Mahasiswa Sekarang Lebih Paham Teori
Kamis, 10 September 2009 | 09:41 WIB
shutterstock
Ilustrasi: "Mahasiswa saat ini lebih memahami teori, tetapi kurang maksimal dalam mempraktikkan atau mengaplikasikan teori, sehingga praktik lapangan perlu ditingkatkan untuk mendukung teori," ujar Marsudi.
TERKAIT:
* PTS Perlu Tingkatkan Daya Saing
* Ijazah Palsu, Perguruan Tinggi Perketat Pengamanan
* Depdiknas: Pertimbangkan Plus-Minus Kuliah di Australia!
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Perguruan tinggi perlu memprioritaskan pengembangan softskill mahasiswa untuk mendukung kemampuan pemahaman teori mereka miliki. Dengan demikian, mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmunya dan menjadi lebih siap ketika terjun di lapangan atau bekerja.
"Mahasiswa saat ini lebih memahami teori, tetapi kurang maksimal dalam mempraktikkan atau mengaplikasikan teori, sehingga praktik lapangan perlu ditingkatkan untuk mendukung teori," ujar Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Marsudi Iman, Kamis (10/9).
Salah satunya, kata Marsudi, adalah memanfaatkan penggunaan laboratorium perbankan syariah yang dihibahkan oleh Departemen Agama pada Juli 2009 lalu. Dia mengatakan, pengembangan softskill para mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Perbankan Islam (EPI) UMY sebelumnya diperoleh mahasiswa melalui program magang. Kini, dengan keberadaan laboratorium tersebut pengembangan kemampuan praktik mahasiswa menjadi bertambah.
Melalui praktik perbankan syariah di laboratorium, lanjut Marsudi, mahasiswa akan memeroleh pelatihan yang diberikan sesuai dengan kondisi riil perbankan syariah. Hal ini akan memudahkan mahasiswa saat praktik di dunia perbankan yang sesungguhnya.
Sabtu, 29 Mei 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)




0 komentar:
Poskan Komentar