Mengenai Saya

Foto Saya
Hanya Bagi mereka yang peduli pendidikan Indonesia

Minggu, 16 Mei 2010

Spervisi pendidikan

diposting dari polowijoyo.files.wordpress.com/2010/02/supervisi-pendidikan.ppt

Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://polowijoyo.files.wordpress.com/2010/02/supervisi-pendidikan.ppt.
G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.

1

RITA HERMIATI

2

DASAR

* Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Starar Isi . Pada Rumawi V sub B disebutkan bahwa :

1. Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,

pelaksanaan dan penilaian hasil pembelajaran.

2. Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi,

pelatihan dan konsultasi.

3. Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan.

* Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2007, tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, bahwa pada kompetensi Supervisi Kepala sekolah yaitu :

1. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan

profesional guru.

2. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan

pendekatan dan tehnik supervisi yang tepat.

3. Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka

peningkatan profesionalisme guru.

LATAR BELAKANG

* Pada era globalisasi dewasa ini tantangan yang paling berat bagi bangsa Indonesia adalah bagaimana menyiapkan manusia Indonesia yang cerdas, unggul, dan berdaya saing di tingkat regional maupun global



* Upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu telah banyak dilakukan, namun kenyataan menunjukkan pendidikan yang bermutu itu masih seperti fatamorgana. Hal ini dapat dilihat dari hasil UASBN tahun 2008/2009 yang belum memuaskan.



* Salah satu faktor yang penting dan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah guru, karena guru inilah merupakan pelaksana terdepan dalam proses pendidikan yang berhadapan langsung dengan peserta didik. Oleh karena itu berhasil dan tidaknya mutu pendidikan tergangtung pada profesionalisme guru.



* Salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah melalui supervisi pendidikan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah / Pengawas Sekolah.



3

4

PENGERTIAN SUPERVISI

Dalam buku Kimball yang direvisi oleh T.Lovel

Supervisi pengajaran dianggap sebagai sistem tingkah laku formal yang dipersiapkan oleh lembaga untuk menyiapkan interaksi dengan sistem perilaku pengajar dengan cara memelihara, mengubah dan memperbaiki rencana serta aktualisasi kesempatan belajar siswa.

Dalam uraian tentang supervisi di atas berfokus pada

a. Perilaku supervisor

b. Dalam membantu guru

c. Dan tujuan akhirnya untuk mengangkat harapan belajar siswa

5

Lanjutan :

Menurut Prof. Dr. Piet Suhertian

Supervisi adalah usaha memberi layanan kepada guru- guru baik secara individual maupun secara berkelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran.

Menurut beliau kata kunci supervisi adalah pemberian layanan dan bantuan.

Pedoman Supervisi dari Depdikbud

Supervisi yang dimaksud adalah pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah dasar agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik.


Tujuan supervisi adalah mengembangkan sistuasi belajar mengajar yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesionalisme.


6

* 1. Ilmiah
* 2. Demokratis
* 3. Kooperatif
* 4. Kontruktif dan Kreatif



7

Lanjutan :

1. ILMIAH ( scientific )

Dalam mekasanakan supervisi hendaknya dilaksanakan secara ilmiah.

Pelaksanaannya harus :

a. Sistematis, teratur, terprogram, dan kontinyu.

b. Obyektif, berdasarkan pada data informasi.

c. Menggunakan instrumen (alat) yang dapat memberikan data/informasi yang akurat, dapat dianalisis, dan dapat mengukur ataupun menilai terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar.

2. DEMOKRASTIS

Dalam melaksanakan supervisi hendaknya dapat menjunjung tinggi azas musyawarah, memiliki jiwa kekeluargaan yang kuat serta menghargai dan sanggup menerima pendapat orang lain.



8

Lanjutan :

3. KOOPERATIF

Dalam melaksanakan supervisi hendaknya dapat mengembangkan usaha bersama untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik.

4. KONSTRUKTIF dan KREATIF

Dalam melaksanakan supervisi hendaknya dapat membina inisiatif guru serta mendorong untuk aktif dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik.

9

10

SASARAN

Sasaran supervisi adalah :

1. Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar meliputi :

a. Penyusunan program pengajaran

b. Pelaksanaan proses belajar mengajar

c. Pelaksanaan program penilaian

d. Menganalisis hasil penilaian

e. Pelaksanaan program tindak lanjut

2. Hal-hal yang menunjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar seperti :

a. pengelolaan kelas,

b. pengelolaan sekolah

c. pengelolaan administrasi

d. pelaksanaan BK,

e. kebersihan

f. ketertiban

g. pelaksanaan ekstrakurikuler seperti UKS, Pramuka, dsb.

TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI

+ 1. Kunjungan Kelas
+ 2. Observasi Kelas
+ 3. Percakapan Pribadi
+ 4. Kunjungan Antar Kelas atau Antar Sekolah
+ 5. Rapat Rutin
+ 6. Pertemuan Gugus/KKG
+ 7. Kunjungan Antar KKG, KKKS, KKPS
+ 8. Sistem Magang
+ 9. Penataran Tingkat Lokal

10. Karya Wisata

11. Melalui pengumuman, brosur, edaran, media massa (surat kabar, majalah, buletin, RRI, TV)

11

Lanjutan :

1. Kunjungan Kelas

Kunjungan kelas dapat dilaksanakan secara berencana untuk memperoleh gambaran tentang proses belajar mengajar dan pengelolaan kelas yang dilaksanakan guru

Kunjungan kelas ini dapat dilaksanakan dengan cara :

a. Memberitahukan terlebih dulu

b. Tanpa memberitahukan terlebih dulu

c. Atas undangan guru

Pada kunjungan kelas ini supervisor dapat melihat :

a. Pelaksanaan KBM

b. Pengelolaan kelas

c. Melihat hasil belajar siswa

d. Hal-hal yang menunjang pelaksanaan KBM.


12

Lanjutan :

2. Observasi Kelas ( Classroom Observation)

Observasi Kelas dapat dilaksanakan untuk mengetahui usaha serta kegiatan siswa dan guru

Dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar mencakup :

a. penguasaan bahan/materi

b. penguasaan metode

c. pengorganisasian kelas

d. penggunaan media/alat peraga

e. Faktor penunjang yang lain

3. Percakapan pribadi

Percakapan pribadi dilaksanakan pada waktu tertentu dan untuk masalah khusus.

Bertujuan untuk :

a. Mengembangkan segi-segi positif kegiatan guru.

b. Mendorong guru mengatasi kelemahan dalam mengajar dan mengelola kelasnya

c. Mengurangi keragu-raguan guru dalam menghadapi masalah pada waktu mengajar




13

Lanjutan :

4. Kunjungan antar kelas atau antar sekolah

Dengan tujuan untuk menukar pengalaman serta hal-hal lain yang menyangkut usaha untuk menunjang pelaksanaan interaksi belajar mengajar untuk menambah pengalaman mengajar atau mengikuti rekan guru lain yang sedang memberi contoh mengajar yang baik.

5. Rapat Rutin

Kegiatan ini dilaksanakan pembina dengan para guru dalam rangka menyampaikan informasi yang bersifat umum.

14

Lanjutan :

6. Pertemuan Gugus/KKG

Dilaksanakan pada kelompok kerja

seperti KKG, KKKS, KKPS, dan Pertemuan di PKG.

Pertemuan tersebut dapat dilaksanakan oleh masing-masing kelompok atau gabungan dari beberapa kelompok kerja

Bertujuan untuk menginventarisasi dan merumuskan masalah yang ditemukan serta mencari alternatif pemecahannya.

7. Kunjungan antar KKG, KKKS, KKPS

8. Sistem Magang

9. Penataran

10. Karya Wisata

11. Melalui pengumuman, brosur, edaran, media masa (surat kabar, majalah, buletin, RRI, TV, dsb)


15

SKEMATIK TEHNIK-TEHNIK SUPERVISI

No

Teknik Supervisi

Pelaksanaan

Tujuan

1


2



3



4




5

Observasi Kelas


Pertemuan/percakapan

Pribadi


Rapat rutin



Kunjungan Kelas




Kunjungan antar Kelas

Mengobservasi Pelaksanaan PBM di kelas

Berdialog langsung dengan guru


Pertemuan antara kepala sekolah dengan guru

Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

-Dengan pemberitahuan terlebih dahulu

-Tanpa memberitahu

-Diundang oleh guru

Guru saling mengunjungi antar kelas dlm satu sekolah maupun antar sekolah

* Mengetahui cara guru

melaksanakan KBM

- Memberi bantuan/layanan khusus

untuk masalah yang

bersifat khusus

* Memberi bantuan secara umum
* Untuk mengetahui keadaan

sebenarnya.

* Agar guru mengetahui maksud dan

tujuan kunjungan terlebih dahulu.



* Guru menunjukkan hasil kerjanya.
* Saling melihat dan memberi saran
* Saling mengetahui kelemahan dan

kelebihan masing-masing.

16

NO

TEKNIK SUPERVISI

PELAKSANAAN

TUJUAN

6




7



8




9



10



11

Pertemuan KKG/KKKS/KKPS



Sistem magang



Kunjungan antar KKG/KKKS/KKPS



Penataran tingkat lokal



Karya wisata



Melalui pengumuman, brosur, majalah, koran, TV, Radio dll.


-Simulasi praktik mengajar

-Diskusi pemecahan masalah



* Guru/KS belajar dari guru/

KS SD lain selama

beberapa hari.

* Pengurus/anggota saling

mengunjungi dengan

kelompok kerja yang lain.

-Pemandu mapel

Penataran min 1-3 hari tingkat sekolah/KKG dengan materi sesuai yg diperlukan guru

Mengunjungi sumber-sumber belajar seperti

museum

Membaca, melihat, dan mendengarkan tayangan.

