompok mata pelajaran yang relevan;&lt;br /&gt;• Keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan pengembangan diri dibuktikan dengan surat keterangan yang ditanda-tangani oleh pembina kegiatan dan kepala sekolah atau madrasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik&lt;br /&gt;Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dan pemerintah dalam bentuk ujian sekolah atau madrasah harus memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empirik. Sedangkan instrumen penilaian yang digunakan oleh pernerintah dalam bentuk UN memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, bahasa, dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah, antardaerah, dan antartahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan proses penilaian, hasil ulangan ataupun ujian harus disampaikan pada siswa.&lt;br /&gt;• Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedi;&lt;br /&gt;• Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan dalam bentuk satu nilai pencapaian kompetensi mata pelajaran disertai dengan deskripsi kemajuan belajar;&lt;br /&gt;• Hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan salah satu pertimbangan dalam&lt;br /&gt;seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya;&lt;br /&gt;• Hasil analisis data UN disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk pemetaan mutu program dan atau satuan pendidikan serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://www.bintangbangsaku.com/artikel/2009/09/standarpenilaianpendidikan.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.bsnp-indonesia.org/id/?page_id=245/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-664471951120026716?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/664471951120026716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=664471951120026716' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/664471951120026716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/664471951120026716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/standar-penilaian.html' title='Standar Penilaian'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-4507922793544001196</id><published>2010-05-30T07:32:00.001-07:00</published><updated>2010-05-30T07:32:25.672-07:00</updated><title type='text'>Peran Guru dlam pembelajaran</title><content type='html'>Guru adalah pendidik dan pengajar pada dunia pendidikan. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;guru dibagi menjadi 3 macam, yaitu :&lt;br /&gt;1. Guru Kelas&lt;br /&gt;2. Guru Bidang Studi&lt;br /&gt;3. Guru BK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prey Katz), guru mempinyai peran yaitu sebagai :&lt;br /&gt;1. Komunikator&lt;br /&gt;2. sahabat yang dapat memberikan nasihat – nasihat&lt;br /&gt;3. motivator yang dapat memberikan inspirasi dan dorongan&lt;br /&gt;4. pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai&lt;br /&gt;5. orang yang menguasai bahan yang diajarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Havighurst, peranan guru disekolah, yaitu sebagai :&lt;br /&gt;1. pegawai dalam hubungan kedinasan&lt;br /&gt;2. bawahan terhadap atasanya&lt;br /&gt;3. kolega dalam hubunganya dengan teman sejawat&lt;br /&gt;4. mediator dalam hubungannya dengan anak didik&lt;br /&gt;5. pengatur disiplin&lt;br /&gt;6. evaluator&lt;br /&gt;7. pengganti orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut James W. Brown, tugas dan peranan guru antara lain :&lt;br /&gt;1. Menguasai dan mengembangkan materi pelajaran&lt;br /&gt;2. Merencana dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari&lt;br /&gt;3. Mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran-peran Guru dalam pembelajaran:&lt;br /&gt;1. Guru Sebagai Pendidik&lt;br /&gt;Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Guru Sebagai Pengajar&lt;br /&gt;Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika faktor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran, yaitu : Membuat ilustrasi, Mendefinisikan, Menganalisis, Mensintesis, Bertanya, Merespon, Mendengarkan, Menciptakan kepercayaan, Memberikan pandangan yang bervariasi, Menyediakan media untuk mengkaji materi standar, Menyesuaikan metode pembelajaran, Memberikan nada perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Guru Sebagai Pembimbing&lt;br /&gt;Guru dapat di ibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Guru dalam hal ini membimbing peserta didik dalam segala hal, walaupun ada guru BK yang memang mempunyai tugas membimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Guru Sebagai Pelatih&lt;br /&gt;Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Dalam hal ini lebih kepada guru olahraga dan keterampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Guru Sebagai Penasehat&lt;br /&gt;Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Guru Sebagai Pembaharu (Inovator)&lt;br /&gt;Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak daripada nenek kita. Seorang peserta didik yang belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan.&lt;br /&gt;Karena jaman sekarng lebih maju, pergaulan pun lebih luas untuk itu guru harus mengikuti perkembangan peserta didik. Tugas guru adalah menerjemahkan kebijakan dan pengalaman yang berharga ini kedalam istilah atau bahasa moderen yang akan diterima oleh peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Guru Sebagai Model dan Teladan&lt;br /&gt;Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang, apalagi ditolak. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru : sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berfikir, keputusan, kesehatan, gaya hidup secara umum.&lt;br /&gt;Guru yang baik adalh guru yang meneremia masukan positif dari semua pihak termasuk dari peserta didik mereka, menyadari kesalahannya, dan berusaha untuk tidak mengulangi lagi. Karena ada beberapa guru yang merasa bahwa ia lebih pintar dan lebih baik dari peserta didiknya, sehingga jika ada saran dari peserta didik guru tersebut tidak menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Guru Sebagai Pribadi&lt;br /&gt;Guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa “guru bisa digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani.&lt;br /&gt;Jika ada nilai yang bertentangan dengan nilai yang dianutnya, maka dengan cara yang tepat disikapi sehingga tidak terjadi benturan nilai antara guru dan masyarakat yang berakibat terganggunya proses pendidikan bagi peserta didik.&lt;br /&gt;Guru perlu juga memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat. Keluwesan bergaul harus dimiliki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Guru Sebagai Peneliti&lt;br /&gt;Pembelajaran merupakan seni, yang dalam pelaksanaannya memerlukan penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi lingkungan. Untuk itu diperlukan berbagai penelitian, yang didalamnya melibatkan guru. Oleh karena itu guru adalah seorang pencari atau peneliti. Menyadari akan kekurangannya guru berusaha mencari apa yang belum diketahui untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas. Sebagai orang yang telah mengenal metodologi tentunya ia tahu pula apa yang harus dikerjakan, yakni penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Guru Sebagai Pendorong Kreatifitas&lt;br /&gt;Kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreatifitas tersebut. Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu.&lt;br /&gt;Guru yang kreatif dapat menemukan cara yang baik dalam nelaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga tidak monoton dan membuat peserta didik lebih tertarik untuk beelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Guru Sebagai Emansipator&lt;br /&gt;Dengan kecerdikannya, guru mampu memahami potensi peserta didik, menghormati setiap insane dan menyadari bahwa kebanyakan insan merupakan “budak” stagnasi kebudayaan. Guru mengetahui bahwa pengalaman, pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan peserta didik dari “self image” yang tidak menyenangkan, kebodohan dan dari perasaan tertolak dan rendah diri. Guru telah melaksanakan peran sebagai emansipator ketika peserta didik yang dicampakkan secara moril dan mengalami berbagai kesulitan dibangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Guru Sebagai Evaluator&lt;br /&gt;Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variable lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian. Teknik apapun yang dipilih, dalam penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Penilaian juga harus adil dan objektif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-4507922793544001196?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/4507922793544001196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=4507922793544001196' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/4507922793544001196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/4507922793544001196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/peran-guru-dlam-pembelajaran.html' title='Peran Guru dlam pembelajaran'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-6578255473570705923</id><published>2010-05-30T07:31:00.001-07:00</published><updated>2010-05-30T07:31:43.192-07:00</updated><title type='text'>Resume propen Akreditasi sekolah</title><content type='html'>Akreditasi Sekolah / Madrasah adalah proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan dan kinerja satuan atau program pendidikan, yang dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk dapat membandingkan serta memetakan mutu dari setiap satuan pendidikan, perlu dilakukan akreditasi bagi setiap lembaga dan program pendidikan. Proses akreditasi ini dilakukan secara berkala dan terbuka dengan tujuan membantu dan memberdayakan satuan pendidikan agar mampu mengembangkan sumber dayanya dalam mencapai tujuan pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan Hukum Akreditasi Sekolah/Madrasah&lt;br /&gt;1. Undang-undang nomor 25 tahun 2000, tentang program pembangunan Nasional (Propenas), menyatakan bahwa perlu dilaksanakan pengembangan sistem akreditasi sekolah secara adil dan merata baik sekolah negeri maupun sekolah swasta,&lt;br /&gt;2. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 087/U/2002, tentang akreditasi sekolah,&lt;br /&gt;3. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional Bab XVI Pasal 60 tentang akreditasi yang berbunyi:&lt;br /&gt;a. akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan,&lt;br /&gt;b. akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk 27 akuntabilitas publik,&lt;br /&gt;c. akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka,&lt;br /&gt;d. ketentuan mengenai akreditasi sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, ayat 2 dan ayat 3,&lt;br /&gt;4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 039/O/2003, tentang Badan Akreditasi Nasional (BASNAS),&lt;br /&gt;5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan (Dinas pendidikan dan Kebudayaan, 2006:2).&lt;br /&gt;6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (PerMen DikNas) No. 11 tahun 2009 tentang kriteria dan perangkat akreditasi sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah(SD/MI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-Prinsip Kegiatan Akreditasi Sekolah:&lt;br /&gt;1. Objektif&lt;br /&gt;2. Adil&lt;br /&gt;3. Komprehensif&lt;br /&gt;4. Transparan&lt;br /&gt;5. Akuntabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akreditasi sekolah mencakup delapan komponen dalam Standar Nasional Pendidikan, yaitu :&lt;br /&gt;1. Standar Isi, [Permendiknas No. 22/2006]&lt;br /&gt;2. Standar Proses, [Permendiknas No. 41/2007]&lt;br /&gt;3. Standar Kompetensi Lulusan, [Permendiknas No. 23/2006]&lt;br /&gt;4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, [Permendiknas No. 13/2007 tentang Kepala Sekolah, Permendiknas No. 16/2007 tentang Guru, Permendiknas No. 24/2008 tentang Tenaga Administrasi]&lt;br /&gt;5. Standar Sarana dan Prasarana [Permendiknas 24/2007]&lt;br /&gt;6. Standar Pengelolaan, [Permendiknas 19/2007]&lt;br /&gt;7. Standar Pembiayaan, [Peraturan Pemerintah. 48/2008]&lt;br /&gt;8. Standar Penilaian Pendidikan. [Permendiknas 20/2007]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan instrumen akreditasi yang komprehensif, hasil akreditasi diharapkan dapat memetakan secara utuh profil Sekolah / Madrasah. Proses akreditasi Sekolah / Madrasah berfungsi untuk :&lt;br /&gt;1. Pengetahuan, yaitu sebagai informasi bagi semua pihak tentang kelayakan Sekolah / Madrasah dilihat dari berbagai unsur terkait yang mengacu pada standar minimal beserta indikator-indikator.&lt;br /&gt;2. Akuntabilitas, yaitu sebagai bentuk pertanggung jawaban Sekolah/Madrasah kepada publik, apakah layanan yang dilakukan dan diberikan oleh Sekolah/Madrasah telah memenuhi harapan atau keinginan masyarakat.&lt;br /&gt;Pembinaan dan pengembangan, yaitu sebagai dasar bagi Sekolah / Madrasah, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya peningkatan atau pengembangan mutu Sekolah / Madrasah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-6578255473570705923?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/6578255473570705923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=6578255473570705923' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/6578255473570705923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/6578255473570705923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/resume-propen-akreditasi-sekolah.html' title='Resume propen Akreditasi sekolah'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-7732733669241970289</id><published>2010-05-29T05:06:00.003-07:00</published><updated>2010-05-29T05:06:26.548-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SMA Negeri 68 Jakarta&lt;br /&gt;Matematika Dapat 9,75, tapi Tak Lulus UN&lt;br /&gt;Senin, 26 April 2010 | 11:32 WIB&lt;br /&gt;LEO SUNU&lt;br /&gt;Prasetyo, siswa SMAN 68 terpaksa tertunda kelulusannya karena gagal di satu mata pelajaran. Padahal Prasetyo mendapat nilai nyaris sempurna di mata pelajaran lainnya dalan UN.&lt;br /&gt;TERKAIT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Siswa 68 Tetap ke Sekolah&lt;br /&gt;    * Ledakan Tangis Siswa-siswi di Gianyar...&lt;br /&gt;    * Tak Corat-coret, yang Penting Lulus!&lt;br /&gt;    * Bolak-balik ke Warnet, Untunglah Lulus!&lt;br /&gt;    * Salah Data! SMA 78 Batal Umumkan UN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Predikat kelulusan ternyata tidak mudah diraih. Walaupun nilai pada satu mata pelajaran nyaris sempurna, status kelulusan tetap saja tertunda jika gagal pada mata pelajaran lain. Setidaknya, hal inilah yang dialami Prasetyo, siswa SMAN 68 Salemba, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pras, demikian ia biasa dipanggil, mendapat nilai 9,75 untuk mata pelajaran Matematika. Namun apa mau dikata, nilai Biologi-nya jauh di bawah standar kelulusan. Siswa jurusan IPA ini pun harus bersabar guna mencapai predikat lulus dengan menempuh UN ulangan pada 11-13 Mei mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus terang saya memang kaget sekali waktu ujian Biologi karena banyak materinya yang di luar materi yang biasa diajarkan di sekolah. Saya juga sempat shock," kata Pras saat ditemui Kompas.com saat mendaftar ulang UN ulangan di SMAN 68, Jakarta Pusat, Senin (26/4/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekagetan ini tidak hanya dirasakan oleh Pras seorang diri. Para guru Pras di SMAN 68 pun tak menyangka jika Pras terpaksa menempuh UN ulangan. Pasalnya, Pras termasuk siswa berprestasi di sekolahnya. "Nilainya semua bagus-bagus. Matematikanya saja dapat 9,75. Malah, mungkin kalau dia belum pusing karena ujian Biologi, dia bisa dapat sepuluh di Matematika," ujar salah seorang guru di SMAN 68.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pras memang gagal di mata pelajaran Biologi. Sementara itu, ia mendapat nilai di atas rata-rata untuk mata pelajaran lainnya dalam UN. Selain Matematika, ia pun mendapat nilai 9,50 untuk mata pelajaran Kimia. Untuk beberapa mata pelajaran lainnya pun nilai Pras jauh di atas standar kelulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Pras, terdapat beberapa siswa bernasib sama di SMAN 68. Pada tahun ini, SMAN 68 sebagai salah satu sekolah unggulan di DKI Jakarta memang mengalami penurunan dalam jumlah kelulusan siswa. Tercatat 11 siswa gagal dalam menempuh UN tahun ini. Berdasarkan catatan bidang akademik dan kesiswaan SMAN 68, hampir semua siswa yang tertunda kelulusannya ini justru adalah mereka yang tergolong memiliki kemampuan di atas rata-rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang dalam menempuh UN itu terdapat banyak faktor yang berpengaruh pada hasil ujian. Ada siswa yang luar biasa pintar, tapi bisa gagal pada sejumlah mata pelajaran. Ini ada banyak faktor penentunya," kata Kepala SMAN 68 Pono Fadlulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pras, hal serupa terjadi pada Rahmi Sofiyati. Kelulusan siswa jurusan IPA ini juga terpaksa tertunda karena gagal dalam salah satu mata pelajaran. Padahal, Rahmi adalah salah satu siswi yang cerdas. Pono mengakui bahwa Rahmi cukup berprestasi dan sangat mengagetkan jika Rahmi harus menempuh UN ulangan. "Padahal, Rahmi ini sudah diterima di Universitas Gajah Mada," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, kata Pono, terjadi penurunan tingkat kelulusan di SMAN 68. Walaupun demikian, hal ini bukan berarti amat mengecewakan karena rata-rata UN di SMAN 68 tetap cukup tinggi. Tercatat, misalnya, mata pelajaran Matematika di jurusan IPA dan IPS total ada 11 anak yang mendapat nilai sempurna atau 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara tidak langsung, faktor-faktor di luar akademis memang bisa berpengaruh pada kesiapan siswa. Misalnya pada masalah psikologis. Tapi, ini pun bukan akhir dari segalanya. Siswa yang gagal dalam UN masih bisa ikut UN ulangan, dan predikatnya ketika lulus pun sama dengan siswa lainnya yang sudah lulus duluan," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;br /&gt;http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/26/11323421/Matematika.Dapat.9.75..tapi.Tak.Lulus.UN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-7732733669241970289?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/7732733669241970289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=7732733669241970289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/7732733669241970289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/7732733669241970289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/sma-negeri-68-jakarta-matematika-dapat_29.html' title=''/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-3665167966573784639</id><published>2010-05-29T05:06:00.001-07:00</published><updated>2010-05-29T05:06:24.717-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SMA Negeri 68 Jakarta&lt;br /&gt;Matematika Dapat 9,75, tapi Tak Lulus UN&lt;br /&gt;Senin, 26 April 2010 | 11:32 WIB&lt;br /&gt;LEO SUNU&lt;br /&gt;Prasetyo, siswa SMAN 68 terpaksa tertunda kelulusannya karena gagal di satu mata pelajaran. Padahal Prasetyo mendapat nilai nyaris sempurna di mata pelajaran lainnya dalan UN.&lt;br /&gt;TERKAIT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Siswa 68 Tetap ke Sekolah&lt;br /&gt;    * Ledakan Tangis Siswa-siswi di Gianyar...&lt;br /&gt;    * Tak Corat-coret, yang Penting Lulus!&lt;br /&gt;    * Bolak-balik ke Warnet, Untunglah Lulus!&lt;br /&gt;    * Salah Data! SMA 78 Batal Umumkan UN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Predikat kelulusan ternyata tidak mudah diraih. Walaupun nilai pada satu mata pelajaran nyaris sempurna, status kelulusan tetap saja tertunda jika gagal pada mata pelajaran lain. Setidaknya, hal inilah yang dialami Prasetyo, siswa SMAN 68 Salemba, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pras, demikian ia biasa dipanggil, mendapat nilai 9,75 untuk mata pelajaran Matematika. Namun apa mau dikata, nilai Biologi-nya jauh di bawah standar kelulusan. Siswa jurusan IPA ini pun harus bersabar guna mencapai predikat lulus dengan menempuh UN ulangan pada 11-13 Mei mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus terang saya memang kaget sekali waktu ujian Biologi karena banyak materinya yang di luar materi yang biasa diajarkan di sekolah. Saya juga sempat shock," kata Pras saat ditemui Kompas.com saat mendaftar ulang UN ulangan di SMAN 68, Jakarta Pusat, Senin (26/4/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekagetan ini tidak hanya dirasakan oleh Pras seorang diri. Para guru Pras di SMAN 68 pun tak menyangka jika Pras terpaksa menempuh UN ulangan. Pasalnya, Pras termasuk siswa berprestasi di sekolahnya. "Nilainya semua bagus-bagus. Matematikanya saja dapat 9,75. Malah, mungkin kalau dia belum pusing karena ujian Biologi, dia bisa dapat sepuluh di Matematika," ujar salah seorang guru di SMAN 68.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pras memang gagal di mata pelajaran Biologi. Sementara itu, ia mendapat nilai di atas rata-rata untuk mata pelajaran lainnya dalam UN. Selain Matematika, ia pun mendapat nilai 9,50 untuk mata pelajaran Kimia. Untuk beberapa mata pelajaran lainnya pun nilai Pras jauh di atas standar kelulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Pras, terdapat beberapa siswa bernasib sama di SMAN 68. Pada tahun ini, SMAN 68 sebagai salah satu sekolah unggulan di DKI Jakarta memang mengalami penurunan dalam jumlah kelulusan siswa. Tercatat 11 siswa gagal dalam menempuh UN tahun ini. Berdasarkan catatan bidang akademik dan kesiswaan SMAN 68, hampir semua siswa yang tertunda kelulusannya ini justru adalah mereka yang tergolong memiliki kemampuan di atas rata-rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang dalam menempuh UN itu terdapat banyak faktor yang berpengaruh pada hasil ujian. Ada siswa yang luar biasa pintar, tapi bisa gagal pada sejumlah mata pelajaran. Ini ada banyak faktor penentunya," kata Kepala SMAN 68 Pono Fadlulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pras, hal serupa terjadi pada Rahmi Sofiyati. Kelulusan siswa jurusan IPA ini juga terpaksa tertunda karena gagal dalam salah satu mata pelajaran. Padahal, Rahmi adalah salah satu siswi yang cerdas. Pono mengakui bahwa Rahmi cukup berprestasi dan sangat mengagetkan jika Rahmi harus menempuh UN ulangan. "Padahal, Rahmi ini sudah diterima di Universitas Gajah Mada," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, kata Pono, terjadi penurunan tingkat kelulusan di SMAN 68. Walaupun demikian, hal ini bukan berarti amat mengecewakan karena rata-rata UN di SMAN 68 tetap cukup tinggi. Tercatat, misalnya, mata pelajaran Matematika di jurusan IPA dan IPS total ada 11 anak yang mendapat nilai sempurna atau 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara tidak langsung, faktor-faktor di luar akademis memang bisa berpengaruh pada kesiapan siswa. Misalnya pada masalah psikologis. Tapi, ini pun bukan akhir dari segalanya. Siswa yang gagal dalam UN masih bisa ikut UN ulangan, dan predikatnya ketika lulus pun sama dengan siswa lainnya yang sudah lulus duluan," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;br /&gt;http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/26/11323421/Matematika.Dapat.9.75..tapi.Tak.Lulus.UN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-3665167966573784639?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/3665167966573784639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=3665167966573784639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/3665167966573784639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/3665167966573784639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/sma-negeri-68-jakarta-matematika-dapat.html' title=''/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-1927776232271707248</id><published>2010-05-29T05:01:00.001-07:00</published><updated>2010-05-29T05:01:38.681-07:00</updated><title type='text'>Mahasiswa</title><content type='html'>Mahasiswa Sekarang Lebih Paham Teori&lt;br /&gt;Kamis, 10 September 2009 | 09:41 WIB&lt;br /&gt;shutterstock&lt;br /&gt;Ilustrasi: "Mahasiswa saat ini lebih memahami teori, tetapi kurang maksimal dalam mempraktikkan atau mengaplikasikan teori, sehingga praktik lapangan perlu ditingkatkan untuk mendukung teori," ujar Marsudi.&lt;br /&gt;TERKAIT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * PTS Perlu Tingkatkan Daya Saing&lt;br /&gt;    * Ijazah Palsu, Perguruan Tinggi Perketat Pengamanan&lt;br /&gt;    * Depdiknas: Pertimbangkan Plus-Minus Kuliah di Australia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Perguruan tinggi perlu memprioritaskan pengembangan softskill mahasiswa untuk mendukung kemampuan pemahaman teori mereka miliki. Dengan demikian, mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmunya dan menjadi lebih siap ketika terjun di lapangan atau bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mahasiswa saat ini lebih memahami teori, tetapi kurang maksimal dalam mempraktikkan atau mengaplikasikan teori, sehingga praktik lapangan perlu ditingkatkan untuk mendukung teori," ujar Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Marsudi Iman, Kamis (10/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya, kata Marsudi, adalah memanfaatkan penggunaan laboratorium perbankan syariah yang dihibahkan oleh Departemen Agama pada Juli 2009 lalu. Dia mengatakan, pengembangan softskill para mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Perbankan Islam (EPI) UMY sebelumnya diperoleh mahasiswa melalui program magang. Kini, dengan keberadaan laboratorium tersebut pengembangan kemampuan praktik mahasiswa menjadi bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui praktik perbankan syariah di laboratorium, lanjut Marsudi, mahasiswa akan memeroleh pelatihan yang diberikan sesuai dengan kondisi riil perbankan syariah. Hal ini akan memudahkan mahasiswa saat praktik di dunia perbankan yang sesungguhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-1927776232271707248?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://edukasi.kompas.com/read/2009/09/10/09411978/mahasiswa.sekarang.lebih.paham.teori.' title='Mahasiswa'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/1927776232271707248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=1927776232271707248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1927776232271707248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1927776232271707248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/mahasiswa.html' title='Mahasiswa'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-5429624861800435679</id><published>2010-05-16T07:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T07:19:28.981-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>dari http://rzkyreserved.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan SDM dalam hal ini adalah tenaga pendidik yakni kepala sekolah dan guru dan tenaga kependidikan yang meliputi pegawai tata usaha, laboran, pustakawan, teknisi dan pembantu pelaksana. http://rzkyreserved.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi guru Menurut Pasal 8 UU RI No. 14 tahun 2004&lt;br /&gt;1. Kompetensi Pedagogik&lt;br /&gt;Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, sekurang-kurangnya meliputi&lt;br /&gt;a pemahaman wawasan atau landasan kependidikan,&lt;br /&gt;b pemahaman terhadap peserta didik,&lt;br /&gt;c pengembangan kurikulum/silabus,&lt;br /&gt;d perancangan pembelajaran,&lt;br /&gt;e pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis,&lt;br /&gt;f pemanfaatan teknologi pembelajaran,&lt;br /&gt;g evaluasi proses dan hasil belajar, dan&lt;br /&gt;h pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.&lt;br /&gt;2. Kompetensi Kepribadian&lt;br /&gt;Kompetensi kepribadian sekurang-kurangnya mencakup&lt;br /&gt;a. berakhlak mulia,&lt;br /&gt;b. arif dan bijaksana,&lt;br /&gt;c. mantap,&lt;br /&gt;d. berwibawa,&lt;br /&gt;e. stabil, dewasa, jujur,&lt;br /&gt;b. (8) mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat,&lt;br /&gt;c. (9) secara objektif mengevaluasi kinerja sendiri, dan&lt;br /&gt;d. (10) mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kompetensi Sosial&lt;br /&gt;merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat, sekurang-kurangnya meliputi:&lt;br /&gt;a. berkomunikasi lisan, tulisan, dan/atau isyarat,&lt;br /&gt;b. menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional,&lt;br /&gt;c. bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua/wali peserta didik,&lt;br /&gt;d. bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku, dan&lt;br /&gt;e. menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan dan semangat kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kompetensi Profesional&lt;br /&gt;merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu, teknologi, dan/atau seni yang sekurang-kurang meliputi penguasaan:&lt;br /&gt;a. materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampunya, dan&lt;br /&gt;b. konsep-konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-5429624861800435679?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/5429624861800435679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=5429624861800435679' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/5429624861800435679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/5429624861800435679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/dari-httprzkyreserved.html' title=''/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-1837177420517336456</id><published>2010-05-16T07:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T07:18:27.407-07:00</updated><title type='text'>Spervisi pendidikan</title><content type='html'>diposting dari polowijoyo.files.wordpress.com/2010/02/supervisi-pendidikan.ppt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://polowijoyo.files.wordpress.com/2010/02/supervisi-pendidikan.ppt.&lt;br /&gt;G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RITA HERMIATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DASAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Starar Isi . Pada Rumawi V sub B disebutkan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          1. Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  pelaksanaan dan penilaian hasil pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          2. Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  pelatihan dan konsultasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          3. Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala  dan pengawas satuan pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2007, tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, bahwa pada kompetensi Supervisi Kepala sekolah yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          1. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    profesional guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          2. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  pendekatan dan tehnik supervisi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          3. Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    peningkatan profesionalisme guru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pada era globalisasi dewasa ini tantangan yang paling berat bagi bangsa Indonesia adalah bagaimana menyiapkan manusia Indonesia yang cerdas, unggul, dan berdaya saing di tingkat regional maupun global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu telah banyak dilakukan, namun kenyataan menunjukkan pendidikan yang bermutu itu masih seperti fatamorgana. Hal ini dapat dilihat dari hasil UASBN tahun 2008/2009 yang belum memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Salah satu faktor yang penting dan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah guru, karena guru inilah merupakan pelaksana terdepan dalam proses pendidikan yang berhadapan langsung dengan peserta didik. Oleh karena itu berhasil dan tidaknya mutu pendidikan tergangtung pada profesionalisme guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah melalui supervisi pendidikan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah / Pengawas Sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN SUPERVISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam buku Kimball yang direvisi oleh T.Lovel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Supervisi pengajaran dianggap sebagai sistem tingkah laku  formal yang dipersiapkan oleh lembaga untuk menyiapkan  interaksi dengan sistem perilaku pengajar dengan cara  memelihara, mengubah dan memperbaiki rencana serta  aktualisasi kesempatan belajar siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dalam uraian tentang supervisi di atas berfokus pada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              a. Perilaku supervisor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              b. Dalam membantu guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              c. Dan tujuan akhirnya untuk mengangkat harapan  belajar siswa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Menurut Prof. Dr. Piet Suhertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Supervisi adalah usaha memberi layanan kepada guru- guru baik  secara individual maupun secara berkelompok  dalam usaha  memperbaiki pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Menurut beliau kata kunci supervisi adalah pemberian  layanan dan  bantuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pedoman Supervisi dari Depdikbud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Supervisi yang dimaksud adalah pembinaan yang diberikan kepada  seluruh staf sekolah dasar agar mereka dapat meningkatkan  kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang  lebih baik.   &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tujuan supervisi adalah  mengembangkan sistuasi belajar  mengajar yang lebih baik melalui  pembinaan dan peningkatan  profesionalisme. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1. Ilmiah&lt;br /&gt;    * 2. Demokratis&lt;br /&gt;    * 3. Kooperatif&lt;br /&gt;    * 4. Kontruktif dan Kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan :  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. ILMIAH ( scientific )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Dalam mekasanakan supervisi hendaknya dilaksanakan   secara ilmiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Pelaksanaannya harus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         a. Sistematis, teratur, terprogram, dan kontinyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         b. Obyektif, berdasarkan pada data informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         c. Menggunakan instrumen (alat) yang dapat    memberikan data/informasi yang akurat, dapat dianalisis,   dan dapat mengukur ataupun menilai terhadap    pelaksanaan proses belajar mengajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. DEMOKRASTIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Dalam melaksanakan supervisi hendaknya dapat   menjunjung tinggi azas musyawarah, memiliki jiwa   kekeluargaan yang kuat serta menghargai dan   sanggup menerima pendapat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. KOOPERATIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Dalam melaksanakan supervisi    hendaknya dapat mengembangkan   usaha bersama untuk menciptakan   situasi belajar mengajar yang lebih   baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4. KONSTRUKTIF dan KREATIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Dalam melaksanakan supervisi    hendaknya dapat membina inisiatif   guru serta mendorong untuk aktif   dalam menciptakan situasi belajar   mengajar yang lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SASARAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran supervisi adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     1. Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     a. Penyusunan program pengajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           b. Pelaksanaan proses belajar mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           c. Pelaksanaan program penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           d. Menganalisis hasil penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           e. Pelaksanaan program tindak lanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     2. Hal-hal yang menunjang pelaksanaan kegiatan belajar   mengajar seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. pengelolaan kelas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. pengelolaan sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. pengelolaan administrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. pelaksanaan BK,  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. kebersihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. ketertiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. pelaksanaan ekstrakurikuler seperti  UKS, Pramuka, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                + 1. Kunjungan Kelas&lt;br /&gt;                + 2. Observasi Kelas&lt;br /&gt;                + 3. Percakapan Pribadi&lt;br /&gt;                + 4. Kunjungan Antar Kelas atau Antar Sekolah&lt;br /&gt;                + 5. Rapat Rutin&lt;br /&gt;                + 6. Pertemuan Gugus/KKG&lt;br /&gt;                + 7. Kunjungan Antar KKG, KKKS, KKPS&lt;br /&gt;                + 8. Sistem Magang&lt;br /&gt;                + 9. Penataran Tingkat Lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      10. Karya Wisata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      11. Melalui pengumuman, brosur, edaran, media massa (surat kabar,  majalah, buletin, RRI, TV)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Kunjungan Kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Kunjungan kelas dapat dilaksanakan secara berencana untuk    memperoleh gambaran tentang proses belajar mengajar dan    pengelolaan kelas yang dilaksanakan guru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kunjungan kelas ini dapat dilaksanakan dengan cara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           a. Memberitahukan terlebih dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           b. Tanpa memberitahukan terlebih dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         c. Atas undangan guru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pada kunjungan kelas ini supervisor dapat melihat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           a. Pelaksanaan KBM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         b. Pengelolaan kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         c. Melihat hasil belajar siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         d. Hal-hal yang menunjang pelaksanaan KBM. &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Observasi Kelas ( Classroom Observation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Observasi Kelas dapat dilaksanakan untuk mengetahui   usaha serta kegiatan siswa dan guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar mencakup :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      a. penguasaan bahan/materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      b. penguasaan metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      c. pengorganisasian kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      d. penggunaan media/alat peraga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      e. Faktor penunjang yang lain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Percakapan pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Percakapan pribadi dilaksanakan pada waktu tertentu dan   untuk masalah khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Bertujuan untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      a. Mengembangkan segi-segi positif kegiatan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      b. Mendorong guru mengatasi kelemahan dalam mengajar    dan mengelola kelasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     c. Mengurangi keragu-raguan guru dalam menghadapi masalah   pada waktu mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4. Kunjungan antar kelas atau antar sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dengan tujuan untuk menukar       pengalaman serta hal-hal lain yang menyangkut   usaha untuk menunjang pelaksanaan interaksi   belajar mengajar untuk menambah pengalaman   mengajar atau mengikuti rekan guru lain yang   sedang memberi contoh mengajar yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      5. Rapat Rutin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kegiatan ini dilaksanakan pembina dengan para   guru dalam rangka menyampaikan      informasi yang bersifat umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      6. Pertemuan Gugus/KKG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dilaksanakan pada kelompok kerja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         seperti KKG, KKKS, KKPS, dan Pertemuan di PKG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Pertemuan tersebut dapat dilaksanakan oleh masing-masing   kelompok atau gabungan dari beberapa kelompok kerja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bertujuan untuk menginventarisasi dan merumuskan    masalah yang ditemukan serta mencari alternatif    pemecahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      7. Kunjungan antar KKG, KKKS, KKPS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      8. Sistem Magang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      9. Penataran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      10. Karya Wisata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      11. Melalui pengumuman, brosur, edaran, media masa (surat kabar, majalah, buletin, RRI, TV, dsb) &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SKEMATIK TEHNIK-TEHNIK SUPERVISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Supervisi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Observasi Kelas &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan/percakapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat rutin &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan Kelas &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan antar Kelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengobservasi Pelaksanaan PBM di kelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdialog langsung dengan guru &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan antara kepala sekolah dengan guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Dengan pemberitahuan terlebih dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Tanpa memberitahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Diundang oleh guru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru saling mengunjungi antar kelas dlm satu sekolah maupun antar sekolah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mengetahui cara guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melaksanakan KBM &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memberi bantuan/layanan khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk masalah yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersifat khusus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Memberi bantuan secara umum&lt;br /&gt;    * Untuk mengetahui keadaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Agar guru mengetahui maksud dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tujuan kunjungan terlebih dahulu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Guru menunjukkan hasil kerjanya.&lt;br /&gt;    * Saling melihat dan memberi saran&lt;br /&gt;    * Saling mengetahui kelemahan dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelebihan masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK SUPERVISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan KKG/KKKS/KKPS &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem magang &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan antar KKG/KKKS/KKPS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penataran tingkat lokal &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya wisata &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pengumuman, brosur, majalah, koran, TV, Radio dll. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Simulasi praktik mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Diskusi pemecahan masalah &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Guru/KS belajar dari guru/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KS SD lain selama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pengurus/anggota saling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengunjungi dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelompok kerja yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Pemandu mapel &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penataran min 1-3 hari tingkat sekolah/KKG dengan materi sesuai yg diperlukan guru  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengunjungi sumber-sumber belajar seperti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;museum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca, melihat, dan mendengarkan tayangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Menyepakati cara mengajar yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Memecahkan masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang ada di kelas/sekolah dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelaksanaan KBM &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Belajar melaksanakan dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengelola KBM beserta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penunjangnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Saling tukar menukar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengalaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Tukar menukar tutor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Memenuhi kebutuhan guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara perorangan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Untuk menambah wawasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang sumber belajar. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Untuk mengetahui perkembangan atau kebijakan pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      A. PERENCANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         - Kepala Sekolah sebelum mengadakan supervisi perlu membuat    perencanaan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      -Tujuan memuat : materi, tehnik yang digunakan, sasaran dan    pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         - Berfungsi sebagai pedoman kerja bagi kepala sekolah dalam     melaksanakan supervisi di kelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         - Sebagai penjabaran program supervisi tahunan tersebut disusun    program supervisi yang lebih operasional . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      B. PERSIAPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hal-hal yang harus dipersiapkan yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         a. Format / Instrumen supervisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         b. Materi Pembinaan/Supervisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         c. Buku catatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         d. Data supervisi sebelumnya, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PELAKSANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Pelaksanaan supervisi diarahkan pada kegiatan belajar mengajar dalam rangka    pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Pelaksanaan supervisi disesuaikan dengan tehnik-tehnik supervisi sebagaimana     diterangkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah pelaksanaannya sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Temu awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kepala sekolah mengadakan rapat untuk menyampaikan hal-hal yang akan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    disupervisi kepada guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    supervisi bisa dilaksanakan oleh pengawas maupun oleh kepala sekolah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Observasi administrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Observasi administrasi kesiswaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    b. Observasi administrasi perlengkapan barang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    c. Observasi administrasi program pengajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    d. Observasi administrasi keuangan, dll. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3. Observasi PBM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               a. Program ( tahunan, semester, bulanan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               b. Persiapan mengajar dan pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               c. Hasil belajar/prestasi siswa klasikal/individual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               d. Program BK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               e. Program tindak lanjut, perbaikan dan pengayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         4.Observasi UAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               a. Kepanitiaan UAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               b. Pengaturan ruangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               c. Denah kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               d. Daftar peserta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               e. Kartu peserta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           f. Daftar Pengawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               g. Daftar Korektor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               h. Tata tertib pengawas/peserta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           i. Jadwal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               k. Kesekretariatan  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Selain hal tersebut di atas supervisor dapat menggunakan instrumen berupa Buku Pintar yang berisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                - Jadwal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                - Standar kompetensi/KD masing-masing mapel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                - Materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                - Contoh soal untuk mengetahui sejauh mana      kompetensi yang sudah dikuasi oleh perserta didik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Supervisi pendidikan di SD dilakukan oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           - Pengawas TK/SD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           - Kepala sekolah terhadap kegiatan pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pelaksanaanya dengan menggunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       - Format supervisi disesuaikan dengan kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     - Catatan-catatan khusus sebagai bahan pembinaan selanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Setelah pelaksanaan supervisi perlu diselingi atau dilengkapi  dengan wawancara, guna melengkapi informasi tentang semua  masalah yang dihadapi untuk mencari alternatif pemecahan dan  pembinaan lebih lanjut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Temu akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          a. Setiap kegiatan supervisi diakhiri dengan menyampaikan     laporan temuan dan mencari alternatif pemecahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      b. Hasil akhir supervisi perlu ditandatangani oleh supervisor,     kepala sekolah, dan guru yang disupervisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      c. Temuan-temuan umum disampaikan secara umum/rapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          d. Temuan tehnis khusus dibicarakan langsung dengan guru     yang disupervisi/pertemuan pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. TINDAK LANJUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Tindak lanjut merupakan pembinaan dan perbaikan dari hasil   temuan pada waktu melaksanakan supervisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Temuan-temuan tersebut berkaitan dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           1. Siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Temuan yang berhubungan dengan kesiswaan dalam KBM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    misalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           a. Siswa yang kurang pandai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            disarankan agar diberikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                1) Bimbingan baik individual/kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                2) Latihan-latihan/pekerjaan rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                3) Perbaikan pengajaran ( remedial )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           b. Siswa yang pandai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Diberikan pengayaan baik secara individu/kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Temuan yang diperoleh tentang guru :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Guru yang profesional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Guru yang belum prosefional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           a. Guru yang profesional dijadikan sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                - pemandu mapel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                - nara sumber dalam kegiatan KKG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     b. Guru yang belum prosefional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           perlu mendapat   pembinaan dan penangan khusus    agar menjadi guru yang profesional .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Untuk itu perlu dilibatkan dalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                - Pelatihan-pelatihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                - Penataran-penataran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                - Membuat dan mempergunakan alat peraga    - Studi banding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                - Rapat, pertemuan lainnya   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-1837177420517336456?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/1837177420517336456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=1837177420517336456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1837177420517336456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1837177420517336456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/spervisi-pendidikan.html' title='Spervisi pendidikan'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-1090287206745007011</id><published>2010-05-16T07:16:00.001-07:00</published><updated>2010-05-16T07:16:24.605-07:00</updated><title type='text'>UU guru dan dosen</title><content type='html'>Tujuan pembuatan Undang-undang Guru:&lt;br /&gt;1. Mengangkat harkat, citra dan martabat guru&lt;br /&gt;2. Meningkatkan tanggung jawab profesi gurusebagai pengajar, pendidik, dan pelatih&lt;br /&gt;3. Memberdayakan dan mendayagunakan profesi guru.&lt;br /&gt;4. Memberikan jaminan kesejahteraan dan perlindungan terhadap prifesi guru&lt;br /&gt;5. Meningkatkan mutu pelayanan dan hasil pendidikan&lt;br /&gt;Landasan Empiris pembuatan UU guru yaitu:&lt;br /&gt;1) ILO/UNESCO (1966)&lt;br /&gt;Merekomendasikan status guru berupa:&lt;br /&gt; Kualifikasi menjadi guru&lt;br /&gt; Gaji yang layak&lt;br /&gt; Jaminan sosial&lt;br /&gt; Perlindungan hukum&lt;br /&gt; Hak dan kewajiban&lt;br /&gt;Pada era globalisasi dan demokrasi profesi guru harus ditempatkan pada posisi sepatutnya.&lt;br /&gt;2) Keputusan Kongres XIX PGRI DI Semarang tahun 2003 menuntut agar Undang- undang Guru dapat diselesaikan paling lambat tahun 2005.&lt;br /&gt;Tinjauan Filosofis:&lt;br /&gt;Budaya bangsa memiliki nilai-nilai luhursebagaimana tercermin dalam diri guru yaitu digugu dan ditiru.&lt;br /&gt;UU GURU dan DOSEN&lt;br /&gt;• Terdiri dari 8 Bab dan 84 pasal, 205 ayat&lt;br /&gt;• Umum : 6 Bab, 15 Pasal, 23 Ayat&lt;br /&gt;• Tentang Guru : 1Bab, 37 Pasal, 96 Ayat&lt;br /&gt;• Tentang Dosen : 1 Bab, 32 Pasal, 86 Ayat&lt;br /&gt;BAB 1V GURU&lt;br /&gt;a. Baguan ke-1 : Kualifikasi, Kompetensi, dan Sertifikasi (psl 8-13)&lt;br /&gt;b. Bagian ke-2 : Hak dan Kewajiban (psl 14-20&lt;br /&gt;c. Bagian ke-3 : Wajib Kerja dan Ikatan Dinas (psl21-23)&lt;br /&gt;d. Bagian ke-4 : Pengankatan, penempatanPemindahan, dan Pemberhentian (psl 24-31)&lt;br /&gt;e. Bagian ke -5 : Pembinaan dan Pengembangan (psl 32-35)&lt;br /&gt;f. Bagian ke-6 : Penghargaan psl 36-38)&lt;br /&gt;g. Bagian ke-7 : Perlindungan 9psl 39)&lt;br /&gt;h. Bagian ke-8 : Cuti (psl40)&lt;br /&gt;i. Bagian ke-9 : Organisasi Profesi dan Kode Etik (psl 41-44)&lt;br /&gt;BAB V DOSEN&lt;br /&gt;a. Baguan ke-1 : Kualifikasi, Kompetensi, Sertifikasi, Jabatan Akademik (psl 45-50)&lt;br /&gt;b. Bagian ke-2 : Hak dan Kewajiban Dosen (psl 51-50)&lt;br /&gt;c. Bagian ke-3 : Wajib Kerja dan Ikatan Dinas (psl 61-62)&lt;br /&gt;d. Bagian ke-4 : Pengankatan, penempatanPemindahan, dan Pemberhentian (psl 63-69)&lt;br /&gt;e. Bagian ke -5 : Pembinaan dan Pengembangan (psl 69-72)&lt;br /&gt;f. Bagian ke-6 : Penghargaan psl 73-74)&lt;br /&gt;g. Bagian ke-7 : Perlindungan (psl 75)&lt;br /&gt;h. Bagian ke-8 : Cuti (psl 76)&lt;br /&gt;Sertifikasi&lt;br /&gt;a. Sertifikasi pendidik Guru dan Dosen diselenggarakan oleh perguruan tinggi Negeri yang :&lt;br /&gt;• Memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi, dan&lt;br /&gt;• Ditetapkan oleh pemerintah (psl. 11:2 dan 47:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan:&lt;br /&gt;• Melaksanakan sustem pendidikan nasional&lt;br /&gt;• Mewujudkan tujuan pendidikan nasional (psl. 6)&lt;br /&gt;Guru sebagai tenaga profesional berfungsi meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional (ps. 4)&lt;br /&gt;Dosen sebagai tenaga profesional berfungsi meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta pengabdi masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.&lt;br /&gt;Lima Pilar Kesejahteraan Guru&lt;br /&gt;1. Imbal Jasa&lt;br /&gt;2. Rasa Aman&lt;br /&gt;3. Kondisi Kerja&lt;br /&gt;4. Hubungan Antar Pribadi&lt;br /&gt;5. Kepastian Karir&lt;br /&gt;UU Guru dan Dosen mendapatkan sambutan yang hangat, terutama dari kalangan pendidik. UU ini dianggap bisa menjadi payung hukum unuk guru dan dosen tanpa adanya perlakuan yang berbeda antara guru negeri dan swasta. Meskipun di beberapa bagian masih sangat hangat diperbincangkan dan menjadi perdebatan yang sangat seru. UU Guru dan Dosen secara gamblang dan jelas mengatur secara detail aspek-aspek yang selama ini belum diatur secara rinci. Semisal, kedudukan, fungsi dan tujuan dari guru, hak dan kewajiban guru, kompetensi dll. Yang perlu digaris bawahi dan mendapat sambutan positif dari masyarakat terhadap UU Guru dan Dosen adalah hal-hal yang menyangkut :&lt;br /&gt;a. Kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi.&lt;br /&gt;b. Hak dan kewajiban.&lt;br /&gt;c. Pembinaan dan pengembangan.&lt;br /&gt;d. Penghargaan,&lt;br /&gt;e. Perlindungan&lt;br /&gt;f. Organisasi profesi dan kode etik.&lt;br /&gt;Enam indikator diatas belum diatur secara rinci, sehingga sangat sulit untuk mengharapkan profesionalitas guru-guru di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.slideboom.com/presentations/41460/Undang-Undang-Guru-dan-Dosen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-1090287206745007011?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/1090287206745007011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=1090287206745007011' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1090287206745007011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1090287206745007011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/uu-guru-dan-dosen.html' title='UU guru dan dosen'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-4445001077904140919</id><published>2010-05-16T07:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T07:14:25.192-07:00</updated><title type='text'>UU sisidiknas no 20 tahun  2003</title><content type='html'>UU sisidknas no 20 tahun 2003 penjelasan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;(1) Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.&lt;br /&gt;(2) Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan.&lt;br /&gt;Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi, penjaminan, dan pengendalian mutu pendidikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-4445001077904140919?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/4445001077904140919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=4445001077904140919' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/4445001077904140919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/4445001077904140919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/uu-sisidiknas-no-20-tahun-2003.html' title='UU sisidiknas no 20 tahun  2003'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-2371811043844951012</id><published>2010-05-16T07:11:00.001-07:00</published><updated>2010-05-16T07:11:22.870-07:00</updated><title type='text'>Guru</title><content type='html'>PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru (dari bahasa Sansekerta: yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah “berat”) adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti umum&lt;br /&gt;Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Beberapa istilah yang juga menggambarkan peran guru, antara lain:&lt;br /&gt;*Dosen&lt;br /&gt;*Mentor&lt;br /&gt;*Tutor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PREY KATZ:&lt;br /&gt;1. Sebagai komunikator&lt;br /&gt;2. sebagai sahabat yang dapat memberikan nasehat – nasehat&lt;br /&gt;3. sebagai motivator yang memberi inspirasi dan dorongan&lt;br /&gt;4. sebagai pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku&lt;br /&gt;5. sebagai orang yang menguasai bahan yang diajarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;macam – macam guru:&lt;br /&gt;guru kelas&lt;br /&gt;guru bidang studi&lt;br /&gt;wali kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://niningsulistyoningrum.wordpress.com/page/2/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-2371811043844951012?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/2371811043844951012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=2371811043844951012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/2371811043844951012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/2371811043844951012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/guru.html' title='Guru'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-2086828563401259985</id><published>2010-05-16T07:09:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T07:10:28.430-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Sekolah adalah salah satu dari Tripusat pendidikan yang dituntut untuk mampu menjadikan output yang unggul, mengutip pendapat Gorton tentang sekolah ia mengemukakan, bahwa sekolah adalah suatu sistem organisasi, di mana terdapat sejumlah orang yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan sekolah yang dikenal sebagai tujuan instruksional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain organisasi sekolah adalah di dalamnya terdapat tim administrasi sekolah yang terdiri dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan oranisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MBS terlahir dengan beberapa nama yang berbeda, yaitu tata kelola berbasis sekolah (school-based governance), manajemen mandiri sekolah (school self-manegement), dan bahkan juga dikenal dengan school site management atau manajemen yang bermarkas di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah-istilah tersebut memang mempunyai pengertian dengan penekanan yang sedikit berbeda. Namun, nama-nama tersebut memiliki roh yang sama, yakni sekolah diharapkan dapat menjadi lebih otonom dalam pelaksanaan manajemen sekolahnya, khususnya dalam penggunakaan 3M-nya, yakni man, money, dan material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerahan otonomi dalam pengelolaan sekolah ini diberikan tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu, maka Direktorat Pembinaan SMP menamakan MBS sebagai Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS).&lt;br /&gt;Tujuan utama adalah untuk mengembangkan rosedur kebijakan sekolah, memecahkan masalah-masalah umum, memanfaatkan semua potensi individu yang tergabung dalam tim tersebut. Sehingga sekolah selain dapat mencetak orang yang cerdas serta emosional tinggi, juga dapat mempersiapkan tenaga-tenaga pembangunan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu perlu diketahui pandangan filosofis tentang hakekat sekolah dan masyarakat dalam kehidupan kita. sekolah adalah bagian yang integral dari masyarakat, ia bukan merupakan lembaga yang terpisah dari masyarakat, hak hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat, sekolah adlah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani anggota2 masyarakat dalam bidang pendidikan, kemajuan sekolah dan masyarkat saling berkolerasi, keduanya saling membutuhkan, Masyarakat adalah pemilik sekolah, sekolah ada karena masyarakat memerlukannya.&lt;br /&gt;Batasan masalah :&lt;br /&gt;1. Apa itu Manajemen Sekolah&lt;br /&gt;2. Apa yang dimaksud dengan manajemen berbasis sekolah (MBS)&lt;br /&gt;3. Apa manfaat manajemen berbasis sekolah (MBS)&lt;br /&gt;4. Apa Pengaruh penerapan MBS terhadap kewenangan pemerintah pusat (Depdiknas), dinas pendidikan daerah, dan dewan sekolah?&lt;br /&gt;5. Apa Syarat Penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS)&lt;br /&gt;6. Apa karakteristik manajemen berbasis sekolah (MBS)&lt;br /&gt;7. Manajemen berbasis sekolah (MBS) sebagai proses Pemberdayaan&lt;br /&gt;1. Pengertian Manajemen Sekolah&lt;br /&gt;Istilah manajemen sekolah acapkali disandingkan dengan istilah administrasi sekolah. Berkaitan dengan itu, terdapat tiga pandangan berbeda; pertama, mengartikan administrasi lebih luas dari pada manajemen (manajemen merupakan inti dari administrasi); kedua, melihat manajemen lebih luas dari pada administrasi ( administrasi merupakan inti dari manajemen); dan ketiga yang menganggap bahwa manajemen identik dengan administrasi.&lt;br /&gt;Dalam makalah ini, istilah manajemen diartikan sama dengan istilah administrasi atau pengelolaan, yaitu segala usaha bersama untuk mendayagunakan sumber-sumber, baik personal maupun material, secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah secara optimal.&lt;br /&gt;Berdasarkan fungsi pokoknya, istilah manajemen dan administrasi mempunyai fungsi yang sama, yaitu:&lt;br /&gt;1. merencanakan (planning),&lt;br /&gt;2. mengorganisasikan (organizing),&lt;br /&gt;3. mengarahkan (directing),&lt;br /&gt;4. mengkoordinasikan (coordinating),&lt;br /&gt;5. mengawasi (controlling), dan&lt;br /&gt;6. mengevaluasi (evaluation).&lt;br /&gt;Menurut Gaffar (1989) mengemukakan bahwa manjemen pendidikan mengandung arti sebagai suatu proses kerja sama yang sistematik, sitemik, dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.&lt;br /&gt;2. Manajemen berbasis sekolah&lt;br /&gt;Sejak beberapa waktu terakhir, kita dikenalkan dengan pendekatan “baru” dalam manajemen sekolah yang diacu sebagai manajemen berbasis sekolah (school based management) atau disingkat MBS. Di mancanegara, seperti Amerika Serikat, pendekatan ini sebenarnya telah berkembang cukup lama. Pada 1988 American Association of School Administrators, National Association of Elementary School Principals, and National Association of Secondary School Principals, menerbitkan dokumen berjudul school based management, a strategy for better learning. Munculnya gagasan ini dipicu oleh ketidakpuasan atau kegerahan para pengelola pendidikan pada level operasional atas keterbatasan kewenangan yang mereka miliki untuk dapat mengelola sekolah secara mandiri.&lt;br /&gt;Umumnya dipandang bahwa para kepala sekolah merasa tak berdaya karena terperangkap dalam ketergantungan berlebihan terhadap konteks pendidikan. Akibatnya, peran utama mereka sebagai pemimpin pendidikan semakin dikerdilkan dengan rutinitas urusan birokrasi yang menumpulkan kreativitas berinovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, gagasan penerapan pendekatan ini muncul belakangan sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah sebagai paradigma baru dalam pengoperasian sekolah. Selama ini, sekolah hanyalah kepanjangan tangan birokrasi pemerintah pusat untuk menyelenggarakan urusan politik pendidikan. Para pengelola sekolah sama sekali tidak memiliki banyak kelonggaran untuk mengoperasikan sekolahnya secara mandiri. Semua kebijakan tentang penyelenggaran pendidikan di sekolah umumnya diadakan di tingkat pemerintah pusat atau sebagian di instansi vertikal dan sekolah hanya menerima apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja muatan kurikulum pendidikan di sekolah adalah urusan pusat, kepala sekolah dan guru harus melaksanakannya sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya. Anggaran pendidikan mengalir dari pusat ke daerah menelusuri saluran birokrasi dengan begitu banyak simpul yang masing-masing menginginkan bagian. Tidak heran jika nilai akhir yang diterima di tingkat paling operasional telah menyusut lebih dari separuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita khawatir, jangan-jangan selama ini lebih dari separuh dana pendidikan sebenarnya dipakai untuk hal-hal yang sama sekali tidak atau kurang berurusan dengan proses pembelajaran di level yang paling operasional, sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MBS adalah upaya serius yang rumit, yang memunculkan berbagai isyu kebijakan dan melibatkan banyak lini kewenangan dalam pengambilan keputusan serta tanggung jawab dan akuntabilitas atas konsekuensi keputusan yang diambil. Oleh sebab itu, semua pihak yang terlibat perlu memahami benar pengertian MBS, manfaat, masalah-masalah dalam penerapannya, dan yang terpenting adalah pengaruhnya terhadap prestasi belajar murid.&lt;br /&gt;Manajemen berbasis sekolah dapat bermakna adalah desentralisasi yang sistematis pada otoritas dan tanggung jawab tingkat sekolah untuk membuat keputusan atas masalah signifikan terkait penyelenggaraan sekolah dalam kerangka kerja yang ditetapkan oleh pusat terkait tujuan, kebijakan, kurikulum, standar, dan akuntabilitas. Tampaknya pemerintah dari setiap negara ingin melihat adanya transformasi sekolah. Transformasi diperoleh ketika perubahan yang signifikan, sistematik, dan berlanjut terjadi, mengakibatkan hasil belajar siswa yang meningkat di segala keadaan (setting), dengan demikian memberikan kontribusi pada kesejahteraan ekonomi dan sosial suatu negara. Manajemen berbasis sekolah selalu diusulkan sebagai satu strategi untuk mencapai transformasi sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen berbasis sekolah telah dilembagakan di tempat-tempat seperti Inggris, dimana lebih dari 25.000 sekolah telah mempraktikkannya lebih dari satu dekade. Atau seperti Selandia Baru atau Victoria, Australia atau di beberapa sistem sekolah yang besar) di Kanada dan Amerika Serikat, dimana terdapat pengalaman sejenis selama lebih dari satu dekade. Praktik manajemen berbasis sekolah di tempat-tempat ini tampaknya tidak dapat dilacak mundur. Satu indikasi skala dan lingkup minat terhadap manajemen berbasis sekolah diagendakan pada Pertemuan Menteri-menteri Pendidikan dari Negara APEC di Chili pada April 2004. APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) merupakan satu jejaring 21 negara yang mengandung sepertiga dari populasi dunia. Tema dari pertemuan adalah “mutu dalam pendidikan” dan tata kelola merupakan satu dari empat sub tema. Perhatian khusus diarahkan pada desentralisasi. Para menteri sangat menyarankan (endorse) manajemen berbasis sekolah sebagai satu strategi dalam reformasi pendidikan, tatapi juga menyetujui aspek-aspek sentralisasi, seperti kerangka kerja bagi akuntabilitas. Mereka mengakui bahwa pengaturannya akan bervariasi di masing-masing negara, yang merefleksikan keunikan tiap-tiap setting.&lt;br /&gt;Manajemen berbasis sekolah memiliki banyak bayangan makna. Ia telah diimplementasikan dengan cara yang berbeda dan untuk tujuan berbeda dan pada laju yang berbeda di tempat yang berbeda. Bahkan konsep yang lebih mendasar dari “sekolah” dan “manajemen” adalah berbeda, seperti berbedanya budaya dan nilai yang melandasi upaya-upaya pembuat kebijakan dan praktisi. Akan tetapi, alasan yang sama di seluruh tempat dimana manajemen berbasis sekolah diimplementasikan adalah bahwa adanya peningkatan otoritas dan tanggung jawab di tingkat sekolah, tetapi masih dalam kerangka kerja yang ditetapkan di pusat untuk memastikan bahwa satu makna sistem terpelihara.&lt;br /&gt;Satu implikasi penting adalah bahwa para pemimpin sekolah harus memiliki kapasitas membuat keputusan terhadap hal-hal signifikan terkait operasi sekolah dan mengakui dan mengambil unsur-unsur yang ditetapkan dalam kerangka kerja pusat yang berlaku di seluruh sekolah&lt;br /&gt;3. Manfaat manajemen berbasis sekolah (MBS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MBS dipandang sebagai alternatif dari pola umum pengoperasian sekolah yang selama ini memusatkan wewenang di kantor pusat dan daerah. MBS adalah strategi untuk meningkatkan pendidikan dengan mendelegasikan kewenangan pengambilan keputusan penting dari pusat dan dearah ke tingkat sekolah. Dengan demikian, MBS pada dasarnya merupakan sistem manajemen di mana sekolah merupakan unit pengambilan keputusan penting tentang penyelenggaraan pendidikan secara mandiri. MBS memberikan kesempatan pengendalian lebih besar bagi kepala sekolah, guru, murid, dan orang tua atas proses pendidikan di sekolah mereka.&lt;br /&gt;Dalam pendekatan ini, tanggung jawab pengambilan keputusan tertentu mengenai anggaran, kepegawaian, dan kurikulum ditempatkan di tingkat sekolah dan bukan di tingkat daerah, apalagi pusat. Melalui keterlibatan guru, orang tua, dan anggota masyarakat lainnya dalam keputusan-keputusan penting itu, MBS dipandang dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif bagi para murid. Dengan demikian, pada dasarnya MBS adalah upaya memandirikan sekolah dengan memberdayakannya.&lt;br /&gt;Para pendukung MBS berpendapat bahwa prestasi belajar murid lebih mungkin meningkat jika manajemen pendidikan dipusatkan di sekolah ketimbang pada tingkat daerah. Para kepala sekolah cenderung lebih peka dan sangat mengetahui kebutuhan murid dan sekolahnya ketimbang para birokrat di tingkat pusat atau daerah. Lebih lanjut dinyatakan bahwa reformasi pendidikan yang bagus sekalipun tidak akan berhasil jika para guru yang harus menerapkannya tidak berperanserta merencanakannya.&lt;br /&gt;Para pendukung MBS menyatakan bahwa pendekatan ini memiliki lebih banyak maslahatnya ketimbang pengambilan keputusan yang terpusat. Maslahat itu antara lain menciptakan sumber kepemimpinan baru, lebih demokratis dan terbuka, serta menciptakan keseimbangan yang pas antara anggaran yang tersedia dan prioritas program pembelajaran. Pengambilan keputusan yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan meningkatkan motivasi dan komunikasi (dua variabel penting bagi kinerja guru) dan pada gilirannya meningkatkan prestasi belajar murid. MBS bahkan dipandang sebagai salah satu cara untuk menarik dan mempertahankan guru dan staf yang berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan MBS yang efektif secara spesifik mengidentifikasi beberapa manfaat spesifik dari penerapan MBS sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Memungkinkan orang-orang yang kompeten di sekolah untuk mengambil keputusan yang akan meningkatkan pembelajaran.&lt;br /&gt;2. Memberi peluang bagi seluruh anggota sekolah untuk terlibat dalam pengambilan keputusan penting.&lt;br /&gt;3. Mendorong munculnya kreativitas dalam merancang bangun program pembelajaran.&lt;br /&gt;4. Mengarahkan kembali sumber daya yang tersedia untuk mendukung tujuan yang dikembangkan di setiap sekolah.&lt;br /&gt;5. Menghasilkan rencana anggaran yang lebih realistik ketika orang tua dan guru makin menyadari keadaan keuangan sekolah, batasan pengeluaran, dan biaya program-program sekolah.&lt;br /&gt;6. Meningkatkan motivasi guru dan mengembangkan kepemimpinan baru di semua level.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pengaruh penerapan MBS terhadap kewenangan pemerintah pusat&lt;br /&gt;(Depdiknas), dinas pendidikan daerah, dan dewan Manajemen sekolah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan MBS dalam sistem yang pemerintahan yang masih cenderung terpusat tentulah akan banyak pengaruhnya. Perlu diingatkan bahwa penerapan MBS akan sangat sulit jika para pejabat pusat dan daerah masih bertahan untuk menggenggam sendiri kewenangan yang seharusnya didelegasikan ke sekolah. Bagi para pejabat yang haus kekuasaan seperti itu, MBS adalah ancaman besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MBS menyebabkan pejabat pusat dan kepala dinas serta seluruh jajarannya lebih banyak berperan sebagai fasilitator pengambilan keputusan di tingkat sekolah. Pemerintah pusat, dalam rangka pemeliharaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tentu saja masih menjalankan politik pendidikan secara nasional. Pemerintah pusat menetapkan standar nasional pendidikan yang antara lain mencakup standar kompetensi, standar fasilitas dan peralatan sekolah, standar kepegawaian, standar kualifikasi guru, dan sebagainya. Penerapan standar disesuaikan dengan keadaan daerah. Standar ini kemudian dioperasionalkan oleh pemerintah daerah (dinas pendidikan) dengan melibatkan sekolah-sekolah di daerahnya. Namun, pemerintah pusat dan daerah harus lebih rela untuk memberi kesempatan bagi setiap sekolah yang telah siap untuk menerapkannya secara kreatif dan inovatif. Jika tidak, sekolah akan tetap tidak berdaya dan guru akan terpasung kreativitasnya untuk berinovasi. Pemerintah harus mampu memberikan bantuan jika sekolah tertentu mengalami kesulitan menerjemahkan visi pendidikan yang ditetapkan daerah menjadi program-program pendidikan yang berkualitas tinggi. Pemerintah daerah juga masih bertanggung jawab untuk menilai sekolah berdasarkan standar yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;Kita belum memiliki pengalaman dengan dewan sekolah, ada rencana untuk mengadakan dewan pendididikan pada tingkat nasional, dewan pendidikan pada tingkat daerah, dan dewan sekolah di setiap sekolah. Di Amerika Serikat, dewan sekolah (di tingkat distrik) berfungsi untuk menyusun visi yang jelas dan menetapkan kebijakan umum pendidikan bagi distrik yang bersangkutan dan semua sekolah di dalamnya. MBS di Amerika Serikat tidak mengubah pengaturan sistem sekolah, dan dewan sekolah masih memiliki kewenangan dengan berbagi kewenangan itu. Namun, peran dewan sekolah tidak banyak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka penerapan MBS di Indonesia, kantor dinas pendidikan kemungkinan besar akan terus berwenang merekrut pegawai potensial, menyeleksi pelamar pekerjaan, dan memelihara informasi tentang pelamar yang cakap bagi keperluan pengadaan pegawai di sekolah. Kantor dinas pendidikan juga sedikit banyaknya masih menetapkan tujuan dan sasaran kurikulum serta hasil yang diharapkan berdasarkan standar nasional yang ditetapkan pemerintah pusat, sedangkan sekolah menentukan sendiri cara mencapai tujuan itu. Sebagian daerah boleh jadi akan memberi kewenangan bagi sekolah untuk memilih sendiri bahan pelajaran (buku misalnya), sementara sebagian yang lain mungkin akan masih menetapkan sendiri buku pelajaran yang akan dipakai dan yang akan digunakan seragam di semua sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat, kebanyakan sekolah memiliki apa yang disebut dewan manajemen sekolah (school management council). Dewan ini beranggotakan kepala sekolah, wakil orang tua, wakil guru, dan di beberapa tempat juga anggota masyarakat lainnya, staf administrasi, dan wakil murid. Dewan ini melakukan analisis kebutuhan dan menyusun rencana tindakan yang memuat tujuan dan sasaran terukur yang sejalan dengan kebijakan dewan sekolah di tingkat distrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa distrik, dewan manajemen sekolah mengambil semua keputusan pada tingkat sekolah. Di sebagian distrik yang lain, dewan ini memberi pendapat kepada kepala sekolah, yang kemudian memutuskannya. Kepala sekolah memainkan peran yang besar dalam proses pengambilan keputusan, apakah sebagai bagian dari sebuah tim atau sebagai pengambil keputusan akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hampir semua model MBS, setiap sekolah memperoleh anggaran pendidikan dalam jumlah tertentu yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Pemerintah daerah menentukan jumlah yang masuk akal anggaran total yang diperlukan untuk pelaksanaan supervisi pendidikan di daerahnya, seperti biaya administrasi dan transportasi dinas, dan mengalokasikan selebihnya ke setiap sekolah. Alokasi ke setiap sekolah ini ditentukan berdasarkan formula yang memperhitungkan jumlah dan jenis murid di setiap sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sekolah menentukan sendiri pengeluaran anggaran yang dialokasikan kepada mereka untuk pembayaran gaji pegawai, peralatan, pasok, dan pemeliharaan. Kemungkinan variasi penggunaan anggaran dalam setiap daerah dapat terjadi dan tidak perlu disesalkan, karena seragam belum tentu bagus. Misalnya, di sebagian daerah, sisa anggaran dapat ditambahkan ke anggaran tahun berikutnya atau dialihkan ke program yang memerlukan dana lebih besar. Dengan cara ini, didorong adanya perencanaan jangka panjang dan efisiensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Syarat Penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS)&lt;br /&gt;Sejak awal, pemerintah (pusat dan daerah) haruslah suportif atas gagasan MBS. Mereka harus mempercayai kepala sekolah dan dewan sekolah untuk menentukan cara mencapai sasaran pendidikan di masing-masing sekolah. Penting artinya memiliki kesepakatan tertulis yang memuat secara rinci peran dan tanggung jawab dewan pendidikan daerah, dinas pendidikan daerah, kepala sekolah, dan dewan sekolah. Kesepakatan itu harus dengan jelas menyatakan standar yang akan dipakai sebagai dasar penilaian akuntabilitas sekolah. Setiap sekolah perlu menyusun laporan kinerja tahunan yang mencakup “seberapa baik kinerja sekolah dalam upayanya mencapai tujuan dan sasaran, bagaimana sekolah menggunakan sumber dayanya, dan apa rencana selanjutnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diadakan pelatihan dalam bidang-bidang seperti dinamika kelompok, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, penanganan konflik, teknik presentasi, manajemen stress, serta komunikasi antarpribadi dalam kelompok. Pelatihan ini ditujukan bagi semua pihak yang terlibat di sekolah dan anggota masyarakat, khususnya pada tahap awal penerapan MBS. Untuk memenuhi tantangan pekerjaan, kepala sekolah kemungkinan besar memerlukan tambahan pelatihan kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, penerapan MBS mensyaratkan yang berikut.&lt;br /&gt;1. MBS harus mendapat dukungan staf sekolah.&lt;br /&gt;2. MBS lebih mungkin berhasil jika diterapkan secara bertahap.&lt;br /&gt;Kemungkinan diperlukan lima tahun atau lebih untuk menerapkan MBS secara berhasil.&lt;br /&gt;3. Staf sekolah dan kantor dinas harus memperoleh pelatihan penerapannya, pada saat yang sama juga harus belajar menyesuaikan diri dengan peran dan saluran komunikasi yang baru.&lt;br /&gt;4. Harus disediakan dukungan anggaran untuk pelatihan dan penyediaan waktu bagi staf untuk bertemu secara teratur.&lt;br /&gt;5. Pemerintah pusat dan daerah harus mendelegasikan wewenang kepada kepala sekolah, dan kepala sekolah selanjutnya berbagi kewenangan ini dengan para guru dan orang tua murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hambatan Dalam Penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS)&lt;br /&gt;Beberapa hambatan yang mungkin dihadapi pihak-pihak berkepentingan dalam penerapan MBS adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Tidak Berminat Untuk Terlibat&lt;br /&gt;Sebagian orang tidak menginginkan kerja tambahan selain pekerjaan yang sekarang mereka lakukan. Mereka tidak berminat untuk ikut serta dalam kegiatan yang menurut mereka hanya menambah beban. Anggota dewan sekolah harus lebih banyak menggunakan waktunya dalam hal-hal yang menyangkut perencanaan dan anggaran. Akibatnya kepala sekolah dan guru tidak memiliki banyak waktu lagi yang tersisa untuk memikirkan aspek-aspek lain dari pekerjaan mereka. Tidak semua guru akan berminat dalam proses penyusunan anggaran atau tidak ingin menyediakan waktunya untuk urusan itu.&lt;br /&gt;2). Tidak Efisien&lt;br /&gt;Pengambilan keputusan yang dilakukan secara partisipatif adakalanya menimbulkan frustrasi dan seringkali lebih lamban dibandingkan dengan cara-cara yang otokratis. Para anggota dewan sekolah harus dapat bekerja sama dan memusatkan perhatian pada tugas, bukan pada hal-hal lain di luar itu.&lt;br /&gt;3). Pikiran Kelompok&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat bersama, para anggota dewan sekolah kemungkinan besar akan semakin kohesif. Di satu sisi hal ini berdampak positif karena mereka akan saling mendukung satu sama lain. Di sisi lain, kohesivitas itu menyebabkan anggota terlalu kompromis hanya karena tidak merasa enak berlainan pendapat dengan anggota lainnya. Pada saat inilah dewan sekolah mulai terjangkit “pikiran kelompok.” Ini berbahaya karena keputusan yang diambil kemungkinan besar tidak lagi realistis.&lt;br /&gt;4) Memerlukan Pelatihan&lt;br /&gt;Pihak-pihak yang berkepentingan kemungkinan besar sama sekali tidak atau belum berpengalaman menerapkan model yang rumit dan partisipatif ini. Mereka kemungkinan besar tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang hakikat MBS sebenarnya dan bagaimana cara kerjanya, pengambilan keputusan, komunikasi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;5) Kebingungan Atas Peran dan Tanggung Jawab Baru&lt;br /&gt;Pihak-pihak yang terlibat kemungkinan besar telah sangat terkondisi dengan iklim kerja yang selama ini mereka geluti. Penerapan MBS mengubah peran dan tanggung jawab pihak-pihak yang berkepentingan. Perubahan yang mendadak kemungkinan besar akan menimbulkan kejutan dan kebingungan sehingga mereka ragu untuk memikul tanggung jawab pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;6). Kesulitan Koordinasi&lt;br /&gt;Setiap penerapan model yang rumit dan mencakup kegiatan yang beragam mengharuskan adanya koordinasi yang efektif dan efisien. Tanpa itu, kegiatan yang beragam akan berjalan sendiri ke tujuannya masing-masing yang kemungkinan besar sama sekali menjauh dari tujuan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pihak-pihak yang berkepentingan telah dilibatkan sejak awal, mereka dapat memastikan bahwa setiap hambatan telah ditangani sebelum penerapan MBS. Dua unsur penting adalah pelatihan yang cukup tentang MBS dan klarifikasi peran dan tanggung jawab serta hasil yang diharapkan kepada semua pihak yang berkepentingan. Selain itu, semua yang terlibat harus memahami apa saja tanggung jawab pengambilan keputusan yang dapat dibagi, oleh siapa, dan pada level mana dalam organisasi.&lt;br /&gt;Anggota masyarakat sekolah harus menyadari bahwa adakalanya harapan yang dibebankan kepada sekolah terlalu tinggi. Pengalaman penerapannya di tempat lain menunjukkan bahwa daerah yang paling berhasil menerapkan MBS telah memfokuskan harapan mereka pada dua maslahat: meningkatkan keterlibatan dalam pengambilan keputusan dan menghasilkan keputusan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang berhubungan Prestasi Belajar Murid&lt;br /&gt;MBS merupakan salah satu gagasan yang diterapkan untuk meningkatkan pendidikan umum. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran murid. Dengan demikian, ia bukan sekadar cara demokratis melibatkan lebih banyak pihak dalam pengambilan keputusan. Keterlibatan itu tidak berarti banyak jika keputusan yang diambil tidak membuahkan hasil lebih baik.&lt;br /&gt;Kita belum memiliki pengalaman untuk mengaitkan penerapan MBS dengan prestasi belajar murid. Di Amerika Serikat (David Peterson, ERIC_Digests, 2002) upaya mengaitkan MBS dengan prestasi belajar murid masih problematis. Belum banyak penelitian kuantitatif yang telah dilakukan dalam topik ini. Selain itu, masih diragukan apakah benar penerapan MBS berkaitan dengan prestasi murid. Boleh jadi masih banyak faktor lain yang mungkin mempengaruhi prestasi itu setelah diterapkannya MBS. Masalah penelitian ini makin diperparah dengan tiadanya definisi standar mengenai MBS. Studi yang dilakukan tidak selamanya mengindikasikan sejauhmana sekolah telah mendistribusikan kembali wewenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu studi yang dilakukan yang menelaah ratusan dokumen justru menunjukkan bahwa dalam banyak contoh, MBS tidak mencapai tujuan yang ditetapkan. Studi itu menunjukkan bahwa peningkatan prestasi murid tampaknya hanya terjadi di sejumlah sekolah yang dijadikan pilot studi dan dalam jangka waktu tidak lama pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil MBS di daerah perkotaan masih belum jelas benar. Di sekolah di daerah pingiran kota Maryland menunjukkan adanya peningkatan prestasi murid dalam skor tes terutama di kalangan orang Amerika keturunan Afrika, setelah menerapkan lima langkah rencana reformasi, termasuk MBS. Namun, di tempat lain, seperti Dade County, Florida, setelah menerapkan MBS selama tiga tahun, prestasi murid di sekolah-sekolah dalam kota justru menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun peningkatan skor tes mungkin dapat dipakai sebagai indikasi langsung kemampuan MBS meningkatkan prestasi belajar murid, cukup banyak pula bukti tidak langsung. Misalnya, sudi kasus yang dilakukan terhadap dua distrik sekolah di Kanada menunjukkan bahwa pengambilan keputusan yang didesentralisasikan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih efektif. Salah seorang guru memutuskan untuk mengurangi penggunaan mesin fotokopi agar dapat mempekerjakan staf tambahan. Tinjauan tahunan sekolah menunjukkan bahwa kepuasan murid sekolah menengah pertama dan lanjutan meningkat terhadap banyak hal setelah diadakannya pembaruan. Para murid menunjukkan adanya peningkatan dalam bidang-bidang penting seperti kegunaan dan efektivitas mata pelajaran dan penekanan sekolah atas sejumlah kecakapan dasar.&lt;br /&gt;Pengambilan keputusan bersama telah meningkatkan kejelasan guru tentang tujuan pengajaran serta metode yang pada gilirannya meningkatkan efektivitas pengajaran. MBS dipandang meningkatkan kepuasan kerja guru, khususnya ketika para guru memainkan peranan yang lebih menentukan ketimbang sekadar memberikan saran. Di Dade County, Florida, studi yang dilakukan menunjukkan bahwa tiga tahun penerapan MBS memberi kontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih nyaman dan lebih sedikit murid yang bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, survei yang dilakukan di Chicago menunjukkan bahwa MBS tidak selamanya popular di kalangan guru. Tiga perempat dari seratus orang guru yang disurvei menyatakan bahwa reformasi desentralisasi sekolah di Chicago telah gagal meningkatkan prestasi belajar murid, dan bahkan lebih banyak lagi responden yang menyangkal bahwa perubahan itu telah meningkatkan motivasi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi-studi terkini (Caldwell &amp; Hayward, 1998; Caldwell &amp; Spinks, 1998; Fullan &amp; Watson, 2000; Ouchi &amp; Segal, 2003; Volansky &amp; Friedman, 2003) telah menggarisbawahi pentingnya pembuatan keputusan setempat yang sejak awal tertuju pada belajar dan mengajar dan dukungan terhadap belajar dan mengajar, terutama dalam membangun kapasitas staf untuk mendesain dan menyampaikan kurikulum dan pembelajaran yang memenuhi kebutuhan siswa, dengan memperhatikan prioritas kebutuhan setempat, termasuk kemampuan mengidentifikasi kebutuhan dan memonitori keluaran. Juga terlihat pentingnya membangun kapasitas masyarakat untuk mendukung upaya sekolah. Dengan kata lain, penerapakn manajemen berbasis sekolah mungkin tidak berdampak pada belajar kecuali aturan-aturan ini, yang secara umum disebut peningkatan kapasitas dan pemanfaatan kapasitas, telah berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat makro, studi internasional tentang prestasi siswa seperti TIMSS dan TIMSS-R dan PISA dan PISA telah mengkonfirmasi pentingnya keseimbangan antara sentralisasi dan desentralisasi, dengan manajemen berbasis sekolah relatif lebih tinggi sebagai satu unsur desentralisasi, termasuk pembuatan keputusan lokal menyangkut masalah personel, profesionalisme, monitoring keluaran, dan membangun dukungan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal di atas mencerminkan pentingnya modal intelektual dan modal sosial dalam membangun satu sistem sekolah yang mengelola diri sendiri. (self-managing school). Membangun modal intelektual merupakan contoh pengembangan kapasitas, yang dibahas lebih rinci pada proposisi 11. Modal sosial merujuk pada membangun hubungan yang saling mendukung di antara sekolah, rumah, masyarakat, lembaga keagamaan, dunia usaha dan industri, dan lembaga lain di sektor publik dan swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman menunjukkan bahwa, batapapun kuatnya kehendak strategis, diperluan waktu betahun-tahun agar pergeseran dalam keseimbangan antara sentralisasi dan desentralisasi memungkinkan desentralisasi berdampak pada keluaran. Ini merupakan pengesahan satu legislasi untuk pergeseran kewenangan, otoritas, tanggung jawab, dan pengaruh dari satu tingkat ke tingkat lain pergeseran itu merupakan perubahan dalam struktur. Pergeseran lain adalah membangun kapasitas agar diperoleh dampak yang diharapkan dari belajar dan mengubah kultur di semua tingkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu implikasi penting adalah, pemimpin sekolah harus memastikan bahwa dia dan koleganya memperbarui pengetahuan tentang praktik yang baik dalam peningkatan sekolah, dan bahwa membangun modal sosial dan intelektual merupakan inti pekerjaan pemimpin senior di sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktik penerapannya di Amerika Serikat ada indikasi bahwa banyak kelemahan MBS dikarenakan penerapannya yang tidak komprehensif; artinya MBS diterapkan sepotong-sepotong. Para anggota dewan sekolah biasanya dikendalikan oleh kepala sekolah, sedangkan pihak-pihak lain tidak banyak berperan. Pola lama di mana administrator pendidikan menetapkan kebijakan, guru mengajar, dan orang tua mendukung tampaknya masih dipertahankan. Pola yang tertanam kuat ini sukar ditanggulangi. Apabila para anggota dewan tidak disiapkan dengan baik, mereka seringkali sangat bingung dan cemas untuk mengemban tanggung jawabnya yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga Tim MBS hanya berkonsentrasi pada hal-hal di luar kegiatan pembelajaran. Pengamatan penerapan MBS menunjukkan bahwa dewan sekolah cenderung memusatkan perhatian pada kegiatan-kegiatan-kegiatan seperti penghargaan dan pendisiplinan murid ketimbang pada pengajaran dan kurikulum. Selain itu, ada pula indikasi bahwa MBS membuat kepala sekolah menjadi lebih berminat dengan hal-hal teknis administratif dengan mengorbankan aspek pembelajaran. Dengan kata lain, peran kepemimpinan pendidikannya diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kekurangpedulian terhadap proses pembelajaran di dalam kelas bukanlah penyakit bawaan MBS. Tim MBS tidak dapat dipersalahkan karena tidak berhasil mendongkrak skor tes murid jika mereka tidak mendapat kewenangan untuk melakukan hal itu. Misalnya, pengamatan di Chicago menunjukkan bahwa wewenang pendidikan sebagian besar telah didelegasikan kepada orang tua dan anggota masyarakat lainnya. Selain itu, tidaklah fair untuk mengharapkan adanya dampak atas suatu reformasi pendidikan di daerah pinggiran kota besar yang telah porak-poranda oleh seringnya terjadi kasus-kasus kebrutalan, kejahatan, dan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bagaimana Agar MBS Meningkatkan Prestasi Belajar ?&lt;br /&gt;MBS tidak boleh dinyatakan gagal sebelum memperoleh kesempatan yang adil untuk diterapkan. Banyak program yang tidak berkonsentrasi pada prestasi pendidikan, dan banyak pula yang merupakan variasi dari model hierarkis tradisional ketimbang penataan ulang wewenang pengambilan keputusan secara aktual. Pengalaman penerapan di negara lain menunjukkan bahwa daerah yang benar-benar mendelegasikan wewenang secara substansial kepada sekolah cenderung memiliki pimpinan yang mendukung eksperimentasi dan yang memberdayakan pihak lain. Ada indikasi bahwa pembaruan yang berhasil juga mengharuskan adanya jaringan komunikasi, komitmen finansial terhadap pertumbuhan profesional, dukungan dari semua komponan komunitas sekolah. Selain itu, pihak yang terlibat harus benar-benar mau dan siap memikul peran dan tanggung jawab baru. Para guru harus disiapkan memikul tanggung jawab dan menerima kewenangan untuk berinisiatif meningkatkan pembelajaran dan bertanggung jawab atas kinerja mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan MBS yang efektif seyogyanya dapat mendorong kinerja kepala sekolah dan guru yang pada gilirannya akan meningkatkan prestasi murid. Oleh sebab itu, harus ada keyakinan bahwa MBS memang benar-benar akan berkontribusi bagi peningkatan prestasi murid. Ukuran prestasi harus ditetapkan multidimensional, jadi bukan hanya pada dimensi prestasi akademik. Dengan taruhan seperti itu, daerah-daerah yang hanya menerapkan MBS sebagai mode akan memiliki peluang yang kecil untuk berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, sudahkan daerah siap melaksanakan MBS? Penulis khawatir tidak banyak daerah di Indonesia yang benar-benar siap menerapkan MBS. Masih terlalu banyak hambatan yang harus ditanggulangi sebelum benar-benar menetapkan MBS sebagai model untuk melakukan perubahan.&lt;br /&gt;Manajemen berbasis sekolah telah menimbulkan perdebatan karena berbagai kekuatan pendorong telah membentuk kebijakan, dan kekuatan-kekuatan ini telah tercermin atau diduga mencerminkan preferensi politik atau orientasi ideologi. Manajemen berbasis sekolah yang digerakkan oleh kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan profesi sering diasosiasikan dengan pemerintahan Pusat. Manajemen berbasis sekolah telah digerakkan oleh kepentingan untuk memberikan kebebasan yang lebih besar atau lebih banyak diferensiasi sering diasosiasikan dengan pemerintahan Daerah, Manajemen berbasis sekolah yang telah digerakkan, dimana manajemen berbasis sekolah sering dipandang sebagai manifestasi dari upaya menciptakan satu pasar di antara sekolah dalam sistem pendidikan umum.&lt;br /&gt;Manajemen berbasis sekolah sering menimbulkan perdebatan pada tahap-tahap awal pengadopsian, tetapi ia terus diterima setelah beberapa waktu, sedemikian rupa sehingga hanya sedikit pemangku kepentingan ingin kembali pada pendekatan yang lebih sentralistik dalam mengelola sekolah.&lt;br /&gt;Akan tetapi ada pengecualian penting, terutama mengenai kasus di Hong Kong – Cina. School Management Initiative (SMI) merupakan inisitatif manajemen berbasis sekolah mulai awal 1990-an. Tetapi pelaksanaannya lambat, terutama pada sektor yang dibantu, dimana banyak orang berpendapat bahwa SMI menghambat ketimbang memberdayakan. Leung (2003) menyimpulkan bahwa “tujuan reformasi desentralisasi oleh pemerintah adalah memperkuat kendali dan memastikan mutu pendidikan melalui teknik-teknik manajemen. Yaitu bahwa ‘mutu’ diartikan dalam hal penggunaan sumber daya yang lebih efisien, asesmen keluaran (outcome), indikator kinerja, dan evaluasi eksternal. Bukan pembagian kewenangan ataupun pemberdayaan stakeholder menjadi tujuan”. Reformasi tetap menjadi perdebatan di Hong Kong.&lt;br /&gt;Dalam analisis terakhir, meskipun ada kekuatan pendorong yang lain, kriteria kritis untuk menilai efektivitas reformasi yang mencakup manajemen berbasis sekolah adalah sejauh mana manajemen berbasis sekolah mengarah pada atau berhubungan dengan pencapaian hasil belajar yang membaik, termasuk prestasi siswa ke tingkat yang lebih tinggi, bagaimana pun mengukurnya.&lt;br /&gt;Belakangan banyak terjadi perubahan dalam pandangan bahwa tujuan utama manajemen berbasis sekolah adalah peningkatan hasil pembelajaran, dan untuk alasan inilah, kebanyakan pemerintahan memasukkan manajemen berbasis sekolah dalam kebijakan bagi reformasi pendidikan.&lt;br /&gt;Satu implikasi penting adalah bahwa pemimpin sekolah harus memastikan bahwa perhatian masyarakat sekolah (termasuk tenaga kependidikan) tidak hentinya difokuskan pada hasil belajar siswa, dan ini harus menjadi kepedulian utama meskipun makna manajemen berbasis sekolah sangat sering menimbulkan perdebatan.&lt;br /&gt;Para pengeritik sering mengutip temuan ini. Akan tetapi banyak dari penelitian terdahulu hanya mengambil informasi atau opini dari sistem dimana dampak dari keluaran tidak pernah menjadi tujaun utama, atau bahkan tujuan kedua.&lt;br /&gt;Hal ini terutama berlaku bila manajemen berbasis sekolah diimplementasikan sebagai satu strategi untuk membongkar birokrasi pusat yang besar, mahal, dan tidak responsif atau sebagai satu strategi untuk memberdayakan masyarakat dan profesional. Bahkan ketika dampak atas keluaran menjadi tujuan utama, sulit menarik kesimpulan terhadap dampak karena database tentang prestasi siswa lemah.&lt;br /&gt;Satu telaah terhadap penelitian (Caldwell, 2002) menunjukkan bahwa telah ada tiga generasi studi, dan justeru pada studi generasi ketiga bahwa bukti dampak pada hasil ditemukan, tetapi hanya bila kondisi-kondisi tertentu dipenuhi. Generasi pertama adalah saat di mana dampak atas hasil tidak menjadi tujuan utama atau kedua. Generasi kedua adalah ketika dampak menjadi tujuan utama atau kedua tetapi database lemah. Ketiga, muncul pada akhir 1990-an dan dengan mengumpulnya momentum awal 2000-an, yang berbarengan dengan kepedulian terhadap hasil belajar dan pengembangan database yang kuat.&lt;br /&gt;Satu implikasi penting adalah, para pemimpin sekolah harus sadar bahwa manajemen-diri tidaklah selalu berdampak pada hasil belajar siswa dan mereka harus melakukan setiap upaya untuk menjamin bahwa ada mekanisme untuk menghubungkan manajemen dengan beberapa area dalam pelaksanaan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian tentang dampak penerapan MBS terhadap mutu pendidikan ternyata sangat bervariasi. Ada penelitian yang menyatakan negatif. Ada yang kosong-kosong. Ada pula yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan oleh Leithwood dan Menzies (1998a) dengan 83 studi empirikal tentang MBS menyatakan bahwa penerapan MBS terhadap mutu pendidikan ternyata negatif, “there is virtually no firm”. Fullan (1993) juga menyatakan kesimpulan yang kurang lebih sama. “There is also no doubt that evidence of a direct cause-and-effect relationship between self-management and improved outcomes is minimal”. Tidak diragukan lagi bahwa hubungan sebab akibat hubungan antara MBS dengan peningkatan mutu hasil pendidikan adalah minimal. Hal ini dapat dimengerti karena penerapan MBS tidak secara langsung terkait dengan kejadian di ruang kelas.&lt;br /&gt;Sebaliknya, Gaziel (1998) menyimpulkan hasil penelitian di sekolah-sekolah Esrael bahwa ”greater school autonomy has a positive impact on teacher motivation and commitment and on the school’s achievement”.&lt;br /&gt;Pemberian otonomi yang lebih besar kepada sekolah telah mempunyai dampak positif terhadap motivasi dan komitmen guru dan terhadap keberhasilan sekolah. Hasil penelitan William (1997) di Kerajaan Inggris dan New Zealand menunjukkan bahwa “the increase decision-making power of principals has allowed them to introduce innovative programs and practices”. Peningkatan kemampuan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan telah membuat memperkenalkan program dan praktik (penyelenggaraan pendidikan) yang inovatif. Geoff Spring, arsitek reformasi di Australia Selatan dan Victoria menyatakan bahwa “school-based management has led to higher student achievement” De Grouwe (1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menggembirakan juga dinyatakan oleh King dan Ozler (1998) menyatakan bahwa “enhanced community and parental involvement in EDUCO schools has improved students’ language skills and diminished absenteeism”. Jemenez dan Sawada (1998) menyimpulkan bahwa pelibatan masyarakat dan orangtua siswa mempunyai dampak jangka panjang dalam peningkatan hasil belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Penerapan MBS&lt;br /&gt;Konsep MBS merupakan kebijakan baru yang sejalan dengan paradigma desentraliasi dalam pemerintahan. Strategi apa yang diharapkan agar penerapan MBS dapat benar-benar meningkatkan mutu pendidikan.&lt;br /&gt;1. Salah satu strategi adalah menciptakan prakondisi yang kondusif untuk dapat menerapkan MBS, yakni peningkatan kapasitas dan komitmen seluruh warga sekolah, termasuk masyarakat dan orangtua siswa. Upaya untuk memperkuat peran kepala sekolah harus menjadi kebijakan yang mengiringi penerapan kebijakan MBS. ”An essential point is that schools and teachers will need capacity building if school-based management is to work”. Demikian De grouwe menegaskan.&lt;br /&gt;2. Membangun budaya sekolah (school culture) yang demokratis, transparan, dan akuntabel. Termasuk membiasakan sekolah untuk membuat laporan pertanggungjawaban kepada masyarakat. Model memajangkan RAPBS di papan pengumuman sekolah yang dilakukan oleh Managing Basic Education (MBE) merupakan tahap awal yang sangat positif. Juga membuat laporan secara insidental berupa booklet, leaflet, atau poster tentang rencana kegiatan sekolah. Alangkah serasinya jika kepala sekolah dan ketua Komite Sekolah dapat tampil bersama dalam media tersebut.&lt;br /&gt;3. Pemerintah pusat lebih memainkan peran monitoring dan evaluasi. Dengan kata lain, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu melakukan kegiatan bersama dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan MBS di sekolah, termasuk pelaksanaan block grant yang diterima sekolah.&lt;br /&gt;4. Mengembangkan model program pemberdayaan sekolah. Bukan hanya sekedar melakukan pelatihan MBS, yang lebih banyak dipenuhi dengan pemberian informasi kepada sekolah. Model pemberdayaan sekolah berupa pendampingan atau fasilitasi dinilai lebih memberikan hasil yang lebih nyata dibandingkan dengan pola-pola lama berupa penataran MBS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu cara yang berguna dalam menyimpulkan adalah melihat tantangan sebagai satu cara menciptakan suatu jenis sistem pendidikan baru yang sesuai abad ke-21. Kita membutuhkan sistem-sistem baru yang terus-menerus mampu merekonfigurasi kembali dirinya untuk menciptakan sumber nilai publik baru. Ini berarti secara interaktif menghubungkan lapisan-lapisan dan fungsi tata kelola yang berbeda, bukan mencari cetak biru (blueprint) yang statis yang membatasi berat relatifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan mendasar bukannya bagaimana kita secara tepat dapat mencapai keseimbangan yang tepat antara lapisan-lapisan pusat, regional, dan lokal atau antara sektor-sektor berbeda: publik, swasta, dan sukarela. Justeru, kita perlu bertanya Bagaimana suatu sistem secara keseluruhan menjadi lebih dari sekedar jumlah dari bagian-bagiannya ?. (Bentley &amp; Wilsdon, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana dikatakan, manajemen berbasis sekolah bukanlah “senjata ampuh” yang akan menghantar pada harapan reformasi sekolah. Bila diimplementasikan dengan kondisi yg benar, ia menjadi satu dari sekian strategi yang diterapkan dalam pembaharuan terus-menerus dengan strategi yang melibatkan pemerintah, penyelenggara, dewan manajemen sekolah dalam satu sistem sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;Caldwell, B. J. (2002). Autonomy and self-management: Concepts and evidence. In Bush, T., &amp; Bell, L. (Eds.), The Principles and Practice of Educational Management’ (pp. 21-40 ). London: Paul Chapman Publishing.&lt;br /&gt;Bentley, T. &amp; Wilsdon, J. (2004). The Adaptive State: London: Demos.&lt;br /&gt;Caldwell, B. J., &amp; Hayward, D. K. (1998). The Future of Schools: Lessons from the Reform of Public Education. London: Falmer Press.&lt;br /&gt;Caldwell, B. J., &amp; Spinks, J. M. (1998). Beyond the Self-Managing School. London: Falmer Press.&lt;br /&gt;Fullan, M., &amp; Watson, N. (2000). School-based management: Reconceptualizing to improve learning outcomes. School Effectiveness and School Improvement, 11(4), 453-474.&lt;br /&gt;Hargreaves, D. (2003). Education Epidemic. London: Demos.&lt;br /&gt;Jesson, D. (2004). Educational Outcomes andValueAdded by Specialist Schools. London: Specialist Schools Trust.&lt;br /&gt;Leung, Y.H. (2003). The politics of decentralization: A case study of school management reform in Hong Kong. In Mok, K.H. (Ed.), Centralization and Decentralization: Educational Reforms and Changing Governance in Chinese Societies (pp. 21-38). Hong Kong: Comparative Education Research Centre, The University of Hong Kong, &amp; Kluwer Academic Publishers.&lt;br /&gt;LLECE (2002). Qualitative Study of Schools with Outstanding Results in Seven Latin American Countries. Report of the Latin American Laboratory for Assessment of the Quality of Education (LLECE). Santiago: UNESCO.&lt;br /&gt;Ouchi, W. G., &amp; Segal, L. G. (2003). Making Schools Work: A Revolutionary Plan To Get Your Children The Education They Need. New York: Simon &amp; Schuster.&lt;br /&gt;Prime Minister’s Delivery Unit (2003). ‘Key Stage 4 Priority Review: Final Report’. London: PMDU.&lt;br /&gt;Ross, K. N., &amp; Levacic, R. (Eds.). (1999). Needs-Based Resource Allocation in Education Via Formula Funding of Schools. Paris: International Institute for Educational Planning, UNESCO.&lt;br /&gt;Volansky, A., &amp; Friedman, I. A. (2003). School-based management: An International Perspective. Israel: Ministry of Education.&lt;br /&gt;American Association of School Administrators, National Association of Elementary&lt;br /&gt;School Principals, and National Association of Secondary School Principals. School-&lt;br /&gt;Based Management: A Strategy for Better Learning. Arlington, Virginia: 1988.&lt;br /&gt;David Peterson, School-Based Management and Student Performance,&lt;br /&gt;Ditulis dalam Makalah Media Pembelajaran, Makalah Pengelolaan Kelas, Makalah Pengelolaan Pendidikan, Makalah Perencanaan Pembelajaran, Makalah ilmu Pendidikan, makalah Manajemen Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/05/15/manajemen-berbasis-sekolah-mbs/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-2086828563401259985?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/2086828563401259985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=2086828563401259985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/2086828563401259985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/2086828563401259985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/sekolah-adalah-salah-satu-dari-tripusat.html' title=''/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-1390892562429090074</id><published>2010-05-16T07:03:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T07:04:07.444-07:00</updated><title type='text'>Resume Propen</title><content type='html'>Resume Propen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ProfesionalØ&lt;br /&gt;- Setiap orang yang dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik dan dapat memuaskan orang lain&lt;br /&gt;- Melakukan sesuatu sebagai pekerjaan pokok dan bukan sekedar mengisi waktu luang.&lt;br /&gt;- Pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh sesorang dan menjadi sumber penghasilan.&lt;br /&gt;- Merujuk pada suatu pekerjaan yang dilakukan oleh pelaku atas dasar suatu janji publik dan sumpah bahwa mereka akan menjalankan tugas sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ProfesionalismeØ&lt;br /&gt;Merupakan sikap dari seorang profesional, sebuah pandangan untuk selalu berfikir, bersikap, bekerja dengan sungguh-sungguh, kerja keras, sepenuh waktu, loyalitas tinggi, dan penuh dedikasi untuk menyelesaikan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ProfesorØ&lt;br /&gt;Merupakan pangkat akademik dari bagi seorang dosen yang telah memiliki cum 900-1000, untuk suatu bidang ilmu tertentu dan SK-nya dikeluarkan oleh presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ProfesiØ&lt;br /&gt;Merujuk pada suatu pekerjaan yang dilakukan oleh peaku atas dasar suatu janji public dan sumpah bahwa mereka akan menjalankan tugas sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;Ciri-ciri profesi:&lt;br /&gt;1. Melaksanakan pekerjaan secara purna waktu&lt;br /&gt;2. Didasarkan panggilan hidup, terikat norma dan aturan.&lt;br /&gt;3. Memiliki derajat otonomi tinngi.&lt;br /&gt;4. Melakukan pengembangan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan ProfesiØ&lt;br /&gt;1. Melibatkan kegiatan intelektual.&lt;br /&gt;2. Menjanjikan karier permanen bagi pemegangnya.&lt;br /&gt;3. Didhului persiapan yang lama (melalui pendidikan formal).&lt;br /&gt;4. Memiliki standar baku tersendiri.&lt;br /&gt;5. Mementingkan layanan pada mesyarakat.&lt;br /&gt;6. Memiliki organisasi profesi.&lt;br /&gt;7. Menekuni suatu ilmu tertentu.&lt;br /&gt;8. Melakukan pelatihan jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga KependidikanØ&lt;br /&gt;Orang yang berkiprah dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;- Anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.&lt;br /&gt;- Bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, penguasaan, dan pelayanan teknik untuk menunjang proses pendidikan.&lt;br /&gt;Tenaga Kependidikan&lt;br /&gt;Meliputi:&lt;br /&gt;1. Pendidik&lt;br /&gt;2. Pengelola suatu pendidikan&lt;br /&gt;3. Pemilik atau pengawas&lt;br /&gt;4. Peneliti dan pengembang di bidang pendidikan&lt;br /&gt;5. Pustakawan, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PendidikØ&lt;br /&gt;• Tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilaihasil pembelajaran, danm melakukan pembimbingan.&lt;br /&gt;• Tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagi guru, dosen, konselor, pamong, instruktur, fasilitator, widyaiswara, dan sebutan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode Etik ProfesiØ&lt;br /&gt;Kode Etik merupakan norma-norma yang harus ditaati. Tujuan kode etik yaitu:&lt;br /&gt;a. Menjaga dan memelihara,&lt;br /&gt;b. Menjunjung tinggi martabat profesi,&lt;br /&gt;c. Meningkatkan haega diri (kehormatan) suatu organisasi profesi,&lt;br /&gt;d. Meningkatkan pengabdian para anggota perofesi, dan&lt;br /&gt;e. Kesejahteraan para anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran Sikap ProfesionalØ&lt;br /&gt;1. Organisasi Profesi&lt;br /&gt;2. Teman sejawat&lt;br /&gt;3. Anak didik&lt;br /&gt;4. Peraturan perundang-undangan&lt;br /&gt;5. Tempat kerja&lt;br /&gt;6. Pemimpin&lt;br /&gt;7. Pekerjaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari pembicara: Amril Muhammad, M.Pd&lt;br /&gt;Kuliah Propen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-1390892562429090074?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://niningsulistyoningrum.wordpress.com/' title='Resume Propen'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/1390892562429090074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=1390892562429090074' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1390892562429090074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1390892562429090074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/05/resume-propen.html' title='Resume Propen'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-4117389367809094296</id><published>2010-03-14T05:46:00.001-07:00</published><updated>2010-03-14T05:46:49.604-07:00</updated><title type='text'>Resume Propen Lagi Ke 2</title><content type='html'>Konsep Dasar Profesi Kependidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Profesional&lt;br /&gt;1. Setiap orang yang dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik dan dapat memuaskan orang lain&lt;br /&gt;2. Melakukan sesuatu sebagai pekerjaan pokok dan bukan sekedar mengisi waktu luang.&lt;br /&gt;3. Pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh sesorang dan menjadi sumber penghasilan.&lt;br /&gt;4. Merujuk pada suatu pekerjaan yang dilakukan oleh pelaku atas dasar suatu janji publik dan sumpah bahwa mereka akan menjalankan tugas sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesionalisme&lt;br /&gt;Merupakan sikap dari seorang profesional, sebuah pandangan untuk selalu berfikir, bersikap, bekerja dengan sungguh-sungguh, kerja keras, sepenuh waktu, loyalitas tinggi, dan penuh dedikasi untuk menyelesaikan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor&lt;br /&gt;Merupakan pangkat akademik dari bagi seorang dosen yang telah memiliki cum 900-1000, untuk suatu bidang ilmu tertentu dan SK-nya dikeluarkan oleh presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Profesi&lt;br /&gt;a. Melaksanakn pekerjaan secara purna waktu&lt;br /&gt;b. Didasarkan panggilan hidup, terikat norma dan aturan.&lt;br /&gt;c. Memiliki derajat otonomi tinngi.&lt;br /&gt;d. Melakukan pengembangan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan Profesi&lt;br /&gt;1. Menekuni suatu ilmu tertentu.&lt;br /&gt;2. Melakukan pelatihan jabatan.&lt;br /&gt;3. Melibatkan kegiatan intelektual.&lt;br /&gt;4. Memiliki standar baku tersendiri.&lt;br /&gt;5. Mementingkan layanan pada mesyarakat.&lt;br /&gt;6. Memiliki organisasi profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga Kependidikan&lt;br /&gt;• Anggota masyarakat yang mengabdikan diri gan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.&lt;br /&gt;• Bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, penguasaan, dan pelayanan teknik untuk menunjang proses pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga Kependidikan&lt;br /&gt;Meliputil:&lt;br /&gt;1. Pendidik&lt;br /&gt;2. Pengelola suatu pendidikan&lt;br /&gt;3. Pemilik atau pengawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidik&lt;br /&gt;• Tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilaihasil pembelajaran, danm melakukan pembimbingan.&lt;br /&gt;• Tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagi guru, dosen, konselor, pamong, instruktur, fasilitator, widyaiswara, dan sebutan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode Etik Profesi&lt;br /&gt;Kode Etik merupakan norma-norma yang harus ditaati. Tujuan kode etik yaitu:&lt;br /&gt;a. Menjaga dan memelihara,&lt;br /&gt;b. Menjunjung tinggi martabat profesi,&lt;br /&gt;c. Meningkatkan haega diri (kehormatan) suatu organisasi profesi,&lt;br /&gt;d. Meningkatkan pengabdian para anggota perofesi, dan&lt;br /&gt;e. Kesejahteraan para anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran Sikap Profesional&lt;br /&gt;1. Organisasi Profesi&lt;br /&gt;2. Teman sejawat&lt;br /&gt;3. Anak didik&lt;br /&gt;4. Peraturan perundang-undangan&lt;br /&gt;5. Tempat kerja&lt;br /&gt;6. Pemimpin&lt;br /&gt;7. Pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Sikap Keprofesionalan, meliputi:&lt;br /&gt;1. Pra Jabatan,&lt;br /&gt;2. Selama Jabatan.&lt;br /&gt;contoh: seminar, loka karya, penataran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Mutu Berbasis Sekolah&lt;br /&gt;Memiliki Latar Belakang sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pendidikan menghadapi masyarakat yang berubah,&lt;br /&gt;2. Perubahan sosial-politik dan aspirasi masyarakat,&lt;br /&gt;3. Perubahan pemerintah, dan&lt;br /&gt;4. Undang-undang Sisdiknas.&lt;br /&gt;Manajemen Mutu Berbasis Sekolah memiliki pengertian yaitu, bentuk otonomi manajemen pendidikan, kewenangan ada pada kepala sekolah atau madrasah dan guru dibantu oleh komite sekolah atau madrasah dalam mengelola kegiatan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan MBS/M:&lt;br /&gt;• Mencapai mutu dan relevansi dengan tolak ukur pada hasil (output dan outcome),&lt;br /&gt;• Menjamin keadilan layanan pendidikan bagi setiap anak,&lt;br /&gt;• Meningkatkan efektifitas dan efisiensi,dan&lt;br /&gt;• Meningkatkan akuntabilitas sekolah dan komitmen (stake-holders).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen-elemen Pokok MBS/S&lt;br /&gt;Pemberian kewenangan kepala sekolah / madrasah untuk mengambil keputusan mengenai pengelolaan pendidikan di sekolah / madrasah yuang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Mutu MMBS/M&lt;br /&gt;1. Absolut&lt;br /&gt;2. Srandar&lt;br /&gt;3. Kepuasan pelanggan / pengguna jasa pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen Penting MMT (Manajemen Mutu Total) sebagai bagian dari strategi MMBS:&lt;br /&gt;a. Konsep mutu&lt;br /&gt;b. Peningkatan mutu secar berkelanjutan&lt;br /&gt;c. Kepuasan pengguna jasa pendidikan&lt;br /&gt;d. Ada visi dan misi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-4117389367809094296?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/4117389367809094296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=4117389367809094296' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/4117389367809094296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/4117389367809094296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/03/resume-propen-lagi-ke-2.html' title='Resume Propen Lagi Ke 2'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-1059325636634076448</id><published>2010-03-14T05:40:00.000-07:00</published><updated>2010-03-14T05:42:08.291-07:00</updated><title type='text'>Resume Kuliah Propen 1 : Dosen : Amril Muhammad,M.Pd</title><content type='html'>RESUME 1 KULIAH PROFESI PENDIDIKAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trend Masa Kini dan Masa Depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 6 Trend saat ini dan mungkin akan berkembang hingga masa depan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kompetitif&lt;br /&gt;Untuk berkompetisi memerlukan usaha, kemampuan(dengan cara belajar), strategi belajar ,dan etika.&lt;br /&gt;2. Transparan&lt;br /&gt;3. Spesialis&lt;br /&gt;4. Profesional&lt;br /&gt;Memiliki ciri-ciri:&lt;br /&gt;a. Bisa memberikan kepuasan,&lt;br /&gt;b. Menghabiskan sebagian besar waktu untuk pekerjaannya,&lt;br /&gt;c. Berlatih/belajar melebihi kapasitas waktu yang diberikan,dan&lt;br /&gt;d. Bisa memperoleh penghasilan dari apa yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dinamis&lt;br /&gt;a. Inventing (menemukan)&lt;br /&gt;Biasanya keluar dari aturan untuk menemukan hal-hal baru.&lt;br /&gt;b. Eksperiment (percobaan)&lt;br /&gt;c. Growing&lt;br /&gt;6. Adaptif&lt;br /&gt;Orang yang akan maju adalah orang yang bisa beradaptasi tetapi tidak kehilangan identitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan Terhadap ”Kompetensi SDM”&lt;br /&gt;1. Pengetahuan atau wawasan global&lt;br /&gt;Meliputi:&lt;br /&gt;a. Konseptual yang integrated dan adaptif.&lt;br /&gt;b. Orientasi pada solusi&lt;br /&gt;c. Nilai-nulai universal (lintas budaya).&lt;br /&gt;2. Keterampilan Global&lt;br /&gt;Meliputi:&lt;br /&gt;a. Komunikasi multi budaya&lt;br /&gt;b. Pemanfaatan teknologi informasi&lt;br /&gt;c. Pengembangan intelektual, emotional, dan adversity skill.&lt;br /&gt;3. Sikap/ Perilaku&lt;br /&gt;• Dinamis dan Fleksibel&lt;br /&gt;• Inisiatif dan Proaktif&lt;br /&gt;• Inovatif dan Kreatif&lt;br /&gt;• Mandiri dan Survive &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber : http://www.sitikamilah-unj.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-1059325636634076448?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/1059325636634076448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=1059325636634076448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1059325636634076448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1059325636634076448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/03/resume-kuliah-propen-1-dosen-amril.html' title='Resume Kuliah Propen 1 : Dosen : Amril Muhammad,M.Pd'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-8098650664468831548</id><published>2010-03-07T05:28:00.001-08:00</published><updated>2010-03-07T05:28:47.350-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="hd"&gt;   &lt;h1&gt;Lapan: Badai Matahari Terjadi Antara 2012-2015&lt;/h1&gt;  &lt;a id="provider-afp" class="provider-logo" href="http://sg.rd.yahoo.com/sea/news/article/DETIKlogo/SIG=110e8sp89/**http%3A%2F%2Fwww.detik.com%2F"&gt;&lt;img src="http://sg.yimg.com/i/id/providers/detik.jpg?x=85&amp;amp;y=27&amp;amp;sig=B3vh32Vn4i7XnH7yuUu5pw--" alt="detikcom" width="85" height="27" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;div class="toolbar"&gt;  &lt;div class="byline"&gt;  &lt;cite&gt;detikcom - &lt;abbr class="timedate" title="Jumat, 5 Maret"&gt;Jumat, 5 Maret&lt;/abbr&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="bd"&gt;  &lt;div class="content"&gt;   &lt;p&gt;Film fiksi ilmiah '2012' yang menceritakan tentang terjadinya badai matahari (flare) bukan isapan jempol belaka. Flare diperkirakan akan terjadi antara tahun 2012-2015. Namun, tak serta merta hal itu melenyapkan peradaban dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Lapan memperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi antara 2012 hingga 2015. Pada puncak siklusnya, aktivitas matahari akan tinggi dan terjadi badai matahari," ujar Kabag Humas Lapan Elly Kuntjahyowati dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (4/3/2010).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Flare tersebut, imbuhnya, merupakan salah satu aktivitas matahari selain medan magnet, bintik matahari, lontaran massa korona, angin surya dan partikel energetik. Ledakan-ledakan matahari itu, bisa sampai ke bumi. Namun, flare yang diperkirakan akan terjadi itu tak akan langsung membuat dunia hancur.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Masyarakat banyak yang menghubungkan antara badai matahari dengan isu kiamat 2012 dari ramalan Suku Maya. Ternyata dari hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia," imbuhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Efek badai tersebut, lanjut dia, yang paling utama berdampak pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Efek lainnya, aktivitas matahari berkontribusi pada perubahan iklim. Ketika aktivitas matahari meningkat maka matahari akan memanas. Akibatnya suhu bumi meningkat dan iklim akan berubah," jelas Elly.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim. Dampak ekstremnya, bisa menyebabkan kemarau panjang. Namun hal ini masih dikaji oleh para peneliti.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lapan pun berniat mensosialisasikan dampak aktivitas matahari ini ke masyarakat. Sosialisasi Fenomena Cuaca Antariksa 2012-2015 pun akan digelar di Gedung Pasca Sarjana lantai 3, Universitas Udayana, Jl Jenderal Sudirman, Denpasar, Bali pada 9 Maret 2010 pukul 11.00 Wita.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-8098650664468831548?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/8098650664468831548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=8098650664468831548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/8098650664468831548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/8098650664468831548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/03/lapan-badai-matahari-terjadi-antara.html' title=''/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-7924827027266213498</id><published>2010-02-07T07:12:00.001-08:00</published><updated>2010-02-07T07:12:59.630-08:00</updated><title type='text'>Kenapa Harus Displin Kuliah</title><content type='html'>&lt;a onclick="'ft(" href="http://www.facebook.com/topic.php?uid=228208353380&amp;amp;topic=12550"&gt;Kenapa Harus Disiplin Kuliah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bisa kuliah, apalagi di perguruan tinggi negeri, adalah dambaan banyak orang. ini bisa dilihat dari angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia yang masih rendah. sejalan dengan kebijakan perguruan tinggi yang menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) lalu Bad...an hukum Pendidikan (BHP) terjadi kenaikan biaya kuliah di perguruan tinggi yang cukup tinggi. kalau dilihat dari jumlah nominal, jumlah yang dibayar mahasiswa memang lebih tinggi, tetapi kalo dilihat dari keseluruhan, biaya itu relatif tetap, karena unit cost per mahasiswa relatif tidak berubah. Kenaikan itu terjadi karena jumlah dana yang harus ditanggung oleh pemerintah sebelumnya mencapai 100% dari biaya kuliah,dengan status BHMN hanya 33,33% saja. Artinya 66,67% ditanggung oleh mahasiswa yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Grup Mas amril Communty Facebook&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=228208353380&amp;amp;ref=mf"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=228208353380&amp;amp;ref=mf&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-7924827027266213498?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/group.php?gid=228208353380&amp;ref=mf' title='Kenapa Harus Displin Kuliah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/7924827027266213498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=7924827027266213498' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/7924827027266213498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/7924827027266213498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/02/kenapa-harus-displin-kuliah.html' title='Kenapa Harus Displin Kuliah'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-4497869476357473625</id><published>2010-02-07T06:46:00.001-08:00</published><updated>2010-02-07T06:46:50.866-08:00</updated><title type='text'>Buku Pocket Kimia</title><content type='html'>Kata Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimia adalah salah satu bagian dari ilmu alam yang sangat penting. Banyak sekali aspek kehidupan kita yang menggunakan ilmu kimia. Salah satu bagian dari pembahasan ilmu kimia dalah mengenai larutan dan problematikanya. Dalam pembelajaran kimia sering kali dijumpai, siswa yang tidak mengerti mengenai konsep larutan sehingga menimbulkan persepsi yang salah mengenai larutan. Hal ini sangat mengganggu dalam pembelajaran kimia.&lt;br /&gt;Tergerak atas masalah di atas, penulis sebagai salah satu praktisi di bidang kimia merasa terpanggil untuk menuliskan buku kimia, terutama mengenai larutan dan problematikanya. Dalam buku saku ini, terdapat berbagai macam jenis larutan dan penanganannya yang diharapkan berguna bagi mereka yang ingin menambah wawasan tenatang larutan kimia.&lt;br /&gt;Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu baik dorongan maupun bahan acuan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan buku saku kimia ini. Selain itu, penghargaan khusus penulis berikan kepada dosen Bahasa Indonesia kami tercinta Ibu Nuri, atas segala masukan dan ilmunya selama ini.&lt;br /&gt;Kritik dan saran yang membangun penulis terima dengan tangan terbuka, karena kami menyadari ada materi atau penulisan yang belum betul dalam penulisan buku saku ini. Terima kasih&lt;br /&gt;                                                                                       &lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;Daftar Isi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pengantar………………………………………………i&lt;br /&gt;Daftar Isi…………………………………………………….ii&lt;br /&gt;Bab 1. Pendahuluan&lt;br /&gt;1.1     Latar Belakang…………………………………………..1&lt;br /&gt;1.2     Masalah………………………………………………….2&lt;br /&gt;1.3     Prosedur Pemecahan Masalah…………………………...2&lt;br /&gt;1.4     Sistematika Penulisan……………………………………3&lt;br /&gt;Bab 2. Pembahasan&lt;br /&gt;2.1 Definisi Larutan dan Jenis- jenisnya……………...……...4&lt;br /&gt;2.2 Cara Pembuatan Larutan………………………………..13&lt;br /&gt;2.3 Pelabelan Larutan…….…………………………………27&lt;br /&gt;2.4 Cara Penanganan Dampak Larutan ………………….....33&lt;br /&gt;Bab 3 Penutup&lt;br /&gt;Kesimpulan dan Saran………………………………………46&lt;br /&gt;Daftar Pustaka ………………………………………….......48&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab I&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1          Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                               1                                                                                              2Kimia merupakan cabang dari ilmu alam yang membahas tentang perubahan dari suatu zat. Perubahan suatu materi atau zat sering disebut reaksi kimia. Reaksi – reaksi kimia yang kompleks membuat orang banyak mengalami kesulitan dalam memahami setiap permasalahan kimia. Salah satu yang sering menjadi permasalahan bagi mereka yang memelajari ilmu ini ialah mengenai larutan. Larutan ialah salah satu bahan dalam pembentukan reaksi kimia. Banyak dari reaksi – reaksi kimia yang berlangsung di kehidupan kita terjadi pada larutan dan segala macam jenisnya. Oleh karena itu, seseorang yang ingin memelajari tentang ilmu kimia mutlak mengetahui tentang larutan dan problematikanya. Mereka yang ingin memelajari ilmu kimia baik di sekolah menengah atas (SMA) dan pendidikan tinggi ( Universitas maupun sekolah tinggi) sering mengalami kesulitan dalam membuat larutan dikarenakan tidak adanya sumber buku atau informasi  yang relevan dalam pembuatan  larutan kimia yang praktis namun akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2         Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, uyang menjadi pertanyaan penelitian adalah “Prosedur apa sajakah yang digunakan dalam membuat larutan?” Dan “ Hal apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam penanganan suatu larutan kimia, baik prosedur penyimpanan dan pembuangannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3         Prosedur pemecahan masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penulisan buku ini, penulis menguraikan tentang definisi larutan dan cara pembuatan larutan sederhana untuk keperluan laboratorium. Sesuai dengan teori dan aplikasinya. Selain itu, penulis juga menuliskan bagaimana penyimpanan dan penanganan larutan kimia sesuai prosedurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Sistematika Penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku poket ini tersusun dari tiga bab. Bab pertama berisi pendahuluan. Bab kedua berisi pembahasan yang terdiri dari pengertian larutan dan jenis- jenisnya, cara pembuatan larutan, pelabelan larutan, dan cara penanganan dampak bahaya larutan. Bab ketiga berisi tentang kesimpulan dan saran.&lt;br /&gt;                                               3                                                                                              4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 2&lt;br /&gt;Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Definisi larutan dan jenis- jenisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi kimia biasanya berlangsung antara 2 campuran zat, bukanya antara 2 zat murni. Salah satu bentuk yang umum dari campuran adalah larutan. Di alam, kebanyakan reaksi berlangsung pada larutan dengan medium air. Contoh nyata ialah cairan tubuh baik hewan, tumbuhan, dan manusia merupakan campuran dari berbagai zat yang disebut larutan.&lt;br /&gt;Apabila kita mencampurkan gula dengan air kemudian kita aduk, maka gula akan larut, apa yang kita hasilkan pada hakekatnya merupakan campuran antara gula pasir dan air atau disebut juga larutan gula.&lt;br /&gt;            Dalam kehidupan kita sehari- hari, larutan seringkali diartikan sebagai campuran dalam bentuk cair. Sebenarnya ada pula larutan yang berbentuk padat atau gas, yakni gas hidrogen dan nitrogen.  Sedangkan yang berbentuk padat ialah emas 22 karat yang merupakan campuran homogen dari emas dan logam lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                             Gambar.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                               5                                                                                              6Suatu  sistem  homogen  yang  mengandung  dua  atau  lebih  zat  yang masing-masing komponennya tidak bisa dibedakan secara fisik disebut larutan,  sedangkan  suatu  sistem  yang  heterogen  disebut  campuran. Biasanya istilah larutan dianggap sebagai cairan yang mengandung zat terlarut,  misalnya  padatan  atau  gas  dengan  kata  lain  larutan  tidak hanya terbatas pada cairan saja.&lt;br /&gt;Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut dan zat terlarut,  yang  dapat  dipertukarkan  tergantung  jumlahnya.  Pelarut merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak,  sedangkan  komponen  minornya  merupakan  zat  terlarut. Larutan  terbentuk  melalui  pencampuran  dua  atau  lebih  zat  murni yang  molekulnya  berinteraksi  langsung  dalam  keadaan  tercampur. Semua gas bersifat dapat bercampur dengan sesamanya, karena itu campuran  gas  adalah  larutan.  Proses  pelarutan  dapat  diilustrasikan seperti Gambar di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar. 2 Proses pelarutan&lt;br /&gt;Jenis – jenis larutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Gambar 3. Uji Larutan Elektrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Larutan elektrik (elektrolit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                               7                                                                                              8 Pernahkah anda melihat orang pencari  belut di sawah  yang menggunakan alat penyetrum buatan. Kita lihat bahwa pencari belut tersebut menyalurkan listrik dari alat tersebut ke dalam salah satu bagian sawah atau genangan air yang berisi belut dan apa yang terjadi? Belut tersebut akhirnya mati sehingga dapat diambil oleh pencari belut. Hal tersebut mengindikasikan bahwa air dapat menghantarkan aliran listrik. Namun sebenarnya air murni (tanpa adanya garam) merupakan penghantar listrik yang buruk. Apa yang membuat aliran listrik pada air tersebut ialah akibat adanya garam atau campuran yang ada pada larutan air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 4. Pencari belut di Sawah yang menggunakan alat setrum  buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa larutan elektrolit merupakan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Contoh larutan elektrolit ialah larutan garam dapur (NaCl), larutan gula, larutan asam sulfat (air aki), larutan kapur sirih, air sungai, dan lain- lain.&lt;br /&gt;Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik?  Hal ini diakibatkan bahwa larutan elektrolit mengandung ion ion yang bergerak bebas. Ion inilah yang menghantarkan arus listrik dalam larutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.                  Larutan non elektrolit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larutan ini kurang sekali dalam menghantarkan arus listrik contoh larutan ini ialah larutan gula , urea, alcohol, dan larutan glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut definisi dari arrhenius, larutan dibagi menjadi dua. Pertma larutan asam ilah zat yang dalam air melepaskan ion H+ sedangkan basa ialah zat yang dalam larutan berair melepaskan ion OH-.&lt;br /&gt;                                               9                                                                                             10Asam berasal dari kata Latin  acetum  yang berarti cuka. Seperti yang diketahui zat utama dalam cka ialah asam asetat. Sedangkan basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Asam dan basa sebagaimana diketahui dapat saling menetralkan. Larutan asam umumnya bersifat korosif (merusak logam, marmer, dan bahan lainya. Sedangkan basa bersifat licin, pahit atau kausatik. Dalam mengenali sifat suatu zat apakah asam atau basa hendaknya jangan digunakan cara mencicipinya. Hal ini dapat merusak tubuh kita bila zat yang kita cicipi konsentrasinya melewati batas toleransi yang diperbolehkan. Ada baiknya kita guanakan indicator atau zat yang mengindikasikannya. Salah satu contohnya ialah kertas lakmus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 5. Kertas Lakmus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kertas lakmus merupakan salah satu medium yang berisi zat yang dapat mengalami perubahan warna apabila suatu larutan  memiliki sifat asam atau basa  sehingga dapat bereaksi dengan zat yang terdapat pada lakmus. Lakus merah akan berubah warna menjadi biru jika dicelupkan pada larutan basa, sedangkan lakmus merah akan tetap  menjadi merah jika dicelupkan pada larutan asam. Sebaliknya bila lakmus biru dicelupkan pada larutan asam akan berubah menjadi merah, sedangkan dalam larutan basa akan tetap biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Indikator lakmus, Indikator asam basa lain ialah dengan menggunakan pH meter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                              11                                                                                            12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 6 . sebuah pH meter elektrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh larutan yang bersifat asam ialah:&lt;br /&gt;Larutan cuka, larutan jeruk, air aki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh larutan yang bersifat basa antara lain:&lt;br /&gt;Air kapur, air soda , larutan amoniak, dan larutan sabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang bersifat netral antara lain: Larutan garam, larutan gula, dan urea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2  Cara pembuatan larutan sederhana di Laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita membuat larutan kimia alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu alat- alat yang digunakan utnuk mebuat larutan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini akan dijelaskan berbagai macam alat- alat di laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.             Neraca analitik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk menimbang bahan padat yang akan dilarutkan. Mengguanakan sitem digital dalam pembcaan skalanya. Ketelitian hingga 0,001 gram.  Biasanya digunakan untuk menimbang berat bahan padat atau kristal yang sangat kecil. Tidak boleh digunakan untuk menimbang batuan besar atau bahan kimia larutan yang melebihi yang diperbolehkan.&lt;br /&gt;                                              13                                                                                            14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 7. Neraca analitik&lt;br /&gt;2.            Gelas Ukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk mengukur volume larutan, air atau zat cair lain dengan ketelitian tertentu. Tersedia dalam ukuran 5 ml, 10 ml, 100 ml hingga 1 L .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 8. Gelas Ukur dalam  berbagai ukurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.            Gelas Beker &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 9. Gelas Beker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi sebagai wadah penyimpanan zat yang akan dibuat larutan, atau sebagai wadah sementara untuk larutan yang akan digunakan dalam percobaan. Terdapat skala volume namun hanya berupa perkiraan, bukan skala sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.            Labu Ukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                              15                                                                                            16Berfungsi sebagai alat ukur untuk membuat larutan dalam volume tertentu. Memiliki beberapa ukuran volume sesuai yang dibutuhkan. Cocok digunakan untuk membuat larutan dalam volume yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 10. Labu Ukur&lt;br /&gt;5.Cawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk wadah bahan padat dalam penimbangan di neraca analitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 11.  cawan&lt;br /&gt;6.Pipet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk menuang larutan, atau memindahkan larutan dengan volume yang sanagt kecil. Sangat bagus digunakan untuk menuang larutan dengan presisi yang tepat.&lt;br /&gt;Terdapat berbagai macam pipet seperti , pipet tetes dan pipet gondok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memegang pipet gondok ialah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 12. Cara memegang pipet gondok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                              17                                                                                            18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 13. Pipet gondok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 14. Gambar pipet biasa.&lt;br /&gt;7.            Gelas Erlenmeyer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digunakan sebagai wadah unutk larutan atau tempat mereaksikan bahan larutan, atau tempat mencampur 2 larutan atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar15. Gelas Erlenmeyer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                              19                                                                                            20&lt;br /&gt;8.Botol penyimpanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk menyimpan larutan. Disesuaikan dengan jenis larutan dan volumenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 16. Botol Larutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan Larutan Natrium Hidroksida 2M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Ambil beberapa butir  NaOH  padat dalam wadah/ botol penyimpanan bahan, lalu  taruh di cawan  atau kertas tissue yang telah terlebih dahulu ditimbang beratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     &lt;br /&gt;                                              21                                                                                            22Nyalakan tombol power pada  Neraca analitik hingga muncul skala pada layer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Buka kaca neraca kemudian taruh bahan yang ditimbang beserta wadahnya(tissue) perlahan, kemudian tutup perlahan timbangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perhatikan skala pada layer catat berat bahan beserta wadahnya sebanyak 80 gram + berat wadahnya (tissue). Jika masih belum mencapai berat yang seharusnya tambahkan bahan secara perlahan hingga mencapau berat yang diinginkan ( berat bahan + tissue)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Keluarkan bahan beserta wadah dari neraca , bersihkan neraca analitik dengan menggunakan kuas kering atau tissue kering perlahan. Buang serbuk serbuk bahan atau tissue yang tertinggal di neraca. Jangan menggunakan lap basah atau pembersih karena akan merusak neraca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Masukkan NaOH padat tadi ke gelas beaker atau kimia, tutup denagn kertas tissue. Kemudian tuangkan air aquades pada gelas ukur tadi sebanyak 80 ml aduk perlahan hingga padatan melarut. Panas akan timbul pada proses pelarutan ini. Diamkan hingga dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                              23                                                                                            24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Tuangkan lagi akuades hinggga 1 liter sampai tanda batas pada labu ukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan asam asetat ( 1: 1) atau 9 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tambahkan 50 ml air dengan 50 ml aquades pada labu ukur hingga tanda batas. &lt;br /&gt;2.Asam asetat 2 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Encerkan 114 ml asam asetat glacial dengan air hingga 1 L pada labu ukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                              25                                                                                            26&lt;br /&gt;Pembutan besi(II) sulfat Jenuh&lt;br /&gt;1. Timbang 139 g besi 2 slfat heptahidrat atatu 196 gram besi(II) ammonium sulfat heptahidrat dalam campuran dingin dari 500 ml air dan 50 ml asam sulfat 2M encerkan dengan air dingin hingga 1 liter. Pada labu ukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan  Tembaga(II) sulfat o,25M&lt;br /&gt;Larutkan 62,42 gram tebaga sulfat pentahidrat dalam air hingga encer kemudian larutkan hingga 1 Liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Pelabelan Larutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan – bahan kimia yang terdapat di alam memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Tiap unsure dan senyawa memiliki tingkat sensitivitas juga yang berbeda satu sama lain. Hal inilah yang menjadikan suatu karakteristik dari suatu senyawa. Begitu pula untuk larutan. Larutan yang tersedia atau akan kita buat di Laboratorium akan memilki karakteristik yang berbeda satu sama lain.&lt;br /&gt;                                              27                                                                                            28Terkadang beberapa bahan kimia atau larutan tidak bisa digabungkan penyimpanannya dengan bahan kimia lain akibat sensitivitasnya yang terlalu tinggi. Selain itu, terdapat pula bahan kimia yang sangat mudah bereaksi dengan bahan yang memang mudah bereaksi dengannya. Bahaya yang ditimbulkan terkdang sangat merusak dan bisa mengakibattkan kerusakan bila tidak ditangani secara serius.&lt;br /&gt;Untuk mencegah hal tersebut,maka diperlukan suatu pelabelan terhadap larutan kimia yang ada di Laboratorium.&lt;br /&gt;Pelabelan itu meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sifat fisis larutan&lt;br /&gt;- Sifat kimia larutan&lt;br /&gt;- Konsentarasi atau kadar larutan&lt;br /&gt;-Dan hal lain yang diperlukan  seperti penyimpanan dan bahaya serta penangannanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini akan diberikan contoh suatu pelabelan bahan kimia, contohnya  Natrium Hidroksida, NaOH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sodium Hydroxide (NaOH)&lt;br /&gt;General&lt;br /&gt;Synonyms: caustic soda, soda lye, lye, white caustic, aetznatron, ascarite, Collo-Grillrein, Collo-Tapetta, sodium hydrate, fotofoil etchant, NAOH, STCC 4935235, sodium hydroxide pellets, Lewis red devil lye, stamperprep, tosoh pearl Molecular formula: NaOH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Physical data&lt;br /&gt;Appearance: odourless white solid (often sold as pellets) Melting point: 318 C Boiling point: 1390 C Vapour density: Vapour pressure: 1 mm Hg at 739 C Specific gravity: 2.12 Flash point: n/a Explosion limits: n/a Autoignition temperature: Water solubility: High (Note: dissolution in water is highly exothermic)&lt;br /&gt;                                              29                                                                                            30Stability&lt;br /&gt;Stable. Incompatible with a wide variety of materials including many metals, ammonium compounds, cyanides, acids, nitro compounds, phenols, combustible organics. Hygroscopic. Heat of solution is very high and may lead to a dangerously hot solution if small amounts of water are used. Absorbs carbon dioxide from the air.&lt;br /&gt;Toxicology&lt;br /&gt;Very corrosive. Causes severe burns. May cause serious permanent eye damage. Very harmful by ingestion. Harmful by skin contact or by inhalation of dust. Typical STEL 2 mg m-1.&lt;br /&gt;Personal protection&lt;br /&gt;Safety glasses, adequate ventilation, Neoprene or PVC gloves (use Standard EN 374 of EU Directive 89/689/EEC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pelabelan penting juga bisa dilihat melalui gambar sehingga memudahkan pengguna bahan mengetahui bahaya dan penanganan suatu larutan. Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hse.gov.uk/chip/images/ex-l.gif"&gt;&lt;/a&gt;  Bahan kimia mudah meledak , atau bila didekatkan bahan lain yang mudah mengoksidasi akan menimbulkan ledakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hse.gov.uk/chip/images/ox-l.gif"&gt;&lt;/a&gt; Bahan kimia yang mudah mengoksidasi bahan lain, atau bereaksi dengan menimbulkan panas (api) terhadap bahan kimia lain yang mudah terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hse.gov.uk/chip/images/fire-l.gif"&gt;&lt;/a&gt;Bahan kimia mudah terbakar, jangan disatukan dengan bahan pengoksidasi dalam penyimpanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hse.gov.uk/chip/images/skull-l.gif"&gt;&lt;/a&gt;Bahan yang beracun, karsinogenik atau menimbulkan bahaya kanker bila terkena kulit, tertelan terhisap,dll. Dapat menimbulkan mutasi gen .&lt;br /&gt;                                              31                                                                                            32&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hse.gov.uk/chip/images/x-l.gif"&gt;&lt;/a&gt;bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Dapat menimbulkan kesulitan bernapas, menelan, menyerang organ bagian dalam bila tertelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hse.gov.uk/chip/images/corro-l.gif"&gt;&lt;/a&gt;Bahan kimia yang bersifat korosif, merusak logam dengan bereaksi dengannya. Merusak benda benda yang lemah , merusak kulit dan organ lain bila terkena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hse.gov.uk/chip/images/env-l.gif"&gt;&lt;/a&gt; Bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan hidup. Bahan yang bila dibuang sembarangan dapat merusak salah satu komponen dalam lingkungan. Bahan yang mencemari lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5. Penanganan Dampak Bahaya Bahan Kimia&lt;br /&gt;Orang-orang yang berprofesi di bidang kimia, pastilah setiap harinya berhubungan dengan bahan-bahan kimia, baik untuk melaksanakan praktikum, analisis kimia, packing zat, ataupun untuk penelitian. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, laboratorium yang digunakan setidaknya harus memiliki standar kelayakan. Standar minimal yang harus dimiliki oleh laboratorium adalah memiliki lemari asam, ventilasi udara yang baik, air yang terus mengalir, dan memiliki peralatan pemadam kebakaran. Sedangkan bagi pengunanya, standar minimalnya adalah harus menggunakan pakaian/jas laboratorium, kaos tangan, dan masker serta kacamata khusus. Penggunaan standar minimal ini bertujuan agar para penguna laboratorium dapat meminimalisir bahaya akibat keracunan bahan kimia.&lt;br /&gt;Keracunan Bahan Kimia&lt;br /&gt;                                              33                                                                                            34Keracunan zat-zat kimia pada tubuh manusia dapat membahayakan kelangsungan hidup. Bahan kimia beracun tersebut akan merusak jaringan tubuh terpenting sehingga menggangu atau bahkan menghentikan fungsinya. Beberapa jaringan tubuh yang rentan terhadap keracunan diantaranya kulit, susunan syaraf, sumsum tulang, ginjal, hati, dan alat-alat pencernaan. Jika organ tersebut terganggu, terjadilah penurunan tingkat kesehatan yang akan membahayakan jiwa manusia, terutama bila pertolongan terlambat diberikan.&lt;br /&gt;Beberapa jenis bahan kimia yang harus diperhatikan karena berbahaya adalah :&lt;br /&gt;Bahan Kimia&lt;br /&gt;Penjelasan&lt;br /&gt;Potensi Bahaya Kesehatan&lt;br /&gt;AgNO3&lt;br /&gt;Senyawa ini beracun dan korosif. Simpanlah dalam botol berwarna dan ruang yang gelap serta jauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar.&lt;br /&gt;Dapat menyebabkan luka bakar dan kulit melepuh. Gas/uapnya juga menebabkan hal yang sama.&lt;br /&gt;HCl&lt;br /&gt;Senyawa ini beracun dan bersifat korosif terutama dengan kepekatan tinggi.&lt;br /&gt;Dapat menyebabkan luka bakar dan kulit melepuh. Gas/uapnya juga menebabkan hal yang sama.&lt;br /&gt;H2S&lt;br /&gt;Senyawa ini mudah terbakar dan beracun&lt;br /&gt;Menghirup bahan ini dapat menyebabkan pingsan, gangguan pernafasan, bahkan kematian.&lt;br /&gt;                                              35                                                                                            36H2SO4&lt;br /&gt;Senyawa ini sangat korosif, higroskopis, bersifat membakar bahan organik dan dapat merusak jaringan tubuhGunakan ruang asam untuk proses pengenceran dan hidupkan kipas penghisapnya.&lt;br /&gt;Jangan menghirup uap asam sulfat pekat karena dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, kontak dengan kulit menyebabkan dermatitis, sedangkan kontak dengan mata menyebabkan kebutaan.&lt;br /&gt;NaOH&lt;br /&gt;Senyawa ini bersifat higroskopis dan menyerap gas CO2.&lt;br /&gt;Dapat merusak jaringan tubuh.&lt;br /&gt;NH3&lt;br /&gt;Senyawa ini mempunyai bau yang khas.&lt;br /&gt;Menghirup senyawa ini pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan pembengkakan saluran pernafasan dan sesak nafas. Terkena amonia pada konsentrasi 0.5% (v/v) selama 30 menit dapat menyebabkan kebutaan.&lt;br /&gt;HCN&lt;br /&gt;Senyawa ini sangat beracun.&lt;br /&gt;Hindarkan kontak dengan kulit. Jangan menghirup gas ini karena dapat menyebabkan pingsan dan kematian.&lt;br /&gt;HF&lt;br /&gt;Gas/uap maupun larutannya sangat beracun.&lt;br /&gt;Dapat menyebabkan iritasi kulit, mata, dan saluran pernafasan.&lt;br /&gt;HNO3&lt;br /&gt;Senyawa ini bersifat korosif.&lt;br /&gt;Dapat menyebabkan luka bakar, menghirup uapnya dapat menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;                                              37                                                                                            38Bahan-bahan kimia diatas, jika kita amati adalah bahan-bahan kimia yang umumnya kita gunakan dalam laboratorium. Ternyata bahan-bahan kimia tersebut menyimpan potensi untuk meracuni tubuh.&lt;br /&gt;Keracunan bahan kimia diatas, dapat terjadi melalui beberapa cara, sesuai dengan sifatnya. Keracunan dapat terjadi akibat tertelannya bahan kimia dalam saluran pencernaan. Untuk bahan kimia berupa gas, saluran pernafasan merupakan jalan masuk utama ke dalam tubuh seseorang. Bahan beracun dapat pula diserap melalui kulit atau langsung merusak jaringan kulit apabila terjadi persinggungan dengannya. Selaput lendir (mukosa) mata juga dapat menjadi salah satu tempat masuknya bahan kimia yang kemudian meracuni jaringan setempat.&lt;br /&gt;Pertolongan pada Korban Keracunan&lt;br /&gt;Pada umumnya, tata cara pertolongan akibat keracunan biasanya mengikuti satu pedoman umum, kecuali pada beberapa kasus keracunan khusus seperti sianida, yang memerlukan pertolongan secara khusus. Pedoman utama dalam memberikan pertolongan adalah dengan cara menghilangkan atau membuang bahan beracun dari korban.&lt;br /&gt;Umumnya pertolongan pertama yang diberikan kepada korban yang tidak sadar atau hampir pingsan adalah dengan menelungkupkannya dengan kepala menghadap ke samping dan lidah dikeluarkan untuk mencegah tersedak karena ludah. Jagalah korban agar tetap pada posisi berbaring dan tetap hangat suhu badannya, dan jika diperlukan berilah bantuan pernafasan buatan. Ingat : jangan memberi minuman beralkohol karena dapat mempercepat penyerapan beberapa jenis racun oleh tubuh. Dan terakhir segeralah meminta pertolongan dari petugas kesehatan.&lt;br /&gt;Secara khusus, perlakuan lanjutan yang harus dilakukan pada setiap jenis keracunan bahan kimia yang berbeda adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Keracunan melalui Mulut/Pencernaan&lt;br /&gt;                                              39                                                                                            40Perlakuan yang dapat diberikan kepada korban adalah dengan memberikan air minum/susu sebanyak 2-4 gelas, Apabila korban pingsan jangan berikan sesuatu melalui mulut. Usahakan supaya muntah segera dengan memasukkan jari tangan ke pangkal lidah atau dengan memberikan air garam hangat (satu sendok makan garam dalam satu gelas air hangat). Ulangi sampai pemuntahan cairan jernih. Pemuntahan jangan dilakukan apabila tertelan minyak tanah, bensin, asam atau alkali kuat, atau apabila korban tidak sadar.&lt;br /&gt;Berilah antidote yang cocok, bila tidak diketahui bahan beracunnya, berilah satu sendok antidote umum dalam segelas air hangat umum. Bubuk antidote umum terbuat dari dua bagian arang aktif (roti yang gosong), satu bagian &lt;a title="magnesium" href="http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/magnesium/"&gt;magnesium&lt;/a&gt; oksida (milk of magnesia), dan satu bagian asam tannat (teh kering). Jangan berikan minyak atau alkohol kecuali untuk racun tertentu.&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa alternatif obat yang dapat anda gunakan untuk pertolongan pertama terhadap korban keracunan bahan kimia :&lt;br /&gt;Jenis Peracun&lt;br /&gt;Pertolongan Pertama&lt;br /&gt;Asam-asam korosif seperti asam sulfat (H2SO4), fluoroboric acid, hydrobromic acid 62%, hydrochloric acid 32%, hydrochloric acid fuming 37%, sulfur dioksida, dan lain-lain. Bila tertelan berilah bubur aluminium hidroksida atau milk of magnesia diikuti dengan susu atau putih telur yang dikocok dengan air.&lt;br /&gt;Bila tertelan berilah bubur aluminium hidroksida atau milk of magnesia diikuti dengan susu atau putih telur yang dikocok dengan air.Jangan diberi dengan karbonat atau soda kue.&lt;br /&gt;                                              41                                                                                            42Alkali (basa) seperti amonia (NH3), amonium hidroksida (NH4OH), Kalium hidroksida (KOH), &lt;a title="Kalsium" href="http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/kalsium/"&gt;Kalsium&lt;/a&gt; oksida (CaO), soda abu, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Bila tertelan berilah asam asetat encer (1%), cuka (1:4), asam sitrat (1%), atau air jeruk. Lanjutkan dengan memberi susu atau putih telur.&lt;br /&gt;Kation Logam seperti Pb, Hg, Cd, Bi, Sn, dan lain-lain&lt;br /&gt;Berikan antidote umum, susu, minum air kelapa, norit, suntikan BAL, atau putih telur.&lt;br /&gt;Pestisida&lt;br /&gt;Minum air kelapa, susu, vegeta, norit, suntikan PAM&lt;br /&gt;Garam Arsen&lt;br /&gt;Bila tertelan usahakan pemuntahan dan berikan milk of magnesia.&lt;br /&gt;2. Keracunan melalui Pernafasan&lt;br /&gt;Jika racun yang masuk dalam tubuh terhirup oleh saluran pernafasan, gunakan masker khusus atau kalau terpaksa sama sekali tidak ada, tahanlah nafas saat memberikan pertolongan di tempat beracun. Bawalah korban ke tempat yang berudara sesegera mungkin dan berikan pernafasan buatan secepatnya, apabila korban mengalami kesulitan bernafas. Lakukan hal tersebut berulang-ulang sampai petugas kesehatan datang.&lt;br /&gt;3. Keracunan melalui Kulit&lt;br /&gt;Jika racun masuk ke dalam tubuh melalui kulit, jika memungkinkan tentukan lebih dulu jenis bahan kimia beracun yang masuk dan usahakan agar tidak tersentuh, siramlah bagian tubuh korban yang terkena bahan racun dengan air bersih paling sedikit 15 menit. Langkah selanjutnya, lepaskan pakaian yang dikenakan, berikut sepatu, perhiasan dan benda-benda lain yang terkena racun. Jangan mengoleskan minyak, mentega atau pasta &lt;a title="natrium" href="http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/natrium/"&gt;natrium&lt;/a&gt; bikarbonat pada kulit yang terkena racun, kecuali diperintahkan oleh petugas kesehatan yang hadir di situ.&lt;br /&gt;4. Keracunan melalui Mata&lt;br /&gt;                                              43                                                                                            44Jika racun yang masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir di mata, segeralah melakukan pencucian pada kedua mata korban dengan air bersih dalam jumlah banyak (disini anda dapat mengunakan air hangat-hangat kuku). Buka kelopak mata atas dan bawah, tarik bulu matanya supaya kelopak mata tidak menyentuh bola mata. Posisi ini memungkinkan masuknya air bersih dan dapat mencuci seluruh permukaan bola mata dan kelopaknya. Teruskan pekerjaan ini sampai paling sedikit 15 menit.&lt;br /&gt;Untuk mencegah terjadinya keracunan selama bekerja di laboratorium, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan penguna :&lt;br /&gt;Mempunyai pengetahuan akan bahaya dari setiap bahan kimia sebelum melakukan analisis.&lt;br /&gt;Simpanlah semua bahan kimia pada wadahnya dalam keadaan tertutup dengan label yang sesuai dan peringatan bahayanya.&lt;br /&gt;Jangan menyimpan bahan kimia berbahaya dalam wadah bekas makanan/minuman, gunakanlah botol reagen.&lt;br /&gt;Jangan makan/minum atau merokok di laboratorium.&lt;br /&gt;Gunakan lemari asam untuk bahan-bahan yang mudah menguap dan beracun.&lt;br /&gt;Gunakan atau pakailah jas laboratorium selama bekerja di laboratorium.&lt;br /&gt;Mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan bila terjadi keracunan bahan kimia di laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                              45                                                                                            46&lt;br /&gt;Bab III&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan bahan kimia yaitu larutan kimia perlu diperhatikan segala prosedurnya. Baik bagaimana persiapan pembuatan bahan hingga tahap penyimpanannya. Dengan pembuatan dan penyimpanan yang benar, umur pemakaian bahan larutan dapat menjadi lebih lama. Sehingga akan meminimalisir biaya penggunaan bahan kimia. Selain itu, dengan penyimpanan dan penanganan larutan kimia yang benar, dampak bahaya penggunaan bahan kimia dapat diminimalisir sehingga tidak membahayakan manusia dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlindungan diri terhadap bahaya kesehatan dari keracunan bahan-bahan kimia di Indonesia, sangat rendah sekali. Hal ini dimungkinkan karena laboratorium-laboratorium kimia di Indonesia sering mengabaikan standar minimal operasional terutama dalam ketidaksediaan lemari asam. Hal ini juga diperparah oleh para pengunanya yang lalai terhadap perlindungan diri. Banyak terjadi kasus keracunan bahan kimia yang disebabkan oleh kecerobohan dan ketidaktahuan para penguna mengenai potensi bahaya dari suatu bahan kimia. Oleh karena itu penanganan mengenai larutan itu dirasa sangat penting agar segala dampak penggunaan bahan kimia terutama larutan dapat diminimalisir sekecil mungkin sehingga tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Sebagai saran, semoga tiap laboratorium di Indonesia memenuhi segala standar yang telah ditetapkan baik standar mutu dan keamanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                              47&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-4497869476357473625?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/4497869476357473625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=4497869476357473625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/4497869476357473625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/4497869476357473625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/02/buku-pocket-kimia.html' title='Buku Pocket Kimia'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-4446937550856248268</id><published>2010-02-07T06:42:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T06:44:39.335-08:00</updated><title type='text'>Laporan Praktikum Kimia</title><content type='html'>PRACTICAL REPORT&lt;br /&gt;PHYSICAL CHEMISTRY 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thermo Chemistry 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aji Widyanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3315080184&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Date of experiment          : November 3, 2009&lt;br /&gt;Date of collecting the report      : November 9, 2009&lt;br /&gt;Group                                                : 10&lt;br /&gt;Lecturer                                    : Drs. Darsef, M.Si&lt;br /&gt;Lecturer’s Assistant                  : -   Nigrum Gumilar&lt;br /&gt;                                                  -   Restu Nidia Sandra&lt;br /&gt;                                                  -   Wahyu Rochadi Utami&lt;br /&gt;                                                     -    Aftuni Apriyanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chemistry Laboratory&lt;br /&gt;Faculty of Mathematics and Science&lt;br /&gt;State University of Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.  The goals of the experiment:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Determining the burning heat of naphthalene &amp;amp; liquid paraffin by using pair adiabatic Bomb Calorimetric&lt;br /&gt;To Know the calorimetric capacity of bomb calorimetric&lt;br /&gt;To know the change of burning enthalpy of some material&lt;br /&gt;To know the using of the bomb calorimetric and the application&lt;br /&gt;To know how to determine of calorimetric&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Basic Theory&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;∆UkIn bomb calorimetric that operates in adiabatic condition, the heat that created in the burning process is raise up the temperature of the calorimetric and from its, it can determine the burning heat. The determining process can be explained from this diagram:&lt;br /&gt;∆Ut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The product in  T1&lt;br /&gt;∆U = C ( T- T1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The reactant&lt;br /&gt;In T&lt;br /&gt;The product in T &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;∆Ut is the change of energy in process (Hypothesis) in the reaction and the product in the same temperature, based on the Hess Law:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ∆Uk =   ∆Ut + ∆U&lt;br /&gt;         =   ∆Ut   + C (T- T1)……….1&lt;br /&gt;C = the calorimetric capacity (barrel + water + bomb)&lt;br /&gt;Because ∆Uk = O, so ∆Ut   = -   C (T- T1) ………….2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By measuring the temperature change’s (T- T1) amd the capacity of the calorimetric, we can determine ∆Ut, so C can be determined by burning some amount of substance that known the Burning heat. To do this usually used benzoate acid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this measurement sometimes needed a correction. It’s caused by the nitric acid formed process when the heat is released. If the substance that burned has a sulphur, it must have a correction for the formed of sulphuric acid.&lt;br /&gt;So the formula is&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;∆Ut   = U 1 + U 2 = -   C (T- T1) &lt;br /&gt;U1 = the volume (ml) of sodium carbonate&lt;br /&gt;U2= the length of the wire that burned. (cm) multiply by 2,3cal/cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U1 and U2 in negative&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the experiment, m gram of substances is burned and make the Temperature is raising up in (T- T1) or ∆T, so the  burning heat of the substances is&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;∆UT   = -   C ∆T  - U1 – U2 &lt;br /&gt;                              M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The result of the measurement can we write as the change of enthalpy ∆HT by formula:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ∆HT  =  ∆UT   + (Dn .R. T  )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dn = moles gas product - moles gas reactant).&lt;br /&gt;R is the gas law constant (typically expressed as 8.314 J/Kmole in this equation),&lt;br /&gt;T is the Kelvin temperature&lt;br /&gt;Bomb calorimeters&lt;br /&gt;A bomb calorimeter is a type of constant-volume calorimeter used in measuring the heat of combustion of a particular reaction. Bomb calorimeters have to withstand the large pressure within the calorimeter as the reaction is being measured. Electrical energy is used to ignite the fuel, as the fuel is burning, it will heat up the surrounding air, which expands and escapes through a tube that leads the air out of the calorimeter. When the air is escaping through the copper tube it will also heat up the water outside the tube. The temperature of the water allows for calculating calorie content of the fuel.&lt;br /&gt;In more recent calorimeter designs, the whole bomb, pressurized with excess pure oxygen (typically at 20atm) and containing a known mass of fuel, is submerged under a known volume of water before the charge is (again electrically) ignited. The bomb, with fuel and oxygen, form a closed system - no air escapes during the reaction. The energy released by the combustion raises the temperature of the steel bomb, its contents, and the surrounding water jacket. The temperature change in the water is then accurately measured. This temperature rise, along with a bomb factor (which is dependent on the heat capacity of the metal bomb parts) is used to calculate the energy given out by the fuel burnt. A small correction is made to account for the electrical energy input and the burning fuse. After the temperature rise has been measured, the excess pressure in the bomb is released.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                      Calorimeter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. The Principe of the experiment&lt;br /&gt;The measurement of the heat combustion from some mole (n) of substance ∆UT   By measuring the naphthalene combustion enthalpy in the bomb calorimetric. So we can get the change of the temperature or ∆T and calculate the length of the wire that burned in the process.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In formula       ∆UT   = -   C ∆T - U1 – U2 &lt;br /&gt;                                                      M&lt;br /&gt;And ∆HT = ∆UT   + (Dn .R. T)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Tools and Material&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;Tools and Material&lt;br /&gt;Measurement(ml)/ Concentrate(M)&lt;br /&gt;Requirement ammount’s (pc)&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Pair adiabatic bomb calorimetric&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Analytic balance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Stop watch&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Syringe bottle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Stirring bottle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;Thermometer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Aquades&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As we need&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;Benzoic acid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 gram&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;Naphthalene&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2 gram&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;Oxygen gas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As we need&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;Sodium carbonate solution&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 ml&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;Red methyl indicators&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As we need&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Work direction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Preparing 1 tablets of benzoic acid. Balance it the analytic balance.&lt;br /&gt;Put in the bomb calorimetric. Switch the wire&lt;br /&gt;Fill the bomb calorimetric slowly by oxygen gas till 30 atm.&lt;br /&gt;Fill the barrel by water 7000 (+/-0,5) by 2 liters of water. The temperature in +/- 1, 5 C below the room temperature.&lt;br /&gt;Fill the barrel to the bomb calorimetric. Put the bomb into barrel.&lt;br /&gt;Measure the temperature T.&lt;br /&gt;Switch on the calorimetric bomb.&lt;br /&gt;Note the water temperature in 6 minutes, every 1 minutes see the temperature.&lt;br /&gt;Out the bomb from the calorimetric.&lt;br /&gt;Wash the inside part of the barrel. And titrated the wash water by sodium carbonate solution.&lt;br /&gt;Release the wire and measure the wire that not burned.&lt;br /&gt;Determine the capacity of calorimetric.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Measuring the heat enthalpy of the substances.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some of the calorimetric capacity 0, 9 – 1 gram.&lt;br /&gt;If the solid press tablet, we use paraffin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Observation Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The measurement of calorimetric capacity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mass of benzoic acid = 0, 9 gram.&lt;br /&gt;Volume of the water = 2 liter.&lt;br /&gt;The wire length = 10 cm&lt;br /&gt;The result = 4, 2 cm&lt;br /&gt;T 0 = 33 C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minutes (T)&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Temperature&lt;br /&gt;34.92&lt;br /&gt;34.92&lt;br /&gt;34.94&lt;br /&gt;34.94&lt;br /&gt;Titration&lt;br /&gt;The washing&lt;br /&gt;= 3 Indicators of red methyl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The change of color&lt;br /&gt;Red to&lt;br /&gt;yellow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.  The calculation&lt;br /&gt;To 34.9 C = 307.9 K&lt;br /&gt;T1 34.94 C = 307.94 K&lt;br /&gt;M benzoic acid C6H5 C00H&lt;br /&gt;= 0, 9 gram&lt;br /&gt;∆UT   = 26454 J/g&lt;br /&gt;L wire = 10 cm&lt;br /&gt;L wire that not burened = 5, 8 cm&lt;br /&gt;U2 = 5,8 cm x 2,3 kal/ cm x 4,2 J/ cal&lt;br /&gt;56, 028 J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;∆UT   = -   C ∆T  - U1 – U2 &lt;br /&gt;                              M&lt;br /&gt;=Ct = 26454 J/g x 0,9 gram +56, 028 J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                               0.04&lt;br /&gt;- Ct = 556.115,7&lt;br /&gt;-ck = 556,1157 kJ/K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The reaction =&lt;br /&gt;C6H5 C00H +7, 5 O2                                                                                   7 CO2   + 3 H2O&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. Graphic of the data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. Analysis of data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this experiment, determining the heat capacity of the calorimetric used benzoic acid. The benzoic acid is formed into pellets. The aim of this procedure is to make the best result in the balancing process. In the other hand, the burning process can be perfectly worked because the wire can bundle the wire strongly. Based on the calculation, the weight of the benzoic acid pellets id 0, 9 gram. And the palatine wire length is 10 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First we fill the barrel with 2 liter of water. The goal is to conditioning the temperature in the calorimetric bomb. Before it put into the barrel, the calorimetric bomb is filled by oxygen gas till 30 atm pressure. After we switch on the tools, we get the change of temperature that happen in the reaction is 34,93- 34,9 C so after the calculation, the result of the experiment for measuring the heat capacity of calorimetric bomb is 56, 028 J. so based on the measurement, the result of the capacity of calorimetric is Ck= -556, 12 J/K.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The reaction is&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The reaction =&lt;br /&gt;C6H5 C00H +7, 5 O2                                                                                   7 CO2   + 3 H2O&lt;br /&gt;IX. The conclusion of the experiment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The water addition in the process is to make the condition of temperature is suitable.&lt;br /&gt;The addition of oxygen gas into calorimetric bomb is to make the combustion process inside it can work perfectly.&lt;br /&gt;When the temperature in the constant condition, the burning process has already worked.&lt;br /&gt;The reaction of the experiment is&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The reaction =&lt;br /&gt;C6H5 C00H +7, 5 O2                                                                                   7 CO2   + 3 H2O&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The MM indicator used to know the change of the color in the reaction. So we can now the end point of titration.&lt;br /&gt;In this experiment, the burning process of the substances working perfectly, so it must not have titration.&lt;br /&gt;The wire measurement is to correcting.&lt;br /&gt;Based on the experiment and calculation, the heat capacity of the calorimetric that we used is Ck = - 556, 12 J/K&lt;br /&gt;The capacity of the calorimetric can use to measure the heat enthalpy of the other substances.&lt;br /&gt;The perfect combustion can be seen when there is no substances again in the wire and inside the bomb calorimetric.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;X. Bibliography&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atkins, P.W.1994. Physical Chemistry 1. Jakarta: Erlangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chang, Raymond. 2003. General Chemistry, the essential concepts 1. Jakarta: Erlangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.jtbaker.com/"&gt;Dogra.&lt;/a&gt; S Dogra. 1990. Physical chemistry and the test. Jakarta: UI press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukardjo. 1997. Physical Chemistry 1. Jakarta : Rineka Cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.chem.ox.ac.id/"&gt;www.chem.ox.ac.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.chem-is-try.com/"&gt;www.chem-is-try.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-4446937550856248268?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/4446937550856248268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=4446937550856248268' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/4446937550856248268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/4446937550856248268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/02/laporan-praktikum-kimia.html' title='Laporan Praktikum Kimia'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-3756737263800014752</id><published>2010-02-07T05:20:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T05:21:31.323-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="mxb"&gt;     &lt;h1&gt;      Iran makes new uranium enrichment challenge     &lt;/h1&gt;    &lt;/div&gt;                                                                                 &lt;!-- S BO --&gt; &lt;!-- S IIMA --&gt;     &lt;table align="right" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="226"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;    &lt;div&gt;     &lt;img src="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/47233000/jpg/_47233595_002960454-1.jpg" alt="Heavy-water production plant, Arak, Iran (file image)" border="0" vspace="0" width="226" height="170" hspace="0" /&gt;     &lt;div class="cap"&gt;Iran's nuclear programme has alarmed Western powers&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;!-- E IIMA --&gt;  &lt;!-- S SF --&gt;&lt;p class="first"&gt;&lt;b&gt;Iran's President Mahmoud Ahmadinejad has asked the country's nuclear chief to begin enriching uranium to 20%.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;The move comes amid a worsening stand-off over a Western offer for Iran to swap enriched uranium for nuclear fuel. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;The West fears Iran is trying to develop nuclear weapons - and have threatened new sanctions. Iran insists its programme is peaceful. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;The US defence secretary urged the world to "stand together", saying there was still time for sanctions to work. &lt;/p&gt;&lt;!-- E SF --&gt;&lt;p&gt;"Pressures that are focused on the government of Iran, as opposed to the people of Iran, potentially have greater opportunity to achieve the objective," Robert Gates said during a visit to Italy. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;In London, the Foreign Office said Mr Ahmadinejad's announcement was "clearly a matter of serious concern". &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"This would be a deliberate breach of five UNSCRs [United Nations Security Council Resolutions]," it said in a statement. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;In January, diplomats said Iran had informed the International Atomic Energy Agency (IAEA) that it did not accept the terms of the deal agreed in October by Iran, the IAEA and the P5+1 - the US, Russia, China, UK and France plus Germany. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Earlier this week, the US, Britain and France circulated a discussion paper on further possible sanctions against Tehran. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;But China says the P5+1 must remain patient and keep pursuing a diplomatic solution to the issue. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Red line&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mr Ahmadinejad made the announcement on Iranian state television - two days after his foreign minister said a deal on swapping enriched uranium for nuclear fuel was close - a claim greeted with scepticism by Western powers. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"I had said let us give them [Western powers] two to three months, and if they don't agree, we would start ourselves," Mr Ahmadinejad said in a speech broadcast live. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Now Dr [Ali Akbar] Salehi, start to make the 20% with the centrifuges," the president said, addressing Iran's nuclear chief who was sitting in the audience at a laser technology plant in Tehran. &lt;/p&gt;                    &lt;!-- S IBOX --&gt;     &lt;table align="right" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="231"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                &lt;td width="5"&gt;&lt;img src="http://newsimg.bbc.co.uk/shared/img/o.gif" alt="" border="0" vspace="0" width="5" height="1" hspace="0" /&gt;&lt;/td&gt;                &lt;td class="sibtbg"&gt;                                                &lt;div class="sih"&gt;                                NUCLEAR FUEL CYCLE                            &lt;/div&gt;                                                                                               &lt;div class="mva"&gt;&lt;div class="bull"&gt;Mined uranium ore is purified and reconstituted into solid form known as yellowcake&lt;/div&gt;   &lt;div class="bull"&gt;Yellowcake is chemically processed and converted into Uranium Hexafluoride gas&lt;/div&gt;   &lt;div class="bull"&gt;Gas is fed through centrifuges, where its isotopes separate and process is repeated until uranium is enriched&lt;/div&gt;   &lt;div class="bull"&gt;Low-level enriched uranium is used for nuclear fuel&lt;/div&gt;   &lt;div class="bull"&gt;Highly enriched uranium can be used in nuclear weapons &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;                                                                        &lt;div class="o"&gt;                                &lt;img src="http://newsimg.bbc.co.uk/nol/shared/img/v3/inline_dashed_line.gif" alt="" border="0" vspace="2" width="226" height="1" hspace="0" /&gt;&lt;br /&gt;                           &lt;/div&gt;                                                 &lt;div class="miiib"&gt;               &lt;!-- S ILIN --&gt;                                                &lt;div class="arr"&gt;                          &lt;a class="" href="http://news.bbc.co.uk/2/shared/spl/hi/sci_nat/05/nuclear_fuel/html/mining.stm"&gt;&lt;b&gt;In depth: Nuclear fuel cycle&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;                              &lt;/div&gt;                               &lt;!-- E ILIN --&gt;                             &lt;!-- S ILIN --&gt;                                                &lt;div class="arr"&gt;                          &lt;a class="" href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/8495086.stm"&gt;Q&amp;amp;A: Iran and the nuclear issue&lt;/a&gt;                              &lt;/div&gt;                               &lt;!-- E ILIN --&gt;              &lt;/div&gt;                                    &lt;/td&gt;            &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;!-- E IBOX --&gt;          &lt;p&gt;Civilian nuclear power requires uranium enriched to about 3%. Weapons grade uranium needs to be enriched to 90%. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;The BBC Tehran correspondent Jon Leyne, reporting from London, says Mr Ahmadinejad's announcement crosses a significant red line. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Iran says it wants to supply a research reactor with highly enriched uranium following the breakdown of the international deal to provide fuel for it. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;But some Western analysts say Iran does not possess the technical know-how to make fuel rods for the reactor, our correspondent says, and Western countries fear this could be a stepping stone towards the manufacture of weapons-grade material. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;At the very least, this is a provocative act which will make negotiations more difficult, our correspondent says. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Existing UN sanctions are meant to prevent the flow of any items or technology which might aid Iran in enriching uranium or developing nuclear weapon delivery systems. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;The sanctions range from actual sales or supplies to dealings with named individuals.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;From : &lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/8502705.stm&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;!-- E BO --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-3756737263800014752?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/3756737263800014752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=3756737263800014752' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/3756737263800014752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/3756737263800014752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/02/iran-makes-new-uranium-enrichment.html' title=''/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-2377264156541733895</id><published>2010-02-07T05:11:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T05:13:22.246-08:00</updated><title type='text'>Baru Buka Lagi</title><content type='html'>Setelah Sekian lama&lt;br /&gt;Akhirnya pikiran ku kembali terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari tugas seorang dosen yang tercinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun berhasrat kembali meramaikan dunia maya ini&lt;br /&gt;dengan berbagai warna indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hal ini bisaa menjadi nyata .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak menjadi maya seperti dunia maya ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-2377264156541733895?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/2377264156541733895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=2377264156541733895' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/2377264156541733895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/2377264156541733895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2010/02/baru-buka-lagi.html' title='Baru Buka Lagi'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-5210263759199589570</id><published>2009-02-26T18:59:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T19:00:33.581-08:00</updated><title type='text'>Etika lingkungan hidup</title><content type='html'>Apa itu Etika Lingkungan Hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aji Widyanto&lt;br /&gt;3315080184&lt;br /&gt;Pendidikan Kimia Reg 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika lingkungan adalah cabang filsafat lingkungan, etika yang studi hubungan antara manusia dan lingkungan.  Etika lingkungan telah memberikan dimensi baru kepada konservasi sumber daya alam. Etika lingkungan adalah disiplin yang studi moral hubungan antara manusia, dan juga nilai moral dan status, lingkungan dan isi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika lingkungan mempercayai etika hubungan antara manusia dan alam lingkungan.  Manusia merupakan bagian dari masyarakat dan juga bagian seperti adalah makhluk hidup lainnya.  Ketika kita berbicara tentang falsafah prinsip yang memandu kehidupan kita, kita sering mengabaikan kenyataan bahwa bahkan tanaman dan hewan merupakan bagian dari kehidupan kita.  Mereka merupakan bagian integral dari lingkungan hidup dan dengan itu memiliki hak untuk dianggap sebagai bagian dari kehidupan manusia.  Pada baris ini, jelas bahwa mereka juga harus terkait dengan prinsip-prinsip serta kami nilai-nilai moral dan etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu etika lingkugan hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang lingkungan keprihatinan etika manusia 'etis hubungan dengan alam lingkungan.  Meskipun banyak filosof telah ditulis pada topik ini sepanjang sejarah, etika lingkungan hanya dikembangkan menjadi sebuah disiplin khusus filosofis pada tahun 1970an.  Munculnya ini tidak ada keraguan karena kesadaran yang semakin meningkat di tahun 1960-an dari efek yang teknologi, industri, dan perluasan ekonomi yang memiliki pertumbuhan penduduk di lingkungan.  Pengembangan kesadaran seperti ini dibantu oleh dua penerbitan buku penting saat ini.  Rachel Carson's Silent Spring, pertama kali diterbitkan pada tahun 1962, alerted pembaca bagaimana luas penggunaan pestisida kimia adalah hal yang serius ancaman bagi kesehatan masyarakat dan mengarah kepada kehancuran margasatwa.  Pembelajaran yang sama pentingnya adalah Paul Ehrlich dari 1968 buku, The Population Bomb, yang memberikan peringatan dari sulur Dampak destruktif yang memiliki populasi manusia di planet tersebut.  Tentu saja, polusi dan penipisan sumber daya alam yang tidak hanya masalah lingkungan hidup yang sejak saat itu: dwindling tanaman dan hewan keanekaragaman hayati, hilangnya hutan belantara, yang degradasi ekosistem, dan perubahan iklim merupakan bagian dari rakit yang "hijau" masalah yang ada dalam diri berpancangan baik kesadaran publik dan kebijakan publik melalui tahun-tahun berikutnya.  Pekerjaan dari etika lingkungan adalah kewajiban moral kami garis besar dalam menghadapi masalah seperti ini.  Pendeknya, dua pertanyaan mendasar yang harus alamat etika lingkungan adalah: apa yang dilakukan manusia mempunyai kewajiban terhadap lingkungan, dan mengapa?  Pertanyaan yang kedua biasanya harus dipertimbangkan sebelum mantan.  Dalam rangka untuk menghadapi masalah apa saja kewajiban kami adalah, biasanya pikiran pertama yang diperlukan untuk mempertimbangkan mengapa kami memilikinya.  Misalnya, kita mempunyai kewajiban lingkungan untuk kepentingan manusia hidup di dunia ini, manusia untuk hidup di masa depan, atau untuk kepentingan badan di lingkungan itu sendiri, terlepas dari keuntungan apapun manusia?  Berbeda filosof ada jawaban yang diberikan agak berbeda untuk pertanyaan yang mendasar ini, seperti yang akan kita lihat, telah menyebabkan munculnya etika lingkungan yang cukup berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita selalu memotong pohon di hutan  untuk membuat rumah kita.  Kita terus memakai konsumsi yang berlebihan terhadap sumber daya alam.  Mereka yang kita gunakan secara berlebihan sehingga mereka akan habis, sehingga akan menimbulkan risiko kehidupan generasi masa depan kita.  Apakah ini etis?  Ini adalah masalah etika lingkungan.  Rachel Carson seperti ilmuwan dan filosof environmentalists yang dipimpin mempertimbangkan aspek filosofis masalah lingkungan, memelopori dalam pengembangan lingkungan etika sebagai cabang filosofi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Hari Bumi 1970 yang juga salah satu faktor yang menyebabkan perkembangan lingkungan etika sebagai bidang studi terpisah.  Bidang ini diterima dorongan ketika pertama kali dibahas dalam jurnal akademik di Amerika Utara dan Kanada.  Sekitar waktu yang sama, bidang ini juga muncul di Australia dan Norwegia.  Hari ini, etika lingkungan merupakan salah satu masalah utama umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses industri mengakibatkan kerusakan sumber daya, adalah industri yang tidak bertanggung jawab untuk mengembalikan habis sumber daya?  Selain itu, apakah dapat dikembalikan untuk membuat lingkungan yang asli alami satu?  Pertambangan yang menghambat proses ekologi dari daerah-daerah tertentu,  dapat menyebabkan gangguan terhadap  tanaman dan hewan yang hidup di daerah-daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar aktivitas manusia mengakibatkan polusi lingkungan.  Manusia yang terlalu meningkatkan populasi meningkatkan permintaan untuk sumber daya manusia seperti makanan dan tempat tinggal.  Sebagai penduduk yang melebihi daya dari planet kita, lingkungan alam yang digunakan untuk tempat tinggal manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu manusialah  yang mengganggu keseimbangan di alam.  Yang merugikan kita, sebagai manusia, yang menyebabkan ke alam, akan datang kembali ke kami dihasilkan dalam lingkungan yang tercemar.  Penipisan  cadangan sumber daya alam yang  dapat membahayakan generasi kita.  Ketimpangan di dalam alam yang telah menyebabkan kita akan mengganggu kehidupan kita juga.  Tetapi etika lingkungan membawa tentang fakta bahwa semua bentuk kehidupan di dunia memiliki hak untuk hidup.  Dengan merusak alam, secara tidak langsung kita telah merebut bentuk hak mereka untuk hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memiliki beberapa kewajiban mereka terhadap sesama makhluk.  Pada baris yang sama, kami telah menetapkan suatu tugas kami terhadap lingkungan.  Lingkungan etika mengatakan bahwa kita harus melakukan perillaku dasar  kita pada satu set nilai-nilai etika yang panduan pendekatan kami terhadap makhluk hidup lainnya di alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika lingkungan sekitar, termasuk hak-hak asasi manusia non-binatang dalam nilai-nilai etika dan moral.  Bahkan jika manusia dianggap ras utama perhatian masyarakat, hewan dan tanaman yang tidak kalah pentingnya.  Mereka memiliki hak untuk mendapatkan bagian dari keberadaan adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, para manusia, bersama dengan bentuk-bentuk lain dari kehidupan membentuk masyarakat kita.  Kita semua adalah bagian dari rantai makanan dan dengan demikian berkaitan erat dengan satu sama lain.  Kami, bersama-sama kita bentuk lingkungan.  Konservasi sumber daya alam tidak hanya untuk kebutuhan sehari ini saja   tetapi juga tugas utama kita di masa dating.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-5210263759199589570?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/5210263759199589570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=5210263759199589570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/5210263759199589570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/5210263759199589570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2009/02/etika-lingkungan-hidup.html' title='Etika lingkungan hidup'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-6496200765858245528</id><published>2009-02-26T18:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T18:59:27.156-08:00</updated><title type='text'>Pengelolaan Laboratorium</title><content type='html'>Pengelolaan Laboratorium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Aji Widyanto&lt;br /&gt;3315080184&lt;br /&gt;Pendidikan Kimia Reguler 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya. Henri Fayol (1996: 86) menyatakan bahwa pengelolaan hendaknya dijalankan berkaitan dengan unsur atau fungsi-fungsi manajer, yakni perencanaan, pengorganisasian, pemberian komando, pengkoordinasian, dan pengendalian. Sementara Luther M. Gullick (1993:31) menyatakan fungsi-fungsi manajemen yang penting adalah perencanaan,pengorganisasian, pengadaan tenaga kerja, pemberian bimbingan, pengkoordinasian, pelaporan, dan penganggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  meliputi beberapa aspek yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perencanaan&lt;br /&gt;2. Penataan&lt;br /&gt;3. Pengadministrasian&lt;br /&gt;4. Pengamanan, perawatan, dan pengawasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan Laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, spesimen biologi, bahan kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laboratorium (disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali. Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya, misalnya laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium biokimia, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa.&lt;br /&gt;laboratorium (informal, lab) adalah fasilitas yang menyediakan dikontrol dalam kondisi yang riset ilmiah, eksperimen, dan pengukuran dapat dilakukan.. Judul laboratorium juga digunakan untuk beberapa fasilitas lain di mana proses atau peralatan yang digunakan adalah mirip dengan yang ada di laboratorium ilmiah. Hal ini khususnya meliputi:&lt;br /&gt;•    the film laboratory or darkroom film laboratorium atau   kamar gelap&lt;br /&gt;•    the computer lab komputer lab&lt;br /&gt;•    the medical lab medis laboratorium&lt;br /&gt;•    the clandestine lab for the production of illegal drugs yang gelap laboratorium untuk produksi obat-obatan ilegal&lt;br /&gt;Laboratorium ilmiah dapat ditemukan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, industri, pemerintah atau militer fasilitas, dan bahkan kapal dan angkasa. Jlaboratorium mungkin menawarkan ruang untuk bekerja sama lebih dari satu sampai tiga puluh peneliti tergantung pada ukuran dan tujuan.&lt;br /&gt;Istilah laboratorium akhir-akhir ini menjadi sangat luas, namun sebelum kita ikut menterjemahkan secara kebablasan maka kita lihat definisi menurut Procter, 1981. Laboratorium adalah tempat atau ruangan dimana para ilmuwan bekerja dengan peralatan untuk penyelidikan dan pengujian terhadap suatu bahan atau benda. Sedangkan menurut ISO/IEC Guide 2 1986, laboratorium adalah instansi/lembaga yang melaksanakan kalibrasi dan atau pengujian. Sementara Pengujian adalah kegiatan teknis yang terdiri atas penetapan, penentuan satu atau lebih sifat atau karakteristik dari suatu produk, bahan, peralatan, organisme, fenomena fisik, proses atau jasa, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Dari difinisi tersebut maka dalam diskusi ini akan kita fokuskan pada laboratorium menurut definisi-definisi resmi tersebut diatas.&lt;br /&gt;Dengan identitas yang seperti tersebut diatas tidaklah heran maka masyarakat di luar laboratorium benar-benar menganggap bahwa laboratorium adalah suatu tempat bak pengadilan untuk dapat membuktikan apakah sesuatu benar atau tidak, atau menghasilkan data yang pasti benar untuk mengambil keputusan dan seolah tidak dapat diajukan banding lagi. Keadaan ini membawa dampak yang positif maupun negatif. Positif, karena keadaan ini membuat laboratorium dapat bekerja dengan tenang dan penuh dedikasi dengan kepercayaan masyarakat yang tinggi. Negatif, bila keadaan ini membawa dampak laboratorium tidak pernah mendapat keluahan, kritikan dan saran sehingga banyak laboratorium yang tidak dapat menjaga kinerjanya tetap baik. Bahkan beberapa laboratorium atau personil laboratorium menjadi apa yang disebut Pseudoakademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengelolaan laboratorium meliputi beberapa aspek yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perencanaan&lt;br /&gt;2. Penataan&lt;br /&gt;3. Pengadministrasian&lt;br /&gt;4. Pengamanan, perawatan, dan pengawasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, spesimen biologi, bahan kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam – macam Laboratorium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    Laboratorium Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laboratorium yang digunakan untuk pendidikan terutama di sekolah tingkat SD , SMP, dan SMA. Laboratorium tersebut bisa digunakan untuk para siswa dan biasanya peralatan dan bahan yang digunakan hanya sederhana saja. Juga mudah untuk dibeli dan tidak terlalu mahal harganya. Semua peralatan yang berada di sekolah adalah milik negara/milik yayasan untuk sekolah yang berstatus swasta yang dipercayakan ke sekolah untuk dipergunakan dan dikelola sesuai program yang telah dibakukan dalam hal ini untuk kegiatan proses belajar mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Laboratorium Riset&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistimatik, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Istilah ini juga digunakan untuk menjelaskan suatu koleksi informasi menyeluruh mengenai suatu subyek tertentu, dan biasanya dihubungkan dengan hasil dari suatu ilmu atau metode ilmiah. Kata ini diserap dari kata bahasa Inggris research yang diturunkan dari bahasa Perancis yang memiliki arti harfiah "menyelidiki secara tuntas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut thefreedictionary.com yang dinamakan laboratorium riset ialah Laboratorium yang digunakan oleh para praktisi keilmuwan dalam upaya menemukan sesuatu atau meneliti suatu hal yang dibidanginya terutama dalam bidang sains.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Laboratorium yang digunakan oleh para praktisi yang berprofesi di bidangnya , misalnya para ilmuwan , professor atau mahasiswa yang berguna untuk riset atau penelitian yang diadakan untuk pemerintah , Negara , perusahaan atau pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam – macam laboratorium yang ada di Laboratorium proses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Lab. Rekayasa Reaksi Kimia &amp;amp; Konvensi Gas Alam&lt;br /&gt;Peralatan utama: BET, Autosorb, FTIR, GC/MC,GC(TCD, FID), TPD, High pressure bench-scale reactor, Autoclave batch reakctor, Atmospheric and vacuum Fixed bed reactors, Water/Oil bath Refrigerator, Digital atmospheric furnace, pelletizer,  Demineralizer/RO water treatment, multi-purpose tubular reactor, gas regulator.&lt;br /&gt;b. Lab. Sistem Proses Kimia&lt;br /&gt;Peralatan utama: DEC workstation, PC-IBM/compatible, laser printer, digital scanner,LAN system, visualization system, optimisation AI softwares.&lt;br /&gt;c. Lab. Proses Separasi&lt;br /&gt;Peralatan utama: Membrane (gas) apparatus, climbing evaporator, vacuum oven, gas-liquid absorption unit, batch distillation unit, molecular distillation unit, multiinjection bubbling column, ozone generator, vacuum pump, multivisual tester, controllable mechanical stirrer, gas regulator, Sohxlet extractor, thermo-controller, GC (FID), XRD.&lt;br /&gt;d. Lab. Termodinamika, Energi &amp;amp; Lingkungan&lt;br /&gt;Peralatan utama: AAS, electronic titrator, digital pH-meter, digital conductometer, digital thermometer, thermocontroller, portable GC (TCD), Vis/UV Spectrophotometer, liquid extraction apparatus, bomb calorimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Lab. Bioproses&lt;br /&gt;Peralatan utama: Anaerobic box, shaker, deoxygenator, tubular glass reactors, microscopes, incubator, pressurized vessel, centrifuge, electronic titrator, digital multimeter (DO,TCD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.    Laboratorium Proses&lt;br /&gt;Laboratorium Proses (Definisi)::&lt;br /&gt;Laboratorium yang  digunakan untuk melaksanakan penelitian tentang sesuatu proses pembuatan atau mengenai proses reaksi suatu zat tertentu, dengan tujuan :&lt;br /&gt;•    Pengembangan metode/teknik proses-proses kimia-fisika&lt;br /&gt;•    Pembuatan produk/bahan kimia dengan bahan baku bahan alam&lt;br /&gt;•    Memberikan nilai tambah terhadap bahan alam/agro-industri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laboratorium dalam perguruan tinggi adalah unit dalam Jurusan Akademis sebagai :&lt;br /&gt;1. Wadah /Rumah dosen-dosen yang memiliki    bidang keahlian yang sama.&lt;br /&gt;2. Tempat terjadinya proses analisis ilmiah dalam bidang ilmu tertentu.&lt;br /&gt;3. Tempat terjadinya kegiatan dan interaksi antar dosen sebidang ilmu untuk menghasil-kan informasi-informasi  baru  tentang  masalah tertentu dari sudut pandang ilmiah.&lt;br /&gt;4. Kumpulan informasi ilmiah hasil analisis    ilmiah yang akan berguna untuk bahan analisis masalah berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5. Tempat yang dilengkapi perangkat alat-alat bantu analisis ilmiah dan perangkat alat-alat untuk menyimpan kumpulan informasi dan data ilmiah.&lt;br /&gt;6. Bagi perguruan tinggi yang bermutu laboratorium menjadi bagian yang “di-kedepankan”, karena laboratoriumlah yang menghasilkan karya-karya ilmiah yang membanggakan, yang tak dapat dihasilkan oleh institusi lainnya.&lt;br /&gt;7. Laboratorium juga bisa menjadi bagian dari suatu “Pusat Kajian”, yang ruang cakupan kajiannya lebih luas.&lt;br /&gt;8. Yang terpenting: Laboratorium merupa-kan tempat kegiatan dan interaksi para ilmuwan untuk menemukan atau me-nyimpulkan sesuatu yang baru secara ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;www.p4tkipa.org/data/BAB%20I%20PENDAHULUAN.pdf&lt;br /&gt;www.ps-s1-matematika.fmipa.ugm.ac.id/v2/index2.php?option=com_docman&amp;amp;task=doc_view&amp;amp;gid=19&amp;amp;Itemid=46&lt;br /&gt;www.eng.unri.ac.id/.../manajemen.../MANAJEMEN%20PT%20(Slides)/MANAJEMEN%20LABORATORIUM/Manajemen%20Lab...&lt;br /&gt;www.wikipedia.com&lt;br /&gt;www.yourdictionary.com/laboratory&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum puas juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kritik and saran hub : ajiwidyanto@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0856117946x&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-6496200765858245528?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/6496200765858245528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=6496200765858245528' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/6496200765858245528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/6496200765858245528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2009/02/pengelolaan-laboratorium.html' title='Pengelolaan Laboratorium'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-3302235828032107368</id><published>2009-02-26T18:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T18:57:57.546-08:00</updated><title type='text'>kesehatan</title><content type='html'>Ginjal dalam tubuh berfungsi sebagai filter untuk membersihkan darah/cairan lainnya. Fungsi ini bertujuan agar bahan-bahan kimia yang terkandung dalam darah atau cairan tubuh lainnya tidak terbawa kembali oleh darah dan beredar ke seluruh tubuh. Sebagian kotoran hasil penyaringan ini nantinya akan dikeluarkan melalui ginjal bersama air seni. Namun sebagian lagi mungkin tertinggal dan mengendap menjadi batu ginjal. Apabila endapan ini tidak dikeluarkan, akan menetap di ginjal atau berpindah ke kandung kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala penyakit batu ginjal ini di antaranya pinggang terasa nyeri dan pegal-pegal. Kadang-kadang, penyakit ini tidak menimbulkan keluhan. Rasa sakit akan muncul bila batu merusak jaringan atau terbawa ke saluran kemih hingga menyumbatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dan ukuran batu ginjal sendiri bervariasi. Bila batu ini agak besar dan menyumbat, sumbatan tersebut dapat menahan air seni. Jika tidak segera diobati dapat menyebabkan pembengkakan pada ginjal yang akan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat. Bila sampai parah, penderita bisa mengalami muntah-muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan Dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit batu ginjal dapat dicegah sedini mungkin, yaitu dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Allah telah memberi rizqi dengan berbagai sumber makanan yang dapat kita ambil manfaatnya bagi tubuh, baik itu berasal dari hewan maupun tumbuhan serta air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang ada yang hanya mengkonsumsi makanan dari hewan dan sejumlah protein dari tumbuhan. Sementara yang lain, ada yang menjadi vegetarian (hanya makan dari tumbuhan saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola makan seperti itu harus ditinggalkan. Sumber makanan yang berasal dari hewan maupun tumbuhan sama-sama penting bagi tubuh. Untuk itu, kita harus menyeimbangkan pola makan. Tidak asal halal, tapi juga perlu memperhatikan kethoyyibannya (manfaatnya) bagi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal, beberapa petunjuk di bawah ini bisa dilakukan:&lt;br /&gt;1. Minum air putih yang cukup, kurang lebih 8 gelas tiap hari. Tujuannya agar menghasilkan air seni yang cukup untuk membilas zat-zat kimia yang mungkin akan mengendap di batu ginjal.&lt;br /&gt;2. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium (susu, telor, daging, jeroan) dan mengurangi makanan yang terlalu tinggi mengandung asam urat (kangkung, bayam, kembang kol, dan olahan melinjo).&lt;br /&gt;3. Seringlah mengkonsumsi buah semangka, sebab buah ini banyak manfaatnya bagi tubuh terutama ginjal. Buah ini sering disebut sebagai pencuci darah alami.&lt;br /&gt;4. Perhatikan kesehatan gigi, karena gigi yang berlubang atau terkena infeksi bisa berpengaruh pada ginjal.&lt;br /&gt;5. Jangan memanaskan olahan sayur bayam, sebab ini termasuk salah satu pembentuk batu ginjal.&lt;br /&gt;6. Jika memungkinkan, konsumsilah air mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Allah mentakdirkan kita mengidap penyakit ini, segeralah berobat ke dokter agar tidak menjadi parah dan menimbulkan penyakit lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga melakukan terapi dengan menggunakan obat alami yang sudah teruji secara klinis dan efektif mengobati batu ginjal, di antaranya:&lt;br /&gt;1. Minum campuran Habbatus Sauda’ (jinten hitam) dan madu yang dicampur dengan air hangat. Salah satu manfaat Habbatus Sauda’ adalah menghancurkan batu ginjal.&lt;br /&gt;2. Dapat juga minum ramuan daun-daunan seperti daun Keji Beling, Kumis Kucing, dan Tempuyung. Daun Keji Beling memiliki efek diuretic yang dapat memperlancar aliran kemih karena kandungan kaliumnya. Sementara Kumis Kucing dan Tempuyung dapat membantu menghancurkan batu ginjal sehingga mempermudah pengeluarannya dari dalam tubuh dan menghilangkan penyebab sakit kolik/pinggang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-3302235828032107368?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/3302235828032107368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=3302235828032107368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/3302235828032107368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/3302235828032107368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2009/02/kesehatan.html' title='kesehatan'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-3483049540107027727</id><published>2008-12-27T05:00:00.001-08:00</published><updated>2008-12-27T05:00:59.628-08:00</updated><title type='text'>ANEH TAPI GOKIL</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 28pt; color: red;"&gt;Permohonan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maaf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kepada seluruh Pengunjung blog saya dimohon bersabar coz&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akan ada perbaikan tamoilan dan setting dari blog saya hingga awal tahun nanti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Silahkan anda menunggu &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena tampilan nantinya akan berubah 1001 %&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selamat menunggu dan menunggu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                    &lt;/span&gt;Tertanda&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;Pengelola Blog&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-3483049540107027727?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/3483049540107027727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=3483049540107027727' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/3483049540107027727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/3483049540107027727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2008/12/aneh-tapi-gokil.html' title='ANEH TAPI GOKIL'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-7264007079264449977</id><published>2008-12-27T04:41:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T04:51:20.136-08:00</updated><title type='text'>PENGUMUMAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SVYkUmBaBXI/AAAAAAAAAB8/u88lH58F13w/s1600-h/hj.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 99px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SVYkUmBaBXI/AAAAAAAAAB8/u88lH58F13w/s320/hj.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284451148988286322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SVYkUrh4yLI/AAAAAAAAAB0/3S-Ya1e1tFk/s1600-h/kkk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 94px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SVYkUrh4yLI/AAAAAAAAAB0/3S-Ya1e1tFk/s320/kkk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284451150466697394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SVYkUf0Yr7I/AAAAAAAAABs/t9gjturnydE/s1600-h/jj.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 88px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SVYkUf0Yr7I/AAAAAAAAABs/t9gjturnydE/s320/jj.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284451147323060146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SVYkUJgor6I/AAAAAAAAABk/2w1tu79exeg/s1600-h/gh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SVYkUJgor6I/AAAAAAAAABk/2w1tu79exeg/s320/gh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284451141334642594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SVYkUAzxp_I/AAAAAAAAABc/SA0rxakTOgI/s1600-h/gbb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SVYkUAzxp_I/AAAAAAAAABc/SA0rxakTOgI/s320/gbb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284451138999003122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pengumuman&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kepada seluruh penggemar hal hal berbau manga , film , uta ( musik ) , fashion, cosplay , pernak pernik yang berbau jepang gtu, sebentar lagi akan hadir sebuah klub yang akan menghadirkan itu semua di tengah tengah anda. Sudah pastinya klub ini disajikan ( ya ileh dikira masakan pa) hanya untuk para j-lovers sejati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Oyah untuk konfirmasi lebih lanjut silahkan hubungi cp di bawah ini:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kesempatan baik jangan di sia siakan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Cp:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aji (08561179467)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-7264007079264449977?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/7264007079264449977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=7264007079264449977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/7264007079264449977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/7264007079264449977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2008/12/pengumuman.html' title='PENGUMUMAN'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SVYkUmBaBXI/AAAAAAAAAB8/u88lH58F13w/s72-c/hj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-6961931251918699530</id><published>2008-12-07T06:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T20:00:23.749-08:00</updated><title type='text'>FOTO TEMEN GW LAGI MAEN AJAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/STvf0OmQCJI/AAAAAAAAABU/ix9lCPq3i1k/s1600-h/Foto002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/STvf0OmQCJI/AAAAAAAAABU/ix9lCPq3i1k/s320/Foto002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277057476759390354" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/STvfz3N-oWI/AAAAAAAAABM/qVTd-OrEHrQ/s1600-h/Foto003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/STvfz3N-oWI/AAAAAAAAABM/qVTd-OrEHrQ/s320/Foto003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277057470483571042" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-6961931251918699530?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/6961931251918699530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=6961931251918699530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/6961931251918699530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/6961931251918699530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2008/12/foto-temen-gw-lagi-maen-ajah.html' title='FOTO TEMEN GW LAGI MAEN AJAH'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/STvf0OmQCJI/AAAAAAAAABU/ix9lCPq3i1k/s72-c/Foto002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-1266957413523470819</id><published>2008-12-07T06:35:00.001-08:00</published><updated>2008-12-07T06:35:33.841-08:00</updated><title type='text'>APASIH KIMIA ANALITIK ITU</title><content type='html'>&lt;h1 class="firstHeading"&gt;Kimia analitik&lt;/h1&gt;       &lt;h3 id="siteSub"&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;/h3&gt;              &lt;div id="jump-to-nav"&gt;Langsung ke: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_analitik#column-one"&gt;navigasi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_analitik#searchInput"&gt;cari&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- start content --&gt;    &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kimia analitik&lt;/b&gt; adalah cabang ilmu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia" title="Kimia"&gt;kimia&lt;/a&gt; yang berfokus pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis" title="Analisis"&gt;analisis&lt;/a&gt; cuplikan material untuk mengetahui &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komposisi" title="Komposisi"&gt;komposisi&lt;/a&gt;, struktur, dan fungsi kimiawinya. Secara tradisional, kimia analitik dibagi menjadi dua jenis, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kualitatif&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kualitatif (belum dibuat)"&gt;kualitatif&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuantitatif&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kuantitatif (belum dibuat)"&gt;kuantitatif&lt;/a&gt;. Analisis kualitatif bertujuan untuk mengetahui keberadaan suatu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimia" title="Unsur kimia"&gt;unsur&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_kimia" title="Senyawa kimia"&gt;senyawa kimia&lt;/a&gt;, baik &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_organik" title="Senyawa organik"&gt;organik&lt;/a&gt; maupun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_inorganik" title="Senyawa inorganik" class="mw-redirect"&gt;inorganik&lt;/a&gt;, sedangkan analisis kuantitatif bertujuan untuk mengetahui jumlah suatu unsur atau senyawa dalam suatu cuplikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kimia analitik modern dikategorisasikan melalui dua pendekatan, target dan metode. Berdasarkan targetnya, kimia analitik dapat dibagi menjadi kimia bioanalitik, analisis material, analisis kimia, analisis lingkungan, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Forensik" title="Forensik"&gt;forensik&lt;/a&gt;. Berdasarkan metodenya, kimia analitik dapat dibagi menjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spektroskopi" title="Spektroskopi"&gt;spektroskopi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektrometri_massa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Spektrometri massa (belum dibuat)"&gt;spektrometri massa&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kromatografi" title="Kromatografi"&gt;kromatografi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektroforesis" title="Elektroforesis"&gt;elektroforesis&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kristalografi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kristalografi (belum dibuat)"&gt;kristalografi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mikroskopi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Mikroskopi (belum dibuat)"&gt;mikroskopi&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrokimia" title="Elektrokimia"&gt;elektrokimia&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;    &lt;table style="background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" width="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt; &lt;div style="overflow: hidden; position: relative; width: 32px; height: 28px;"&gt; &lt;div style="position: absolute; top: 0px; left: 0px; z-index: 2;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Nuvola_apps_kalzium.png" class="image" title="Nuvola apps kalzium.png"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f5/Nuvola_apps_kalzium.png/28px-Nuvola_apps_kalzium.png" border="0" height="28" width="28" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-1266957413523470819?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/1266957413523470819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=1266957413523470819' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1266957413523470819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1266957413523470819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2008/12/apasih-kimia-analitik-itu.html' title='APASIH KIMIA ANALITIK ITU'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-5882007792654920487</id><published>2008-12-07T06:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T06:34:53.563-08:00</updated><title type='text'>JUDUL BARUI NICH YEH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;The HysTorY&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;OF &lt;/span&gt;&lt;sup&gt;MY BAND ®&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;sup&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;Alva Band &lt;sup&gt;®&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;Yeah .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Alva Band adalah sebuah band Indonesia beraliran pop modern dengan nuansa rock metal yang memiliki cara bermain yang khas , sejarah terbentuknya band tersebut berawal dari sebuah pertemanan waktu SMP, yaitu sang personilnya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aji Widyanto atau yang sering disebut Azoy dengan temannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arief Rahman atau Arman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sewaktu masih duduk di kelas 2 smp( 2004). Mereka akhirnya berinisiatif untuk membuat grup musik atau biasa disebut band. Dimana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada saat itu sedang boomingnya band terkenal seperti Peterpan, Ada Band, Kotak dll. Akhirnya mereka berdua mencoba untuk berlatih pertama kali di sebuah studio musik dekat perumahan tridaya yaitu studio Linggar pada tanggal 10 oktober 2004.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hari pertama kali masuk band tersebutlah yang akhirnya di buat sebagai hari lahirnya ALVA band. Itulah pertama kalinya kedua personil itu menjejakkan kakinya di sebuah studio band, Mereka tidak berdua saja , mereka mengajak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teman sekelasnya seperti Pandu ( Yonathan Pandu Kristanto), Januari ( Januari Christian ), Daniel Jefrry( Daniel). Sehingga terbentuklah sebuah band bernama JAPADA. Namun terbentunya band tersebut tidaklah selanggeng yang mereka kira. Kedua personil mereka yaitu januari dan Daniel memilih hengkang untuk berkonsentrasi pada belajar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah itu, Aji pun merasa bahwa ia harus menambah personil baru. Akhirnya ia merekrut teman sekelasnya lagi yaitu Bagus dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Irwan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ahrif . Mereka berdua sangat berniat untuk masuk band ini. Akhirnya pada studio yang sama mereka berlima sepakat untuk membuat lagi sebuah band yaitu JAPADA namun berganti personil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-5882007792654920487?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/5882007792654920487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=5882007792654920487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/5882007792654920487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/5882007792654920487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2008/12/judul-barui-nich-yeh.html' title='JUDUL BARUI NICH YEH'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-6913332817019080792</id><published>2008-12-07T05:33:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T06:01:48.507-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/STvWrXPdL4I/AAAAAAAAABE/JNzOeVgXJ50/s1600-h/Mt.Rinjani4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/STvWrXPdL4I/AAAAAAAAABE/JNzOeVgXJ50/s320/Mt.Rinjani4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277047428856229762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Udara bumi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kenapa sih ? udara kalau semakin tinggi dari permukaan bumi malah semakin dingin suhunya , padahal seharusnya semakin tinngi dong suhunya ( panas) karena dekat dengan matahari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Panas bisa berpindah tempat dengan 3 cara, yaitu memancar, mengalir dan merambat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Matahari memancarkan sinarnya dan ketika mengenai permukaan bumi sinar tsb akan dirubah menjadi panas. Panas yang terjadi di permukaan bumi sebagian panasnya masuk ke dalam tanah dan sebagian lagi dirambatkan ke udara, karena udara (terdiri dari sejumlah gas) adalah media yang bisa menghantar panas meskipun tidak sebaik logam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perlu diketahui semakin tinggi lokasi di muka bumi, maka udara-nya semakin tipis, artinya jarak antar molekul gas menjadi lebih renggang. Ingat pesawat terbang yang besar-besar (misalnya Airbus) kalau terbang jarak jauh mesti pada ketinggian yang sangat tinggi, sampai 10000 m di atas permukaan tanah. Maksudnya adalah untuk mengurangi gesekan dengan udara karena pada ketinggian yang tinggi udaranya tipis, dan menyebabkan hemat energi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\STAR5~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image001.jpg" title="nature250_1024"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 1; left: 0px; margin-left: 132px; margin-top: 93px; width: 328px; height: 246px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Karena pada tempat yang tinggi udaranya tipis, hal ini menyebabkan panas dari permukaan tanah lebih sulit untuk merambat lewat udara, dan menghasilkan temperatur udara menjadi lebih dingin dibandingkan di dataran rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-6913332817019080792?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/6913332817019080792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=6913332817019080792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/6913332817019080792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/6913332817019080792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2008/12/sejarah-alva-band.html' title=''/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/STvWrXPdL4I/AAAAAAAAABE/JNzOeVgXJ50/s72-c/Mt.Rinjani4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-7666591956171142984</id><published>2008-11-29T18:52:00.001-08:00</published><updated>2008-11-29T19:00:13.818-08:00</updated><title type='text'>poto kelas w</title><content type='html'>nih dia foto gw and temen gw waktu perpisahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;heheheheheh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-7666591956171142984?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/7666591956171142984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=7666591956171142984' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/7666591956171142984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/7666591956171142984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2008/11/poto-kelas-w.html' title='poto kelas w'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-1259664045270789669</id><published>2008-11-02T04:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-02T04:22:08.162-08:00</updated><title type='text'>KERTE API INDONESIA</title><content type='html'>Gila gak tuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tipa hari gw naek krd bekasi purwakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau biasa disebut odong 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin karena warna atau rangkaian yang mirip kaya odong odong itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi bukan nama yang gw keselin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi sola kenyamanan dan keamanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minus semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gmana gak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;udah keretanya baw desek desekan baw amoniak kering gtu (Kencing maksud w)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seandainya argo berhenti tiapsetasium w bakal naek deh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarin mahal yang penting nyaman .&lt;br /&gt;tapi sayang ittu gak terjadi n gak bakalan mungkin terjadi deh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang kereta murah gini aja masih ada yang gak bayar sama sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang nyuap kondektur segala lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan kasian yang sudah beli karcis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang gak beli karcis ongkosnya malah lebih murah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya 1000 rupiah ajka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keselametan nomor 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tolong nih para petinggi PT. Kai yang terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tolong perbaiki dong sarana dan prasarana nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga para oknumnya yang jahat diberantas donk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biar kereta apai Indonesia kaya yang ada di Jepang gtu deh&lt;br /&gt;(mimpi kaliYee)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-1259664045270789669?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/1259664045270789669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=1259664045270789669' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1259664045270789669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/1259664045270789669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2008/11/kerte-api-indonesia.html' title='KERTE API INDONESIA'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-3747993427368840182</id><published>2008-10-15T05:47:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T05:48:40.074-07:00</updated><title type='text'>kimia dasar</title><content type='html'>kimia dasar&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;IKATAN ION&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ikatan ion adalah salah satu jenis ikatan dalam kimia dimana ikatan ini terjadi karena adanya arus perpindahan elektron dari unsur logam (unsur yang mudah melepas elektron&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang berkedudukan sebagai kation) ke unsur non-logam (unsur yang mudah menangkap elektron yang berkedudukan sebagai anion). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Perpindahan elektron ini timbul karena &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;gaya elektrostatis sehingga terbentuklah ikatan ion diantara kedua unsur tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pada senyawa yang berikatan ion disebut senyawa ionik. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IT"&gt;Ciri-ciri senyawa ionik adalah sbb :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;1.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Dalam keadaan murni bersifat konduktor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;2.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;TL / TD tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;3.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Semua berfase padat pada suhu kamar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Berikut adalah contoh pembentukan ikatan ion pada senyawa KBr:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;K = 2 – 8 – 8 – 1&lt;span style=""&gt;                                                                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;sub&gt;35&lt;/sub&gt;Br = 2 – 8 – 18 – 7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;HIBRIDISASI ORBITAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Dalam kimia, &lt;span style=""&gt;hibridisasi&lt;/span&gt; adalah sebuah konsep bersatunya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Orbital_atom&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Orbital atom (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;orbital-orbital atom&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; membentuk &lt;span style=""&gt;orbital hibrid&lt;/span&gt; yang baru yang sesuai dengan penjelasan kualitatif sifat ikatan atom. Konsep orbital-orbital yang terhibridisasi sangatlah berguna dalam menjelaskan bentuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Orbital_molekul&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Orbital molekul (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;orbital molekul&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; dari sebuah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul" title="Molekul"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;molekul&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;. Konsep ini adalah bagian tak terpisahkan dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_ikatan_valensi" title="Teori ikatan valensi"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;teori ikatan valensi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;. Teori hibridisasi dipromosikan oleh kimiawan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Linus_Pauling" title="Linus Pauling"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;Linus Pauling&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; dalam menjelaskan struktur molekul seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metana" title="Metana"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;metana&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; (CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;). Secara historis, konsep ini dikembangkan untuk sistem-sistem kimia yang sederhana, namun pendekatan ini selanjutnya diaplikasikan lebih luas, dan sekarang ini dianggap sebagai sebuah heuristik yang efektif untuk merasionalkan struktur &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_organik" title="Senyawa organik"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;senyawa organik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;. Teori hibridisasi tidaklah sepraktis &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori_orbital_molekul&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Teori orbital molekul (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;teori orbital molekul&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; dalam hal perhitungan kuantitatif. Masalah-masalah pada hibridisasi terlihat jelas pada ikatan yang melibatkan orbital &lt;i&gt;d&lt;/i&gt;, seperti yang terdapat pada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_koordinasi" title="Kimia koordinasi"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;kimia koordinasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_organologam" title="Kimia organologam"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;kimia organologam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;. Walaupun skema hibridisasi pada logam transisi dapat digunakan, ia umumnya tidak akurat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sangatlah penting untuk dicatat bahwa orbital adalah sebuah model representasi dari tingkah laku elektron-elektron dalam molekul. Dalam kasus hibridisasi yang sederhana, pendekatan ini didasarkan pada orbital-orbital atom hidrogen. Orbital-orbital yang terhibridisasikan diasumsikan sebagai gabungan dari orbital-orbital atom yang bertumpang tindih satu sama lainnya dengan proporsi yang bervariasi. Orbital-orbital hidrogen digunakan sebagai dasar skema hibridisasi karena ia adalah salah satu dari sedikit orbital yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persamaan_Schr%C3%B6dinger" title="Persamaan Schrödinger"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;persamaan Schrödingernya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; memiliki penyelesaian analitis yang diketahui. Orbital-orbital ini kemudian diasumsikan terdistorsi sedikit untuk atom-atom yang lebih berat seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon" title="Karbon"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;karbon&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nitrogen" title="Nitrogen"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;nitrogen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen" title="Oksigen"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;oksigen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;. Dengan asumsi-asumsi ini, teori hibridisasi barulah dapat diaplikasikan. Perlu dicatat bahwa kita tidak memerlukan hibridisasi untuk menjelaskan molekul, namun untuk molekul-molekul yang terdiri dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon" title="Karbon"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;karbon&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nitrogen" title="Nitrogen"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;nitrogen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen" title="Oksigen"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;oksigen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;, teori hibridisasi menjadikan penjelasan strukturnya lebih mudah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Teori hibridisasi sering digunakan dalam kimia organik, biasanya digunakan untuk menjelaskan molekul yang terdiri dari atom C, N, dan O (kadang kala juga P dan S). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name="Hibrid_sp3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Hibrid &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1031" type="#_x0000_t75" alt="C\quad&amp;#10;  \frac{\uparrow\downarrow}{1s}\;&amp;#10;  \frac{\uparrow\downarrow}{2s}\;&amp;#10;  \frac{\uparrow\,}{2p_x}\;&amp;#10;  \frac{\uparrow\,}{2p_y}\;&amp;#10;  \frac{\,\,}{2p_z}" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:27.3pt;" wrapcoords="-675 0 -675 20925 21600 20925 21600 0 -675 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image001.png" href="http://upload.wikimedia.org/math/1/4/3/1435b6051b8f7640349a5fd6fb73225c.png"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image002.jpg" alt="C\quad   \frac{\uparrow\downarrow}{1s}\;   \frac{\uparrow\downarrow}{2s}\;   \frac{\uparrow\,}{2p_x}\;   \frac{\uparrow\,}{2p_y}\;   \frac{\,\,}{2p_z}" shapes="_x0000_s1031" align="left" height="61" hspace="12" width="144" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Hibridisasi menjelaskan atom-atom yang berikatan dari sudut pandang sebuah atom. Untuk sebuah karbon yang berkoordinasi secara tetrahedal (seperti metana, CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;), maka karbon haruslah memiliki orbital-orbital yang memiliki simetri yang tepat dengan 4 atom hidrogen. Konfigurasi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keadaan_dasar&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Keadaan dasar (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;keadaan dasar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; karbon adalah 1&lt;i&gt;s&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; 2&lt;i&gt;s&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; 2&lt;i&gt;p&lt;sub&gt;x&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt; 2&lt;i&gt;p&lt;sub&gt;y&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;atau lebih mudah dilihat:&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(Perhatikan bahwa orbital 1&lt;i&gt;s&lt;/i&gt; memiliki energi lebih rendah dari orbital 2&lt;i&gt;s&lt;/i&gt;, dan orbital 2&lt;i&gt;s&lt;/i&gt; berenergi sedikit lebih rendah dari orbital-orbital 2&lt;i&gt;p&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_ikatan_valensi" title="Teori ikatan valensi"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Teori ikatan valensi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; memprediksikan, berdasarkan pada keberadaan dua orbital &lt;i&gt;p&lt;/i&gt; yang terisi setengah, bahwa C akan membentuk dua &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kovalen" title="Ikatan kovalen"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;ikatan kovalen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, yaitu CH&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;. Namun, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metilena" title="Metilena"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;metilena&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; adalah molekul yang sangat reaktif (lihat pula: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karbena&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Karbena (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;karbena&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;), sehingga teori ikatan valensi saja tidak cukup untuk menjelaskan keberadaan CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;. Lebih lanjut lagi, orbital-orbital keadaan dasar tidak bisa digunakan untuk berikatan dalam CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Walaupun eksitasi elektron 2&lt;i&gt;s&lt;/i&gt; ke orbital 2&lt;i&gt;p&lt;/i&gt; secara teori mengijinkan empat ikatan dan sesuai dengan teori ikatan valensi (adalah benar untuk O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;), hal ini berarti akan ada beberapa ikatan CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; yang memiliki energi ikat yang berbeda oleh karena perbedaan aras tumpang tindih orbital. Gagasan ini telah dibuktikan salah secara eksperimen, setiap hidrogen pada CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; dapat dilepaskan dari karbon dengan energi yang sama. Untuk menjelaskan keberadaan molekul CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; ini, maka teori hibridisasi digunakan. Langkah awal hibridisasi adalah eksitasi dari satu (atau lebih) elektron:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" alt="C^{*}\quad&amp;#10;\frac{\uparrow\downarrow}{1s}\;&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{2s}\;&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{2p_x}&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{2p_y}&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{2p_z}" style="'width:145.5pt;height:35.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image003.gif" href="http://upload.wikimedia.org/math/a/9/a/a9a707a66c7cfd6395e13d65d0b8d394.png"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image003.gif" alt="C^{*}\quad \frac{\uparrow\downarrow}{1s}\; \frac{\uparrow\,}{2s}\; \frac{\uparrow\,}{2p_x} \frac{\uparrow\,}{2p_y} \frac{\uparrow\,}{2p_z}" shapes="_x0000_i1030" border="0" height="47" width="194" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Proton yang membentuk inti atom hidrogen akan menarik salah satu elektron valensi karbon. Hal ini menyebabkan eksitasi, memindahkan elektron 2s ke orbital 2p. Hal ini meningkatkan pengaruh inti atom terhadap elektron-elektron valensi dengan meningkatkan potensial inti efektif. Kombinasi gaya-gaya ini membentuk fungsi-fungsi matematika yang baru yang dikenal sebagai orbital hibrid. Dalam kasus atom karbon yang berikatan dengan empat hidrogen, orbital 2&lt;span style=""&gt;s&lt;/span&gt; (orbital inti hampir tidak pernah terlibat dalam ikatan) "bergabung" dengan tiga orbital 2&lt;span style=""&gt;p&lt;/span&gt; membentuk &lt;span style=""&gt;hibrid sp&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style=""&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt; (dibaca &lt;span style=""&gt;s-p-tiga&lt;/span&gt;) menjadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" alt="C^{*}\quad&amp;#10;\frac{\uparrow\downarrow}{1s}\;&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{sp^3}\;&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{sp^3}&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{sp^3}&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{sp^3}" style="'width:148.5pt;height:33.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image004.gif" href="http://upload.wikimedia.org/math/7/1/4/7145df266593d6a04d9b4120fab261f9.png"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image004.gif" alt="C^{*}\quad \frac{\uparrow\downarrow}{1s}\; \frac{\uparrow\,}{sp^3}\; \frac{\uparrow\,}{sp^3} \frac{\uparrow\,}{sp^3} \frac{\uparrow\,}{sp^3}" shapes="_x0000_i1027" border="0" height="45" width="198" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pada CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;, empat orbital hibrid &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; bertumpang tindih dengan orbital 1&lt;i&gt;s&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen" title="Hidrogen"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;hidrogen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;, menghasilkan empat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_sigma" title="Ikatan sigma"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;ikatan sigma&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;. Empat ikatan ini memiliki panjang dan kuat ikat yang sama, sehingga sesuai dengan pengamatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1032" type="#_x0000_t75" alt="Sebuah representasi skematis orbital-orbital hibrid yang tumpang tindih dengan orbital s hirdogen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Ch4_hybridization.svg" title="&amp;quot;Sebuah representasi skematis orbital-orbital hibrid yang tumpang tindih dengan orbital s hirdogen&amp;quot;" style="'position:absolute;margin-left:-7.1pt;margin-top:11.35pt;width:133.1pt;" wrapcoords="3783 0 3783 1712 4149 2107 5492 2107 5125 3161 5003 6322 3539 6717 -122 8298 -122 10273 122 10537 1953 10537 1953 11722 5003 12644 8664 12644 8908 14751 7688 16859 7810 18966 6224 19229 5980 19493 5980 21337 9397 21468 11471 21468 12203 21073 13546 18966 13790 17517 13180 14751 13668 14751 14522 13302 14400 12644 15254 12380 15742 11459 15376 10537 18305 10537 21600 9483 21600 7507 20868 6322 20990 3029 18061 2502 10007 1712 8054 790 5492 0 3783 0" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image005.png" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/bb/Ch4_hybridization.svg/178px-Ch4_hybridization.svg.png"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Ch4_hybridization.svg"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image006.gif" alt="Sebuah representasi skematis orbital-orbital hibrid yang tumpang tindih dengan orbital s hirdogen" title="&amp;quot;Sebuah representasi skematis orbital-orbital hibrid yang tumpang tindih dengan orbital s hirdogen&amp;quot;" shapes="_x0000_s1032" align="left" border="0" height="164" hspace="12" width="177" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1034" type="#_x0000_t75" alt="Empat orbital sp3." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sp3-Orbital.svg" title="&amp;quot;Empat orbital sp3.&amp;quot;" style="'position:absolute;margin-left:333pt;margin-top:20.35pt;width:112.2pt;" wrapcoords="11232 1788 6192 2383 4176 3128 4320 4171 3312 4767 2016 6108 1728 7895 2160 8789 3168 8938 2592 14748 2736 15641 3456 16386 6048 18472 6336 18621 9504 19514 10368 19514 13680 19514 15840 19514 17712 19068 17856 13705 19008 11768 18000 8938 19872 8640 19728 6852 18576 6108 18864 5363 18000 4171 18144 3575 16560 2830 11952 1788 11232 1788" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image007.png" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Sp3-Orbital.svg/150px-Sp3-Orbital.svg.png"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sp3-Orbital.svg"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image008.gif" alt="Empat orbital sp3." title="&amp;quot;Empat orbital sp3.&amp;quot;" shapes="_x0000_s1034" align="left" border="0" height="145" hspace="12" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1033" type="#_x0000_t75" alt="Bentuk tetrahedal metana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Ch4-structure.png" title="&amp;quot;Bentuk tetrahedal metana&amp;quot;" style="'position:absolute;margin-left:171pt;margin-top:13.25pt;width:128.95pt;" wrapcoords="-126 0 -126 21478 21600 21478 21600 0 -126 0" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image009.png" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/55/Ch4-structure.png"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Ch4-structure.png"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image010.gif" alt="Bentuk tetrahedal metana" title="&amp;quot;Bentuk tetrahedal metana&amp;quot;" shapes="_x0000_s1033" align="left" border="0" height="177" hspace="12" width="172" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sebuah pandangan alternatifnya adalah dengan memandang karbon sebagai anion C&lt;sup&gt;4−&lt;/sup&gt;. Dalam kasus ini, semua orbital karbon terisi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" alt="C^{4-}\quad&amp;#10;\frac{\uparrow\downarrow}{1s}\;&amp;#10;\frac{\uparrow\downarrow}{2s}\;&amp;#10;\frac{\uparrow\downarrow}{2p_x}&amp;#10;\frac{\uparrow\downarrow}{2p_y}&amp;#10;\frac{\uparrow\downarrow}{2p_z}" style="'width:154.5pt;height:35.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image011.gif" href="http://upload.wikimedia.org/math/5/0/f/50f079ee38e12c9bf630445cbb8ba3cc.png"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image011.gif" alt="C^{4-}\quad \frac{\uparrow\downarrow}{1s}\; \frac{\uparrow\downarrow}{2s}\; \frac{\uparrow\downarrow}{2p_x} \frac{\uparrow\downarrow}{2p_y} \frac{\uparrow\downarrow}{2p_z}" shapes="_x0000_i1028" border="0" height="47" width="206" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jika kita menrekombinasi orbital-orbital ini dengan orbital-&lt;i&gt;s&lt;/i&gt; 4 hidrogen (4 proton, H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;) dan mengijinkan pemisahan maksimum antara 4 hidrogen (yakni tetrahedal), maka kita bisa melihat bahwa pada setiap orientasi orbital-orbital &lt;i&gt;p&lt;/i&gt;, sebuah hidrogen tunggal akan bertumpang tindih sebesar 25% dengan orbital-&lt;i&gt;s&lt;/i&gt; C dan 75% dengan tiga orbital-&lt;i&gt;p&lt;/i&gt; C. HaL ini sama dengan persentase relatif antara s dan p dari orbital hibrid &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; (25% &lt;i&gt;s&lt;/i&gt; dan 75% &lt;i&gt;p&lt;/i&gt;). Menurut teori hibridisasi orbital, elektron-elektron valensi metana seharusnya memiliki tingkat energi yang sama, namun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektroskopi_elektron&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Spektroskopi elektron (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;spektrum fotoelekronnya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; menunjukkan bahwa terdapat dua pita, satu pada 12,7 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektron_volt&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Elektron volt (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;eV&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (satu pasangan elektron) dan saty pada 23 eV (tiga pasangan elektron). Ketidakkonsistenan ini dapat dijelaskan apabila kita menganggap adanya penggabungan orbital tambahan yang terjadi ketika orbital-orbital &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; bergabung dengan 4 orbital hidrogen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name="Hibrid_sp2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;"&gt;Hibrid &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Senyawa karbon ataupun molekul lainnya dapat dijelaskan seperti yang dijelaskan pada metana. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Misalnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Etilena" title="Etilena"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;etilena&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; (C&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;) yang memiliki ikatan rangkap dua di antara karbon-karbonnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Struktur Kekule metilena akan tampak seperti:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1035" type="#_x0000_t75" alt="Tiga orbital sp2." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sp2-Orbital.svg" title="&amp;quot;Tiga orbital sp2.&amp;quot;" style="'position:absolute;margin-left:189pt;margin-top:13.6pt;width:112.2pt;" wrapcoords="9360 2607 6480 2979 5904 3910 6480 5586 5472 6145 2592 8379 2160 9683 2160 10800 3168 11545 2448 11917 2448 12476 3024 14524 3024 14897 5328 17503 9936 19924 10224 19924 11664 19924 12240 19924 14976 17876 16128 17503 18864 15455 18720 14524 19440 11545 18576 8566 16992 5400 10080 2607 9360 2607" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image012.png" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/11/Sp2-Orbital.svg/150px-Sp2-Orbital.svg.png"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sp2-Orbital.svg"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image013.gif" alt="Tiga orbital sp2." title="&amp;quot;Tiga orbital sp2.&amp;quot;" shapes="_x0000_s1035" align="left" border="0" height="116" hspace="12" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Ethene.png" title="Ethene Lewis Structure. Each C bonded to two hydrogens and one double bond between them."&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1031" type="#_x0000_t75" alt="Ethene Lewis Structure. Each C bonded to two hydrogens and one double bond between them." title="&amp;quot;Ethene Lewis Structure. Each C bonded to two hydrogens and one double bond between them.&amp;quot;" style="'width:93.75pt;height:79.5pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image014.png" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/35/Ethene.png"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image015.gif" alt="Ethene Lewis Structure. Each C bonded to two hydrogens and one double bond between them." shapes="_x0000_i1031" border="0" height="106" width="125" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Karbon akan melakukan hibridisasi &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; karena orbtial-orbital hibrid hanya akan membentuk ikatan sigma dan satu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_pi" title="Ikatan pi"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;ikatan pi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; seperti yang disyaratkan untuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kovalen" title="Ikatan kovalen"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;ikatan rangkap dua&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di antara karbon-karbon. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Ikatan hidrogen-karbon memiliki panjang dan kuat ikat yang sama. Hal ini sesuai dengan data percobaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Dalam &lt;span style=""&gt;hibridisasi &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;, orbital 2&lt;i&gt;s&lt;/i&gt; hanya bergabung dengan dua orbital 2&lt;i&gt;p&lt;/i&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1036" type="#_x0000_t75" alt="C^{*}\quad&amp;#10;\frac{\uparrow\downarrow}{1s}\;&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{sp^2}\;&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{sp^2}&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{sp^2}&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{p}" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:14.2pt;width:139pt;height:54.75pt;" wrapcoords="-117 0 -117 21120 21600 21120 21600 0 -117 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image016.png" href="http://upload.wikimedia.org/math/6/7/4/674f800c1906e0feadbeda85aaf43784.png"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image017.jpg" alt="C^{*}\quad \frac{\uparrow\downarrow}{1s}\; \frac{\uparrow\,}{sp^2}\; \frac{\uparrow\,}{sp^2} \frac{\uparrow\,}{sp^2} \frac{\uparrow\,}{p}" shapes="_x0000_s1036" align="left" height="73" hspace="12" width="185" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;membentuk 3 orbital &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; dengan satu orbital p tersisa. Dalam etilena, dua atom karbon membentuk sebuah ikatan sigma dengan bertumpang tindih dengan dua orbital &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; karbon lainnya dan setiap karbon membentuk dua ikatan kovalen dengan hidrogen dengan tumpang tindih &lt;i&gt;s&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; yang bersudut 120°. Ikatan pi antara atom karbon tegak lurus dengan bidang molekul dan dibentuk oleh tumpang tindih 2&lt;i&gt;p&lt;/i&gt;-2&lt;i&gt;p&lt;/i&gt; (namun, ikatan pi boleh terjadi maupun tidak). Jumlah huruf &lt;i&gt;p&lt;/i&gt; tidaklah seperlunya terbatas pada bilangan bulat, yakni hibridisasi seperti &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;2.5&lt;/sup&gt; juga dapat terjadi. Dalam kasus ini, geometri orbital terdistorsi dari yang seharusnya. Sebagai contoh, seperti yang dinyatakan dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kaidah_Bent&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kaidah Bent (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;kaidah Bent&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, sebuah ikatan cenderung untuk memiliki huruf-&lt;i&gt;p&lt;/i&gt; yang lebih banyak ketika ditujukan ke substituen yang lebih &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektronegatif" title="Elektronegatif"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;elektronegatif&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name="Hibrid_sp"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;"&gt;Hibrid &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ikatan kimia dalam senyawa seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alkuna" title="Alkuna"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;alkuna&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dengan ikatan rangkap tiga dijelaskan dengan &lt;span style=""&gt;hibridisasi &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" alt="C^{*}\quad&amp;#10;\frac{\uparrow\downarrow}{1s}\;&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{sp}\;&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{sp}&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{p}&amp;#10;\frac{\uparrow\,}{p}" style="'width:117pt;height:33.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image018.gif" href="http://upload.wikimedia.org/math/6/c/6/6c6a0bc644905e242cde618ef47195ce.png"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image018.gif" alt="C^{*}\quad \frac{\uparrow\downarrow}{1s}\; \frac{\uparrow\,}{sp}\; \frac{\uparrow\,}{sp} \frac{\uparrow\,}{p} \frac{\uparrow\,}{p}" shapes="_x0000_i1029" border="0" height="45" width="156" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dalam model ini, orbital 2&lt;i&gt;s&lt;/i&gt; hanya bergabung dengan satu orbital-&lt;i&gt;p&lt;/i&gt;, menghasilkan dua orbital &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt; dan menyisakan dua orbital &lt;i&gt;p&lt;/i&gt;. Ikatan kimia dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asetilena" title="Asetilena"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;asetilena&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (etuna) terdiri dari tumpang tindih &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;sp&lt;/i&gt; antara dua atom karbon membentuk ikatan sigma, dan dua &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_pi" title="Ikatan pi"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;ikatan pi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tambahan yang dibentuk oleh tumpang tindih &lt;i&gt;p&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;p&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Setiap karbon juga berikatan dengan hidrogen dengan tumpang tindih &lt;i&gt;s&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;sp&lt;/i&gt; bersudut 180°.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;a name="Hibridisasi_dan_bentuk_molekul"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hibridisasi dan bentuk molekul&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Hibridisasi, bersama dengan [[teori VSEPR}}, membantu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam menjelaskan bentuk molekul:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;AX&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt; (contoh: LiH): tidak ada hibridisasi; berbentuk linear&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;AX&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; (contoh: BeCl&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;): hibridisasi &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;; berbentuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Linear&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Linear (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;Linear&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; atau diagonal; sudut ikat cos&lt;sup&gt;−1&lt;/sup&gt;(−1) = 180° &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DE"&gt;AX&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;E (contoh: GeF&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;): berbentuk V, &lt;&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DE"&gt;AX&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; (contoh: BCl&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;): hibridisasi &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;; berbentuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Datar_trigonal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Datar trigonal (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="DE"&gt;datar trigonal&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DE"&gt;; sudut ikat cos&lt;sup&gt;−1&lt;/sup&gt;(−1/2) = 120° &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IT"&gt;AX&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;E (contoh: NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;): piramida trigonal, 107°&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IT"&gt;AX&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; (contoh: CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;): hibridisasi &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;; berbentuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tetrahedral&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Tetrahedral (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="IT"&gt;tetrahedral&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IT"&gt;; sudut ikat cos&lt;sup&gt;−1&lt;/sup&gt;(−1/3) ≈ 109.5°&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IT"&gt;AX&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt; (contoh: PCl&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;): hibridisasi &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;i&gt;d&lt;/i&gt;; berbentuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bipiramida_trigonal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Bipiramida trigonal (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="IT"&gt;Bipiramida trigonal&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;AX&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt; (contoh: SF&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt;): hibridisasi &lt;i&gt;sp&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;i&gt;d&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;; berbentuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oktahedral&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Oktahedral (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;oktahedral&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; (atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bipiramida_persegi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Bipiramida persegi (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;bipiramida persegi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Beberapa rumus yang sering digunakan untuk menentukan bentuk molekul, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1038" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;" wrapcoords="-169 -284 -169 21789 21769 21789 21769 -284 -169 -284" strokeweight="4.5pt"&gt;  &lt;v:stroke linestyle="thinThick"&gt;  &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1038'"&gt;   &lt;![if !mso]&gt;   &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;     &lt;div&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="'margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:"&gt;&lt;![if !supportLists]&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Wingdings;mso-fareast-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="'mso-list:Ignore'"&gt;v&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Arial;"&gt;PE&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt;    &lt;/span&gt;= &lt;u&gt;jmlh     elektron valensi + muatan&lt;/u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="'text-align:justify;tab-stops:.25in"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-size:22.0pt;font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-tab-count:2'"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Arial;mso-ansi-language:SV'"&gt;&lt;span style="'mso-tab-count:2'"&gt;                     &lt;/span&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="'margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:"&gt;&lt;![if !supportLists]&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Wingdings;mso-fareast-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="'mso-list:Ignore'"&gt;v&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Arial;"&gt;PEI&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt;   &lt;/span&gt;=&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt;  &lt;/span&gt;Jmlh atom – 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="'margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:"&gt;&lt;![if !supportLists]&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Wingdings;mso-fareast-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="'mso-list:Ignore'"&gt;v&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Arial;"&gt;PEP =&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt;   &lt;/span&gt;PE – 3     (atom pengeliling kecuali H)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="'margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:"&gt;&lt;![if !supportLists]&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Wingdings;mso-fareast-font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="'mso-list:Ignore'"&gt;v&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Arial;"&gt;PEB =&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt;   &lt;/span&gt;PEP -     PEI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Arial;mso-ansi-language:"&gt;Ket.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Arial;mso-ansi-language:"&gt;PE&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt;   &lt;/span&gt;= Pasangan Elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Arial;mso-ansi-language:"&gt;PEI&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt;  &lt;/span&gt;= Pasangan Elektron Ikatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Arial;mso-ansi-language:"&gt;PEP = Pasangan Elektron Pengikat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-family:Arial;mso-ansi-language:"&gt;PEB = Pasangan Elektron Bebas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/table&gt;   &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:rect&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image019.gif" alt="Text Box: v PE    = jmlh elektron valensi + muatan     2 v PEI   =  Jmlh atom – 1 v PEP =   PE – 3 (atom pengeliling kecuali H) v PEB =   PEP - PEI  Ket. PE   = Pasangan Elektron PEI  = Pasangan Elektron Ikatan PEP = Pasangan Elektron Pengikat PEB = Pasangan Elektron Bebas" shapes="_x0000_s1038" align="left" height="239" hspace="12" width="395" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-size:22.0pt;"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin;mso-field-lock:yes'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt; &lt;/span&gt;SHAPE&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt;  &lt;/span&gt;\* MERGEFORMAT &lt;span style="'mso-element:field-separator'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1026" editas="canvas" style="'width:306pt;height:180pt;" coordorigin="2339,1620" coordsize="6120,3600"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:2339;" preferrelative="f"&gt;   &lt;v:fill detectmouseclick="t"&gt;   &lt;v:path extrusionok="t" connecttype="none"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" text="t"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;w:wrap type="none"&gt;  &lt;w:anchorlock/&gt; &lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image020.gif" shapes="_x0000_s1026 _x0000_s1027" height="240" width="408" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-size:22.0pt;"&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:306pt;height:180pt'"&gt;  &lt;v:imagedata croptop="-65520f" cropbottom="65520f"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Bentuk molekul berdasarkan Teori VSEPR :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; margin-left: 0.7in; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;PE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;PEI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;PEB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Geometri Molekul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Linier&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Segitiga Planar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Planar Bentuk V&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Tetrahedral&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Segitiga Piramida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Planar bentuk V&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Segitiga bipiramida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Tetrahedral   terdistorsi (rusak)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Planar bentuk T&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12.65pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in; height: 12.65pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt; height: 12.65pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in; height: 12.65pt;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt; height: 12.65pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Linier&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Oktahedral&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Segiempat piramida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 30.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Segiempat datar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;METANA (CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Metana&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon" title="Hidrokarbon"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;hidrokarbon&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; paling sederhana yang berbentuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas" title="Gas"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;gas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumus_kimia" title="Rumus kimia"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;rumus kimia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon" title="Karbon"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen" title="Hidrogen"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;. Metana murni tidak berbau, tapi jika digunakan untuk keperluan komersial, biasanya ditambahkan sedikit bau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belerang" title="Belerang"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;belerang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi. Sebagai komponen utama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_alam" title="Gas alam"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;gas alam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;, metana adalah sumber &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar" title="Bahan bakar"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;bahan bakar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; utama. Pembakaran satu molekul metana dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen" title="Oksigen"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;oksigen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt; akan melepaskan satu molekul CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbondioksida" title="Karbondioksida"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;karbondioksida&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;) dan dua molekul H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air" title="Air"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;air&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1030" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:99pt;margin-top:9.55pt;" wrapcoords="-180 -540 -180 21960 21840 21960 21840 -540 -180 -540" strokeweight="4.5pt"&gt;  &lt;v:stroke linestyle="thinThick"&gt;  &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1030'"&gt;   &lt;![if !mso]&gt;   &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;     &lt;div&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="'margin-left:.5in'"&gt;&lt;span style="'font-size:16.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="'font-size:16.0pt;font-family:Arial'"&gt;CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;     + 2O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; → CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; + 2H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="'font-size:14.0pt'"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/table&gt;   &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:rect&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image021.gif" alt="Text Box: CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O" shapes="_x0000_s1030" align="left" height="95" hspace="12" width="286" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Metana memiliki bentuk molekul tetrahedral karena metana memiliki 4 pasangan electron ikatan dan tidak memiliki pasangan elektron bebas. Metana bukan memiliki bentuk molekul segiempat datar karena pada bentuk molekul segiempat datar senyawa tersebut harus memiliki 4 pasang elektron ikatan dan 2 pasang elektron bebas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pembuktian metana (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon" title="Karbon"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen" title="Hidrogen"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;) memiliki bentuk molekul tetrahedral:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1037" type="#_x0000_t75" alt="Bentuk tetrahedal metana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Ch4-structure.png" title="&amp;quot;Bentuk tetrahedal metana&amp;quot;" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:267.05pt;" wrapcoords="-126 0 -126 21478 21600 21478 21600 0 -126 0" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image009.png" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/55/Ch4-structure.png"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Ch4-structure.png"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image022.gif" alt="Bentuk tetrahedal metana" title="&amp;quot;Bentuk tetrahedal metana&amp;quot;" shapes="_x0000_s1037" align="left" border="0" height="177" hspace="12" width="172" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;PE&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;= &lt;u&gt;4 + 4.1 &lt;/u&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;= 4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;PEI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;= 5 – 1 = 4*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;PEP = 4 – 0 = 4&lt;span style=""&gt;                                            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;PEB = 4 – 4 = 0*&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Terbukti metana memiliki bentuk molekul tetrahedral.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;&lt;span style="'font-family:Arial'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin;mso-field-lock:"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt; &lt;/span&gt;SHAPE&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt;  &lt;/span&gt;\* MERGEFORMAT &lt;span style="'mso-element:field-separator'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1028" editas="canvas" style="'width:128.95pt;height:142.1pt;" coordorigin="5455,9613" coordsize="2579,2842"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s1029" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:5455;" preferrelative="f"&gt;   &lt;v:fill detectmouseclick="t"&gt;   &lt;v:path extrusionok="t" connecttype="none"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" text="t"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;w:wrap type="none"&gt;  &lt;w:anchorlock/&gt; &lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image023.gif" shapes="_x0000_s1028 _x0000_s1029" height="189" width="172" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;&lt;span style="'font-family:Arial'"&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style="'width:128.95pt;height:142.1pt'"&gt;  &lt;v:imagedata croptop="-65520f" cropbottom="65520f"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1039" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:0;" wrapcoords="-53 0 -53 21547 21600 21547 21600 0 -53 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Ulloh\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image024.jpg" title="kimia 1"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Ulloh/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image025.jpg" shapes="_x0000_s1039" align="left" height="324" hspace="12" width="285" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Forte;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Forte;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Forte;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Forte;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt; font-family: Forte;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-3747993427368840182?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/3747993427368840182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=3747993427368840182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/3747993427368840182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/3747993427368840182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2008/10/kimia-dasar.html' title='kimia dasar'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-3320149826489132202</id><published>2008-10-15T05:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T05:25:27.068-07:00</updated><title type='text'>calculus</title><content type='html'>Limit Fungsi&lt;br /&gt;Perhatikan fungsi yang ditentukan oleh rumus&lt;br /&gt;Jika variabel x diganti 2 maka f(2) =   , merupakan bentuk tak tentu. Jadi f(x) tidak ter-definisi pada x = 2, tetapi adakah suatu bilangan yang akan didekati oleh nilai f(x) jika nilai x mendekati 2 tetapi tidak sama dengan 2?. Untuk mengetahui jawabannya kita ambil nilai-nilai dari x yang mendekati 2 dari fihak kurang dari 2 (dari kiri) misalnya: 0; 1; 1,5; 1,9; 1,999; 1,999999 dan nilai-nilai x yang mendekati 2 dari fihak lebih dari 2 misalnya: 4; 3; 2,5; 2,1; 2,001; 2,000001. Kemudian dihitung nilai f pada nilai-nilai x tersebut yang terlihat pada tabel berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;X f(x)&lt;br /&gt;0 1&lt;br /&gt;1 3&lt;br /&gt;1,5 4&lt;br /&gt;1,9 4,8&lt;br /&gt;1,999 4,998&lt;br /&gt;1,999999 4,999998&lt;br /&gt;2 ?&lt;br /&gt;2,000001 5,000002&lt;br /&gt;2,001 5,002&lt;br /&gt;2,1 5,02&lt;br /&gt;2,5 6&lt;br /&gt;3 7&lt;br /&gt;4 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tabel di atas kita dapat menduga bahwa nilai f(x) akan mendekati 5 jika x mendekati 2 yang ditulis  .&lt;br /&gt;Secara aljabar dapat diuraikan sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     =&lt;br /&gt;     =&lt;br /&gt;     = 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;Misalkan f suatu fungsi yang terdefinisi pada suatu selang I yang memuat c (pada c fungsi f boleh tidak terdefinisi). Limit f(x) untuk x mendekati c adalah L, ditulis  f(x) = L jika untuk sembarang  &gt; 0 (bagaimanapun kecilnya), terdapat bilangan  &gt; 0 sedemikian hingga |f(x) - L| &lt;  apabila 0 &lt; |x - c| &lt; . Atau dengan kata lain jika x memenuhi 0 &lt;|x - c| &lt;  maka |f(x) - L| &lt;   Perhatikan gambar berikut:            Y      L+                            y=f(x) daerah |f(x)-L|&lt;  L      L-                            c-    c       c+                  X          daerah  0&lt;|x-c|&lt;  Contoh 1. Buktikan   (3x - 5) = 1 Penyelesaian: Tinjauan pendahuluan: jika diberikan   &gt; 0 akan dicari  &gt; 0 sedemikian hingga jika 0&lt;|x - 2|&lt; maka |(3x-5)-1|&lt; perhatikan |(3x - 5) - 1| = |3x - 6| = 3|x - 2| hasil ini menyarankan pemilihan    , tentu saja pemilihan  yang kurang dari   akan memenuhi. Bukti lengkap: diberikan  &gt; 0 sembarang&lt;br /&gt;pilih   sehingga untuk nilai x yang memenuhi 0 &lt; |x - 2| &lt;  berlaku  |(3x-5)-1| = |3x - 62|  = 3 |x - 2| &lt;&gt; 0, akan dicari  &gt; 0 sedemikian hingga jika 0 &lt; |x - 2| &lt;  maka   &lt;  untuk x   2,    =    =           =             =  |2x - 4|           = 2 |x - 2| dari hasil terakhir ini menyarankan pemilihan  =     Bukti lengkap: diberikan  &gt; 0 sembarang&lt;br /&gt;pilih  =    sehingga untuk nilai x yang memenuhi 0 &lt; |x - 2| &lt;  akan berlaku     = 2 |x - 2| &lt; 2   =" " terbukti    =" 5"&gt; 0 (bagaimanapun kecilnya), terdapat bilangan  &gt; 0 sedemikian hingga |f(x)-L|&lt; apabila 0&lt;c-x&gt;&lt;.  Atau dengan kata lain jika x memenuhi 0 &lt;&gt; 0 (bagai-manapun kecilnya), terdapat bilangan  &gt; 0 sedemikian hingga |f(x)-L|&lt; apabila 0&lt;x-c&gt;&lt;.  Atau dengan kata lain jika x memenuhi 0 &lt; y="f(x)" y="f(x)" y="f(x)" y="f(x)" y="f(x)" y="f(x)" y="f(x)" k =" k" x =" c" n  =" [" 2x4  =" 2" x4 =" 2" 4 =" 2" 4 =" 162" 2                              =" 3" 5 =" 2" jadi  ="2" jadi  =" -" t =" 2" adalah          ="    =" x ="   x" sin  =" 0" x =" sin" x =" cos" x ="  ," x ="   ," x ="   dan" x ="   mempunyai" x ="   mempunyai" x ="   +" x =" -1" x =" 1" x =" -3" x =" 3" x =" 2" ditulis   =" +" tulis           =" +" ditulis   =" +" y =" f(x)" y =" f(x)" x =" 2"&gt; 0 terdapat  &gt; 0 sedemikian hingga f(x)&gt;N, bila x memenuhi 0 &lt; |x-c| &lt;   Perhatikan gambar berikut:           f(x)           N          c-    c x    c+ Gambar Hal serupa jika g(x) =   maka nilai g(x) menurun tak terbatas bila x mendekati 2 ditulis  = -  Definisi Misalkan f fungsi yang tedefinisi pada selang buka I yang memuat c (pada c fungsi f boleh tidak terdefinisi). Bila x mendekati c nilai f(x) menurun tak terbatas ditulis  f(x)=-   jika untuk sembarang bilangan N &lt;&gt; 0 sedemikian hingga f(x) &lt; y =" f(x)" y =" f(x)"&gt; 0 terdapat  &gt; 0 sedemikian hingga f(x) &gt; N bila 0 &lt;&gt; 0 terdapat  &gt; 0 sedemikian hingga f(x) &gt; N bila 0 &lt; maka    =" -" dan     =" +" contoh    =" +" dan   =" +" sedangkan   =" -" dan   =" +"&gt;0 dan g(x)  0 dari arah positip maka   = +&lt;br /&gt;(ii)  jika k&gt;0 dan g(x)  0 dari arah negatip maka   = -&lt;br /&gt;(iii) jika k&lt;0 maka   =" -" maka   =" +"&gt; 0 dan  (x-4) = 0 (dari arah positip) maka&lt;br /&gt;         = +&lt;br /&gt;2. Tentukan       &lt;br /&gt; Penyelesaian: karena  (2x-1) = 7 &gt; 0 dan  (x-4) = 0 (dari arah negatip) maka&lt;br /&gt;     = -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan soal-soal:&lt;br /&gt;Hitunglah limit-limit berikut:&lt;br /&gt; 1.                                2.  &lt;br /&gt; 3.                             4.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limit di tak hingga&lt;br /&gt;Pandang fungsi f yang didefinisikan f(x) =&lt;br /&gt;misalkan jika diambil nilai x = 0, 1, 2, 3, 4, 5, 10, 100, 1000 dan seterusnya yaitu nilai x bertambah besar tak terbatas maka nilai f dapat dilihat dalam tabel berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;x 0 1 2 3 4 5 10 100&lt;br /&gt;f(x) 0 1 5/8 18/10 32/17 50/26 200/101 20.000/10.001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat bahwa jika nilai x bertambah besar tak terbatas maka kita menduga nilai f akan mendekati 2 ditulis    = 2&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;Misalkan f fungsi yang terdefinisi pada selang buka (a,+ ) limit f(x) bila x bertambah besar tak terbatas adalah L ditulis  f(x) = L jika untuk sembarang bilangan  &gt;0 (bagai-manapun kecilnya) terdapat bilangan N &gt; 0 sedemikian hingga |f(x) - L| &lt;&gt; N.&lt;br /&gt;Perhatikan gambar berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   f(x) L&lt;br /&gt;        L-   y = f(x)   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            N     x&lt;br /&gt;      Gambar&lt;br /&gt;Dengan cara yang serupa untuk f(x) = &lt;br /&gt;misalkan jika diambil nilai x = 0, -1, -2, -3, -4, -5, -10, -100, -1000 dan seterusnya yaitu nilai x menurun tak terbatas maka nilai f dapat dilihat dalam tabel berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;x 0 -1 -2 -3 -4 -5 -10 -100&lt;br /&gt;f(x) 0 1 5/8 18/10 32/17 50/26 100/101 20.000/10.001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat bahwa jika nilai x menurun tak terbatas maka kita menduga nilai f akan mendekati 2 ditulis    = 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;Misalkan f fungsi yang terdefinisi pada selang buka (- ,a) limit f(x) bila x menurun tak terbatas adalah L ditulis  f(x) = L jika untuk sembarang bilangan   &gt; 0 (bagaimanapun kecilnya) terdapat bilangan N &lt;&gt;&lt;/c-x&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-3320149826489132202?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/3320149826489132202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=3320149826489132202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/3320149826489132202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/3320149826489132202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2008/10/calculus.html' title='calculus'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-7513066224091795764</id><published>2008-10-15T04:46:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T04:50:00.695-07:00</updated><title type='text'>PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN ::: SEKOLAH INTERNASIONAL</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;MENYELESAIKAN MASALAH ATAU MEMBUAT MASALAH BARU ???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bidang pendidikan merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan oleh pemerintah negeri ini. Namun, dibalik itu terdapat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;permasalahan yang membelit bidang pendidikan di negeri ini. Salah satunya yang paling menyorot perhatian ialah pembangunan sekolah negeri menjadi sekolah yang berstandar Internasional. Hal ini tidak hanya menarik perhatian berbagai praktisi dan pengamat di bidang pendidikan, namun para orang tua murid pun juga tertarik dengan diadakannya program yang telah dicanangkan oleh pemerintah tersebut. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa saat ini pendidikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;negeri kita telah jauh tertinggal dengan negara lain. Baik di bidang sarana dan prasarana, maupun juga di bidang kurikulum pengajaran pendidikan. Hal ini telah menjadi dasar pemikiran bagi pemerintah unuk mengatasi persoalan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah telah mencanangkan proram Rintisan Sekolah Berstandar Internasional atau biasa disingkat RSBI. Program yang dicanangkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh pemerintah tersebut memang bukan untuk membuat sekolah – sekolah negeri di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; ini seperti sekolah swasta bergengsi yang ada di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt; – &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt; besar di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Namun program ini tetap dilaksanakan oleh pemerintah terutama Departemen Pendidikan Nasional yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa – siswi sekolah negeri di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang mampu bersaing di era globalisasi saat ini. Kebijakan penyelenggaraan program RSBI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu dilandaskan kepada pertama, UU Sisdiknas no. 20 tahun 2003 terutama pada pasal 50 ayat 3, kedua pada Peraturan Pemerintah Pasal 61 ayat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1, dan ketiga Rencana Strategis Pendidikan Nasional. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt; Hal ini telah menjadi kabar yang positif bagi para civitas sekolah. Petinggi sekolah, para pengajar hingga para siswa, mulai mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk mendapat kelayakan atau penilaian yang baik dari tim akreditasi sekolah. Perbaikan sarana dan prasarana juga mulai dilakukan oleh sekolah agar program ini dapat segera terlaksanakan di sekolah tersebut. Biaya dan waktu yang cukup banyak wajib dikerahkan agar sekolah tersebut dapat dijadikan menjadi sekolah RSBI. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Melihat kenyataan diatas, menurut hemat saya banyak hal yang menjadi kendala yang dapat menggangu terlasanakannya program RSBI tersebut. Kendala – kendala tersebut bila tidak dilakukan pembenahan dikhawatirkan akan menimbulkan pemasalahan baru. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Beberapa hal yang dapat menimbulkan permasalahan tersebut akan saya utarakan di bawah ini. Pertama, sejatinya sekolah RSBI wajib menyediakan fasilitas belajar-mengajar yang sesuai dangan standar Internasional. Minimal sekali yang dipersiapkan ialah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sarana dan prasarana belajar yang berstandar nasional. Standar tersebut dibuat berdasarkan peninjauan terhadap sekolah - sekolah yang berstandar Internasional di negara lain. Namun apabila kita menilik lebih jauh, sesuai kenyataan di lapangan, banyak sekolah yang belum dapat menyiapkan sarana dan prasarana tersebut. Hal ini diakibatkan oleh karena minimnya dana yang dimiliki oleh sekolah. Belum lagi permasalahan dana dari pemerintah yang belum tersalurkan secara merata. Sehingga banyak sekolah yang hanya mempersiapkan sarana dan prasarana pembelajaran seadanya saja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kedua, permasalahan yang akan timbul ialah pada pengadaan sumber daya pengajarnya. Masih bayak pendidik dan pengajar di sekolah, dalam hal ini ialah guru - guru sekolah, yang masih gagap teknologi. Memang saat ini telah dilaksanakan program Guru Melek Teknologi, namun itu dirasa masih kurang. Kebanyakan guru- guru di sekolah masih selalu menerapkan pengajaran &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; lama sehingga program tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak berjalan secara efektif. Selain itu, banyak guru - guru yang belum fasih untuk berbicara bahasa Inggris. Seharusnya pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan perlu mengadakan tes bagi para pendidik dan pengajar yang akan mengajar di RSBI. Tes tersebut harus dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya sehingga diharapkan mampu menyediakan para pengajar professional di bidangnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Ketiga, permasalahan kurikulum pengajaran. Kurikulum berstandar Internasional setidaknya wajib disisipkan dalam setiap kegiatan belajar – mengajar di RSBI. Memang tidak harus seluruh kurikulum dari negara lain wajib diaplikasikan dalam kegitan pengajaran di sekolah. Hal ini dapat membuat sistem pendidikan kita menjadi tidak terarah. Namun kalau kita lihat kenyataan yang terjadi, banyak sekolah yang tetap memberikan pengajaran yang masih belum sesuai dengan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; pengajaran kurikulum Internasional. Pengajaran yang dilaksanakan terlihat tidak ada bedanya dengan sekolah - sekolah biasa. Ini merupakan permasalahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang cukup serius dan harus dibenahi oleh kita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Semua hal yang telah saya utarakan diatas wajib kita selesaikan bersama. Jangan sampai program pemerintah untuk menjadikan setiap sekolah di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menjadi sekolah berstandar Internasional tersebut menjadi hal yang percuma saja. Hal yang patut dikhawatirkan lagi ialah jangan sampai program RSBI ini hanya dijadikan oleh para mafia pendidikan sebagai ladang bisnis di balik embel – embel Internasional, untuk menarik perhatian para orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya di sekolah itu. Belum lagi dengan biaya penyelenggaraan pendidikan atau SPP sekolah tersebut. Mau tidak mau sekolah akan menaikannya agar semua kebutuhan untuk pengajaran dapat terpenuhi. Hal ini wajib kita hindari sebab tidak semua wali murid dapat menyediakan SPP sesuai yang diminta oleh sekolah. Yang perlu kita khawatirkan lagi ialah sekolah tersebut hanya dijadikan sebagai tempat proses seleksi alam, dimana hanya yang kaya yang dapat bersekolah dan menikmati fasilitas pendidikan di sekolah RSBI. Padahal telah diamanatkan pada pembukaan UUD 1945, yang mana telah disampaikan pada tujuan utama negara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, sudah selayaknya baik yang kaya maupun yang miskin dapat bersekolah di RSBI. Sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sesuai dengan tujuan utama diadakannya program RSBI ialah untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang dapat bersaing di era globalisasi ini. Tanpa menodai nilai luhur pendidikan. Semoga proram RSBI ini bukanlah program yang asal saja, atau tidak ada kelanjutannya. Sehingga tidak akan menimbulkan permasalahan baru bagi dunia pendidikan di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Referensi :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a href="http://www.google.com/"&gt;www.google.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;UU Sisdiknas no 20 tahun 2003&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-7513066224091795764?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/7513066224091795764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=7513066224091795764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/7513066224091795764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/7513066224091795764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2008/10/pengantar-ilmu-pendidikan-sekolah.html' title='PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN ::: SEKOLAH INTERNASIONAL'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6645248876315640453.post-5376066562434349190</id><published>2008-10-11T23:16:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T23:20:25.078-07:00</updated><title type='text'>ASSALAMUALAIKUM</title><content type='html'>ASALAMUALAIKUM SEMUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INI ADALAH KATA KATA PERTAMAKU DI DUNIA BLOGOSPHERE INI LOH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIAR GTU , INI BUKAN KALI PERTAMA W NGEBLOG .&lt;br /&gt;W PERNAH PUNYA BLOG, CUMAN GAK W URUS MPE SKRANG.&lt;br /&gt;JADI CMA BWAT MAENAN AJAH,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAH KALO SEKARANG W SERIUS NIH .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W PGN BERBAGI / SHARE, SMA KAMU KAMU SEMUA  PARA BLOGGER .&lt;br /&gt;MUDAH MUDAHAN W BISA BETAH DISINI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI DUNIA MAYA YANG MENJADI NYATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HWHHEHEH&lt;br /&gt;WASSALAM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6645248876315640453-5376066562434349190?l=ajoychemistryunj08.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/feeds/5376066562434349190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6645248876315640453&amp;postID=5376066562434349190' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/5376066562434349190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6645248876315640453/posts/default/5376066562434349190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajoychemistryunj08.blogspot.com/2008/10/assalamualaikum.html' title='ASSALAMUALAIKUM'/><author><name>AJI WIDYANTO :: CHEMISTRY EDUCATION UNJ 08</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07154590152080019874</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JUHM5Wxne5s/SPGX9_YYLsI/AAAAAAAAAAM/jc8vUCmvQlQ/S220/Untitled-2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