* Menyepakati cara mengajar yang baik

-Memecahkan masalah

yang ada di kelas/sekolah dalam

pelaksanaan KBM

* Belajar melaksanakan dan

mengelola KBM beserta

penunjangnya

* Saling tukar menukar

pengalaman.

-Tukar menukar tutor.

* Memenuhi kebutuhan guru

secara perorangan.


-Untuk menambah wawasan

tentang sumber belajar.


-Untuk mengetahui perkembangan atau kebijakan pendidikan.

17

18

Lanjutan :

A. PERENCANAAN

- Kepala Sekolah sebelum mengadakan supervisi perlu membuat perencanaan yang baik.

-Tujuan memuat : materi, tehnik yang digunakan, sasaran dan pelaksanaannya.

- Berfungsi sebagai pedoman kerja bagi kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi di kelas.

- Sebagai penjabaran program supervisi tahunan tersebut disusun program supervisi yang lebih operasional .

B. PERSIAPAN

Hal-hal yang harus dipersiapkan yaitu :

a. Format / Instrumen supervisi

b. Materi Pembinaan/Supervisi

c. Buku catatan

d. Data supervisi sebelumnya, dll.

19

Lanjutan :

C. PELAKSANAAN

Pelaksanaan supervisi diarahkan pada kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum.

Pelaksanaan supervisi disesuaikan dengan tehnik-tehnik supervisi sebagaimana diterangkan di atas.

Langkah-langkah pelaksanaannya sbb :

1. Temu awal

Kepala sekolah mengadakan rapat untuk menyampaikan hal-hal yang akan

disupervisi kepada guru

supervisi bisa dilaksanakan oleh pengawas maupun oleh kepala sekolah

2. Observasi administrasi

a. Observasi administrasi kesiswaan

b. Observasi administrasi perlengkapan barang

c. Observasi administrasi program pengajaran

d. Observasi administrasi keuangan, dll.


20

Lanjutan :

3. Observasi PBM

a. Program ( tahunan, semester, bulanan )

b. Persiapan mengajar dan pelaksanaannya.

c. Hasil belajar/prestasi siswa klasikal/individual

d. Program BK

e. Program tindak lanjut, perbaikan dan pengayaan

.

4.Observasi UAS

a. Kepanitiaan UAS

b. Pengaturan ruangan

c. Denah kelas

d. Daftar peserta

e. Kartu peserta

f. Daftar Pengawas

g. Daftar Korektor

h. Tata tertib pengawas/peserta

i. Jadwal

k. Kesekretariatan


21

22

Lanjutan :

* Selain hal tersebut di atas supervisor dapat menggunakan instrumen berupa Buku Pintar yang berisi

- Jadwal

- Standar kompetensi/KD masing-masing mapel

- Materi

- Contoh soal untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang sudah dikuasi oleh perserta didik

* Supervisi pendidikan di SD dilakukan oleh

- Pengawas TK/SD

- Kepala sekolah terhadap kegiatan pembelajaran

Pelaksanaanya dengan menggunakan

- Format supervisi disesuaikan dengan kebutuhan

- Catatan-catatan khusus sebagai bahan pembinaan selanjutnya






23

Lanjutan :

5. Wawancara

Setelah pelaksanaan supervisi perlu diselingi atau dilengkapi dengan wawancara, guna melengkapi informasi tentang semua masalah yang dihadapi untuk mencari alternatif pemecahan dan pembinaan lebih lanjut.

6. Temu akhir

a. Setiap kegiatan supervisi diakhiri dengan menyampaikan laporan temuan dan mencari alternatif pemecahannya

b. Hasil akhir supervisi perlu ditandatangani oleh supervisor, kepala sekolah, dan guru yang disupervisi

c. Temuan-temuan umum disampaikan secara umum/rapat

sekolah.

d. Temuan tehnis khusus dibicarakan langsung dengan guru yang disupervisi/pertemuan pribadi



24

Lanjutan :

D. TINDAK LANJUT

Tindak lanjut merupakan pembinaan dan perbaikan dari hasil temuan pada waktu melaksanakan supervisi.

Temuan-temuan tersebut berkaitan dengan :

1. Siswa

Temuan yang berhubungan dengan kesiswaan dalam KBM

misalnya :

a. Siswa yang kurang pandai

disarankan agar diberikan :

1) Bimbingan baik individual/kelompok

2) Latihan-latihan/pekerjaan rumah

3) Perbaikan pengajaran ( remedial )

b. Siswa yang pandai :

Diberikan pengayaan baik secara individu/kelompok.

25

Lanjutan :

2. Guru

Temuan yang diperoleh tentang guru :

- Guru yang profesional

- Guru yang belum prosefional

a. Guru yang profesional dijadikan sebagai

- pemandu mapel

- nara sumber dalam kegiatan KKG.

b. Guru yang belum prosefional

perlu mendapat pembinaan dan penangan khusus agar menjadi guru yang profesional .

Untuk itu perlu dilibatkan dalam :

- Pelatihan-pelatihan

- Penataran-penataran

- Membuat dan mempergunakan alat peraga - Studi banding

- Rapat, pertemuan lainnya

26

0 komentar: